Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
CALON gubernur Ridwan Kamil (Emil) memastikan bulan depan bersama koalisi partai pengusung akan memilih calon wakil gubernur yang akan mendampinginya pada Pilkada Jawa Barat 2018.
Menurut Emil, saat ini seluruh partai yang mengusulkan calon wakil gubernur fokus untuk menyosialisasikan kader mereka itu.
Emil pun memastikan dirinya tidak bisa terburu-buru dalam memilih pendampingnya karena sudah ada mekanisme yang ditentukan dalam menentukan kandidat tersebut.
"Saya sudah bilang, nanti akan diumumkan secepatnya di waktu yang memadai. Tidak sekarang," kata Emil, kemarin.
Menurutnya, saat ini para kandidat pendampingnya tengah berupaya untuk meningkatkan elektabilitas.
Emil berharap calon wakilnya memiliki elektabilitas yang baik di samping kapabilitas.
Kedua faktor itu menjadi syarat utama untuk dipilih sebagai calon wakil gubernur.
"Jika hanya punya salah satu, saya rasa sulit. Jadi, harus dua-duanya, punya elektabilitas dan kapabilitas."
Di sisi lain, Partai Gerindra memunculkan lima nama figur yang akan maju di pilkada Jabar.
Kelima nama itu merupakan usul yang telah dikerucutkan dalam rapat koordinasi daerah Partai Gerindra di Hambalang, Jawa Barat.
"Ada nama Burhanudin Abdullah, Sudrajat, Agung Suryamal, Enjoy Rizki, dan saya (Mulyadi)," kata Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat Mulyadi saat berkunjung ke DPC Partai Gerindra Kota Sukabumi, kemarin petang.
Dalam rapat koordinasi daerah di Hambalang itu, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto meminta masukan dari pengurus partai dan beberapa kepala desa di Jawa Barat. Setiap kandidat diminta pemaparan visi dan misi.
"Bahasanya melakukan canvasing. Tapi ending-nya hak prerogatif Prabowo.".
Mulyadi mengatakan dia hanya menjalankan hasil rapat pimpinan cabang (rapimcab) Partai Gerindra di 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat.
"Sebagai ketua DPD, saya hanya menjaga dan menjalankan arahan ketua umum bahwa kandidat itu harus kader," imbuhnya.
Pernyataan Mulyadi itu sekaligus menjadi semacam klarifikasi pascapencabutan dukungan Partai Gerindra terhadap pasangan bakal calon Deddy Mizwar-Akhmad Syaikhu pada Pilgub Jabar 2018.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved