Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
BAKAL calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengunjungi Pondok Pesantren Gegempalan, Desa Maparah, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, kemarin, untuk menelusuri silsilah keluarga dan menghadiri pengajian yang dilakukan MUI Kecamatan Panjalu.
"Jaringan Pesantren mendukung Ridwan Kamil merupakan salah satu simpul relawan pendukung untuk maju dalam Pilgub Jabar 2018. Ini merupakan salah satu bagian dari program sosialiasi sekaligus memperkenalkan diri Kang Emil (Ridwan Kamil) sebagai bakal calon Gubernur Jawa Barat di lingkungan pesantren, khususnya yang tergabung dalam jejaring Pesantren Trend RK yang berjumlah 1.000 pesantren di seluruh Jawa Barat," kata Pimpinan Ponpres Gegempalan Banin Muhidyin, kemarin.
Banin mengatakan sosialisasi itu dilakukan di Panjalu karena leluhur Emil berasal dari Panjalu.
Seusai menghadiri pengajian di Ponpes Gegempalan, Emil melanjutkan perjalanan ke Cibengang di Kampung Garahang, Desa Panjalu, Kecamatan Panjalu.
Di lokasi tersebut ia bersilaturahim dengan keluarga besarnya yang berasal dari Panjalu seperti halnya, sang ibu, Tjutju Sukaesih.
Kang Emil pernah bersekolah di SD Negeri Citapen, SMPN 1 Tasikmalaya dan SMAN 1 Tasikmalaya.
Sebelumnya pada Sabtu (24/11) Kang Emil yang maju di pilkada dengan dukungan NasDem, Golkar, PKB, PPP itu juga mengunjungi Pesantren Miftahul Muta'allimin, Babakan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon.
Ia menjanjikan akan membuat peraturan daerah (perda) mengenai pesantren. Melalui perda itu diharapkan keberlangsungkan pesantren dan para santrinya bisa terjamin.
"Di Bandung sudah ada perda pesantren. Insya Allah kalau takdir saya menjadi Gubernur Jabar, saya akan buat perda pesantrennya," kata Emil.
Pernyataan itu diungkapkan Emil setelah adanya permintaan dari sejumlah kiai, termasuk pimpinan di Pesantren Miftahul Muta'allimin, untuk dibuatkan perda pesantren di Jawa Barat.
Emil mengatakan selama memimpin Bandung selalu membuat berbagai program kekinian, terutama dalam rangka peningkatan akhlak, kesetiakawanan sosial dan kesejahteraan masyarakat.
Dimulai dari membayar zakat melalui aplikasi berbasis Android, dibuatkan gedung untuk pengkajian Alquran di Bandung timur, sejumlah kiai yang dikursuskan bahasa Inggris hingga menyerukan dakhwa Islam melalui digital.
Siapkan relawan
Dalam menghadapi pilgub Jawa Barat dan pilkada serentak di 16 kota dan kabupaten, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jabar mempersiapkan 1 juta relawan dari kalangan mahasiswa dan santri sebagai bentuk pengawasan.
Mereka akan berperan secara aktif terutama berpartisipasi mengawasi jalannya pemilihan kepala daerah tersebut.
Ketua Bawaslu Jabar Harminus Koto mengatakan pembentukan sejuta relawan sebagai upaya untuk mendorong tingkat partisipasi pemilih terutama dalam pengawasan.
Selain itu, mereka juga memiliki tanggung jawab agar hak politik di masyarakat tidak tergadaikan.(UL/P-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved