Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Perebutan Posisi Cawagub Pendamping Ridwan Sengit

Kristiadi
23/11/2017 11:36
Perebutan Posisi Cawagub Pendamping Ridwan Sengit
(MI/BAYU ANGGORO)

BURSA bakal calon Wakil Gubernur Jawa Barat di kubu partai-partai pengusung Ridwan Kamil makin marak dengan aksi-aksi dukung cawagub.

Anggota Fraksi PPP Asep Maoshul Affandy diklaim mendapat dukungan sejumlah pondok pesantren di Jawa Barat.

PPP, partai asal Maoshul, sebelumnya berencana menyandingkan Uu Ruzhanul Ulum dengan Ridwan Kamil dalam alat peraga sosialisasi jelang Pemilu Gubernur Jawa Barat 2018.

Pemimpin Ponpes Darul Anba Bantar Gedang KH Acep Mubarok mengatakan ulama, kiai, lembaga keagamaan, serta organisasi Islam telah mendeklarasikan dukungan kepada Maoshul untuk mendampingi Ridwan Kamil dalam Pilgub Jabar 2018.

Suara dukungan berasal dari pondok-pondok pesantren yang berada di Garut, Banjar, Tasikmalaya, dan Pangandaran.

"Kami mendukung salah satu tokoh ulama dan sesepuh pondok pesantren, putra almarhum KH Khoer Affandi di Priangan Timur bernama Asep Maoshul Affandy untuk dicalonkan menjadi Wakil Gubernur Jabar mendampingi Ridwan Kamil pada Pilgub Jabar 2018 mendatang. Selama ini semua pondok pesantren berada di Priangan Timur dan Jawa Barat mendukung langkah itu," ujar Acep, di Tasikmalaya, kemarin.

Sebelumnya, PPP melalui Ketua DPP PPP Bidang Pemenangan Dayat Hidayat menyatakan akan memantapkan penyandingan Ridwan Kamil dengan Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum.

Sosialisasi pun mulai disiapkan dalam bentuk alat peraga kampanye, sekaligus mempertegas pasangan itu di internal PPP.

Ridwan Kamil mengaku tidak keberatan dengan rencana PPP tersebut.

Pihak PPP pun sudah meminta izin kepadanya terkait dengan penyebaran alat peraga sosialisasi tersebut.

"Enggak masalah. Setiap (partai koalisi) punya hak untuk menyosialisasikan," tutur Emil, di Pendopo Kota Bandung, kemarin.

Ketua DPD Partai NasDem Kota Tasikmalaya Abdul Haris mengakui posisi bakal cawagub Jabar yang akan diusung Partai NasDem, PKB, PPP, dan Golkar untuk mendampingi cagub Jabar Ridwan Kamil menjadi rebutan sengit.

Meski begitu, NasDem tidak ikut mengajukan.

"Memang banyak calon dari setiap partai pengusung yang ingin mendampingi Wali Kota Bandung (Ridwan Kamil), tetapi partai (NasDem) telah menyerahkannya sepenuhnya kepada Ridwan Kamil," papar Abdul.

Ia menyebut calon di Priangan Timur yang telah muncul dari Pondok Pesantren Miftahul Huda Manonjaya yang juga Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum, anggota DPR dari Fraksi PPP Asep Maoshul Affandy, politikus PKB Syaiful Huda, dan anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar Daniel Mutaqiem.

Calon perseorangan

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat membuka pendaftaran bagi pasangan cagub-wagub yang akan maju melalui jalur perseorangan pada Pilgub Jabar 2018, mulai kemarin.

Para calon independen diberi waktu mendaftar hingga 26 November 2017.

Ketua KPU Provinsi Jawa Barat Yayat Hidayat mengatakan setiap kandidat dari jalur perseorangan diwajibkan mendapat dukungan dari 2,13 juta warga Jawa Barat yang sudah memiliki hak pilih. Bukti dukungan melalui penyerahan salinan KTP-E atau surat keterangan warga yang sudah menjalani perekaman data KTP-E.

Sebelum menyerahkan bukti fisik dukungan, pasangan calon diharuskan mengunggah salinannya ke sistem informasi pencalonan (silon).

"Silon diwajibkan untuk memastikan tidak adanya dukungan ganda," ujar Yayat.

Menurut dia, saat ini sudah ada empat pasangan bakal calon yang sudah memiliki akun silon, yakni Asep Syarifudin-Dadang Suherman, Egi Sudjana-Ardi Subarkah, Jajang Suherman-Mohammad Teguh, dan Daday Hudaya-Iwan Ridwan Rahardja.(BY/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya