Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Demokrat Tugaskan Soekarwo Jalin Komunikasi Dengan Khofifah

Richaldo Y.Hariandja
31/10/2017 14:30
Demokrat Tugaskan Soekarwo Jalin Komunikasi Dengan Khofifah
(Dok. MI)

PARTAI Demokat menugaskan Gubernur Jawa Timur Soekarwo untuk berkomunikasi dengan Khofifah Indar Parawansa perihal pasangan yang paling tepat untuknya dalam Pilkada Jawa Timur 2018 mendatang. Soekarwo yang merupakan Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur ditugaskan mencari pasangan yang tapat dan cocok bagi Khofifah.

"Nama khofifah kami diskusikan kami bahas dalam rapat majelis tinggi partai pada 10 (Oktober) lalu, tetapi nama pasangan calonnya memang belum," ucap Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan saat ditemui di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Selasa (31/10).

Sejauh ini, lanjut dia, sudah terjadi tiga hingga empat kali komunikasi. Komunikasi akan terus dilakukan hingga mencapai keputusan final. "Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama dari hari ini bisa kita umumkan," terang dia.

Selain Jawa Timur, Partai Demokrat juga terus melakukan perbincangan internal terhadap 17 daerah lainnya. Salah satu yang menjadi perbincangan lain ialah Pilkada Jabar.

Di Jabar, Hinca mengatakan jika Partai Demokrat tidak menutup pintu terhadap Dedy Mizwar. "Untuk diketahui, pak Dedy Mizwar itu bukan orang baru di Demokrat, dia juga bagian dari lahirnya partai ini," ucap Hinca.

Meskipun demikian, dia menyatakan belum ada Cagub dan Cawagub resmi di Jawa Barat yang diusung Partai Demokrat. Menurutnya, komunikasi juga akan terus dibangun dengan parpol lain.

"Kalaupun nanti kami satu perahu dengan partai pemerintah, itu hal yang biasa dalam politik," ucap dia.

Namun Hinca menegaskan Partai Demokrat dalam kontek pemerintahan secara umum tetap akan menjadi partai di luar koalisi pemerintahan. Hal itu, sebagai bagian dari pengawasan terhadap jalannya pemerintahan di negara demokratis.

"Izinkanlah kami untuk berada di luar pemerintahan, ini sebagai penyeimbang agar kita sama-sama urus negara, kalau semua di dalam, siapa lagi yang akan mengingatkan dan mengkritiknya, jadi dalam negara demokratis perlu penyeimbang itu," ucap dia. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya