Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Kepolisian Resort Kota Bekasi Komisaris Besar Heri Sumarji menyatakana kasus penembakan yang melibatkan Brigadir Andre Hehanusa masih ditangani Propam Kesatuan Brimob Kelapa Dua.
"Yang menangani langsung dari kesatuan Brimob. Kita masih fokus dalam pemeriksaan saksi mata kejadian," ujar Heri, Minggu (8/5).
Heri mengatakan, korban penembakan, Ade Dermawan, 35, masih dalam perawatan di Rumah Sakit Mitra Keluarga Cibubur. Meski demikian, pihaknya memastikan luka yang diderita korban tidak terlalu serius.
Sebab, peluru yang dipakai pelaku pada senjata revolvernya itu hanya peluru karet. Saat ini, peluru yang sempat melukai kaki korban telah diangkat. "Korban masih dirawat intensif di RS Mitra Cibubur, kini kondisinya sudah lebih baik," jelas Heri.
Peristiwa penembakan oleh Brigadir Andre terjadi Jumat (6/5) malam. Pelaku bersama dua temannya, awalnya masuk ke klub karaoke di daerah Jatisampurna, Bekasi.
Saat pembayaran, dirinya kaget melihat bon tagihan yang awalnya disepakati Rp2,5 juta untuk tiga jam membengkak menjadi Rp3.678.000. Padahal, uang yang tersimpan di dalam ATM BCA miliknya hanya sisa Rp3 juta.
Andre yang emosi meminta keringanan pembayaran sebesar Rp500 ribu. Namun, ditolak oleh kasir tempat karaoke tersebut. Ia langsung mengeluarkan senjata api dengan jenis revolver yang ada di saku celananya. Ia juga mengancam akan menembak kasir tersebut jika tidak menuruti permintaanya itu.
Andre yang diduga sedang dalam pengaruh alkohol, menekan pelatuk pistolnya. Tembakan tersebut mengenai Ade yang saat itu berada di belakang. Korban langsung terkapar lemas di lantai karena kaki kanannya tertembus peluru. (OL-2)
Cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang mengguyur wilayah Bandung Barat selama dua hari berturut-turut memicu pergeseran tanah skala besar.
PEMERINTAH memisahkan pendataan korban sipil dan personel TNI dalam peristiwa longsor di Cisarua, tepatnya di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Selain faktor alam, posisi menembak yang tidak stabil juga menuntut pengendalian emosi, konsentrasi tinggi, serta pengaturan pernapasan yang presisi demi menjaga akurasi tembakan.
Dalam latihan tersebut, prajurit Korps Marinir tergabung bersama pasukan Korps Artileri Kerajaan Yordania dan personel dari berbagai negara sahabat.
KOMANDAN Korps Marinir TNI AL, Mayor Jenderal TNI Endi Supardi, menegaskan bahwa Satria Arta Kumbara tetap harus menjalani hukuman satu tahun penjara jika kembali ke Indonesia
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved