Headline

Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.

Tiongkok masih Tahan Penjual Buku

Tiongkok masih Tahan Penjual Buku
26/5/2016 00:50
Tiongkok masih Tahan Penjual Buku
((AP Photo/Vincent Yu, File)

ANAK salah satu dari lima penjual buku asal Hong Kong yang menghilang sejak tahun lalu meminta bantuan Amerika Serikat (AS) untuk membebaskan ayahnya yang ditahan secara ilegal di Tiongkok. Kelima penjual buku yang bekerja untuk sebuah percetakan Hong Kong, Mighty Current, yang khusus menerbitkan gosip tentang para pemimpin Tiongkok, menghilang dari lokasi yang berlainan. Empat orang hilang pada Oktober dan satu orang lagi hilang pada Desember. Mereka kemudian diketahui berada di Tiongkok dan tengah menghadapi tuntutan pidana terkait dengan penjualan buku ilegal tersebut. "Sekarang sudah delapan bulan sejak ayah saya dan teman-temannya ditahan. Saya masih belum tahu keberadaannya, keadaannya, atau statusnya saat ini," ungkap Angela Gui, anak perempuan Gui Minhai, salah satu penjual buku yang hilang, kepada Komisi Eksekutif Kongres untuk Tiongkok di Washington, Selasa (24/5).

Minhai, pemilik Mighty Current, hilang dan tidak kembali dari liburannya di Thailand pada Oktober tahun lalu. Kepada komisi tersebut, Gui mengatakan penahanan ayahnya secara tidak resmi dan ilegal adalah sangat mengejutkan mengingat Minhai berkewarganegaraan Swedia. Setelah menghilang, Gui secara misterius muncul dalam siaran televisi nasional Tingkok (CCTV) Januari lalu. Saat itu, dia mengatakan kembali ke Tiongkok untuk bertanggung jawab atas kecelakaan mobil yang menewaskan seorang mahasiswa 11 tahun lalu. Kemudian pada Februari, Gui juga tampil di televisi dan mengaku telah menyelundupkan buku-buku ilegal ke Tiongkok. Pemerintah Swedia sendiri mengatakan mereka sangat prihatin dengan insiden itu dan telah meminta pemerintah Tiongkok untuk lebih terbuka atas kasus tersebut.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya