Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
TREN layar sentuh di dalam mobil pertama kali dicetuskan pionir mobil listrik atau berbaterai, Tesla. Meskipun trendi dan terkesan moderen, belakangan teknologi layar sentuh bisa menjadi pemicu terjadinya kecelakaan di jalanan. Karena penggunaannya bisa mengalihkan perhatian pengemudi dari jalan ke layar. Apalagi karena kompleksitas saat mengoperasikannya, pengemudi bisa kehilangan konsentrasinya.
Menurut Carnewschina, mobil yang dinilai paling aman saat ini adalah yang berhasil menggabungkan dua dunia. Sistem aktif (layar/sensor) digunakan hanya untuk navigasi, kamera 360, dan fitur otonom (ADAS) yang membantu mencegah tabrakan. Sementara kontrol fisik disiapkan untuk fungsi interior yang sering digunakan agar pengemudi tetap bisa fokus ke jalan.
BUDAYA TOMBOL
Rachel Plotnick, lektor kepala di Indiana University Bloomington, selama bertahun-tahun mengeksplorasi aspek psikologi, sejarah, dan budaya tombol serta perannya dalam teknologi.
Menurut siaran Carscoops, penulis Power Button: A History of Pleasure, Panic, and the Politics of Pushing (2018) itu membantu perusahaan-perusahaan otomotif menyempurnakan antarmuka mobil mereka, menyeimbangkan kehadiran teknologi digital dengan sentuhan. Menurutnya, keinginan untuk menghadirkan kembali tombol fisik pada mobil kemungkinan terjadi karena kelelahan pada layar.
"Itu bukan berarti tombol tidak bekerja dengan baik dengan layar, keduanya sering kali menjadi mitra. Namun, di satu sisi, tombol menghilangkan prioritas penglihatan sebagai indra, dan mengakui bahwa layar tidak selalu menjadi cara terbaik untuk berinteraksi dengan sesuatu," jelas peneliti yang dikenal sebagai 'ahli tombol' itu kepada Spectrum.
Plotnick menyampaikan bahwa penggunaan layar sentuh dalam pengendalian mobil bisa jadi tidak aman dalam konteks tertentu, karena layar menuntut perhatian visual untuk mengoperasikannya. Sebaliknya, kontrol fisik menawarkan kesederhanaan dan memungkinkan pengoperasian yang intuitif tanpa mengalihkan fokus dari jalan.
WAJIB KONTROL FISIK
Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok berencana mewajibkan penggunaan mekanisme kontrol fisik untuk sejumlah fungsi kendaraan, seperti menyalakan dan mematikan lampu sein, menaikkan-turunkan kaca jendela, serta mengaktifkan sistem bantuan berkendara canggih.
Laman Carnewschina, Senin (16/2) melaporkan, persyaratan baru ini akan diberlakukan untuk kendaraan yang diproduksi mulai 1 Juli 2027.
Dalam beberapa tahun terakhir, kendaraan energi baru di Tiongkok mengusung desain kokpit minimalis, yang ditandai dengan minimnya tombol kontrol fisik. Sebagai gantinya, sebuah layar kontrol tengah berukuran besar memuat sebagian besar fungsi kendaraan, dan terkadang dipasangkan dengan layar hiburan untuk penumpang depan.
REVISI ATURAN
Sebagai revisi terhadap standar nasional yang sudah ada, yaitu GB4094—2016 'Marking of Automotive Control Components, Indicators, and Signaling Devices'. Pembaruan ini menambahkan jenis serta persyaratan teknis baru untuk komponen kontrol fisik.
Tujuannya adalah memastikan komponen kontrol utama mudah dijangkau, mudah digunakan, dan sebagian besar dapat dioperasikan tanpa perlu melihat (blind-operable) saat berkendara, tanpa terlalu bergantung pada input visual serta untuk mengurangi gangguan yang disebabkan oleh layar tampilan.
LIMA TOMBOL PENTING
Ada lima tombol fungsi kritis yang perlu ditampilkan dalam bentuk tombol fisik. Pertama, tombol volume audio. Kenop putar dinilai jauh lebih baik.Kedua, tombol suhu pendingin udara, agar tidak perlu masuk ke menu layar.
Ketiga, lampu hazard. Karena ini wajib fisik dan agar mudah dijangkau. Keempat, wiper dan lampu utama. Harus ada di tuas/tangkai setir.
Kelima, defogger kaca. Tombol atau alat ini penting saat hujan mendadak agar pandangan tidak tertutup embun. (H-1)
Grup otomotif asal Korea ini komit untuk tidak menghilangkan tombol fisik sepenuhnya demi keselamatan.
Menurutnya, hal ini sangat wajar mengingat sejumlah sekolah di beberapa wilayah Indonesia memerlukan waktu yang lebih lama untuk pengiriman dan instalasi perangkat.
PENGGUNA Iphone 16 Pro dilaporkan mengalami masalah dengan touchscreen atau layar sentuh ponsel mereka yang tidak responsif sebagaimana mestinya
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved