Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Mengapa Mercy Tiger seperti Milik Marty Natalegawa jadi Sweet Spot? Cek Estimasi Biaya Rawat 2026

Putri Rosmalia Octaviyani
04/2/2026 16:31
Mengapa Mercy Tiger seperti Milik Marty Natalegawa jadi Sweet Spot? Cek Estimasi Biaya Rawat 2026
Mercedes-Benz W123 1980, atau Mercedes-Benz Tiger atau Mercy Tiger.(Dok. Youtube TennantsAuctioneers)

DUNIA otomotif klasik Indonesia tidak pernah bisa lepas dari bayang-bayang Mercedes-Benz W123, atau yang lebih akrab dikenal sebagai Mercedes-Benz Tiger atau "Mercy Tiger". Mobil klasik tersebut saat ini tengah menjadi perhatian setelah digunakan oleh mantan Menteri Luar Negeri RI, Marty Natalegawa, saat dipanggil Presiden Prabowo Subianto ke Istana Negara, Rabu, (4/2).

Di antara rentang produksinya dari 1976 hingga 1986, model tahun 1980 sering kali disebut sebagai sweet spot atau titik paling ideal bagi para kolektor maupun pengguna harian.

Tahun 1980 bukan sekadar angka kalender bagi W123. Ini adalah tahun krusial di mana Mercedes-Benz melakukan pembaruan besar-besaran, terutama pada sektor jantung pacu dan penyegaran interior. Memasuki tahun 2026, nilai investasi mobil ini terus merangkak naik, menjadikannya aset yang lebih dari sekadar alat transportasi.

Alasan Teknis: Transisi Mesin M115 ke M102

Salah satu alasan utama mengapa tahun 1980 sangat istimewa adalah pergantian mesin pada varian 4-silinder. Sebelum 1980, W123 menggunakan mesin M115 (sering disebut "mesin kuburan"). Namun, mulai tahun 1980, Mercedes memperkenalkan mesin M102 yang lebih ringan, bertenaga, dan efisien.

Mesin M102 pada tipe 200 (karburator) dan 230E (injeksi K-Jetronic) menawarkan reliabilitas yang lebih baik untuk penggunaan di era modern. Khusus untuk 230E, sistem injeksi mekanis Bosch K-Jetronic memberikan performa yang jauh lebih responsif dibandingkan versi karburator lama.

Info Penting: Keunggulan Tahun 1980

  • Mesin Baru: Pengenalan mesin M102 yang lebih bertenaga.
  • Interior Refresh: Penggunaan setir model baru dan perbaikan material jok.
  • Transisi Emas: Menggabungkan estetika klasik murni dengan efisiensi mesin yang lebih baik.

Estimasi Biaya Perawatan W123 di Tahun 2026

Merawat mobil berusia hampir setengah abad memerlukan perencanaan finansial. Berikut adalah tabel estimasi biaya suku cadang dan perawatan Mercedes-Benz W123 di tahun 2026 dalam Mata Uang Rupiah:

Komponen / Jasa Estimasi Harga (Rp)
Ganti Oli + Filter Oli 1.500.000 - 2.000.000
Tune Up & Filter Udara 1.200.000
Kampas Rem Depan (Set) 450.000 - 700.000
Master Kopling Atas 850.000
Fuel Distributor (Servis) 3.500.000 - 5.000.000
Bushing Kaki-kaki (Set) 2.500.000 - 4.000.000

Penyakit Umum yang Perlu Diwaspadai

1. Sistem Vakum

Hampir seluruh fitur kenyamanan W123 digerakkan oleh sistem vakum. Kebocoran pada selang vakum dapat menyebabkan pintu tidak bisa terkunci atau mesin sulit dimatikan.

2. Karat pada Titik Tersembunyi

Periksa bagian bawah karpet, dudukan aki, dan area di bawah karet kaca. Penanganan karat sejak dini jauh lebih murah dibandingkan melakukan restorasi bodi total.

3. Fuel Distributor K-Jetronic

Untuk tipe injeksi, sistem ini sangat sensitif terhadap kualitas bahan bakar. Sangat disarankan untuk menggunakan bahan bakar dengan oktan yang sesuai agar sistem injeksi tetap presisi.

Mengapa Harus Membeli Sekarang?

Di tahun 2026, populasi Mercedes-Benz W123 atau Mercedes-Benz Tiger yang dalam kondisi orisinal semakin langka. Memilih produksi tahun 1980 memberikan Anda keseimbangan antara kemudahan perawatan mesin M102 dan estetika klasik yang tak lekang oleh waktu. Ini adalah investasi hobi yang sekaligus memiliki nilai ekonomi yang stabil.

W123 tahun 1980 masih layak untuk harian, terutama tipe 230E yang sudah menggunakan injeksi. Pastikan sistem pendinginan mesin dalam kondisi prima Rata-rata konsumsi harian BBM untuk rute dalam kota, kisarannya adalah 1:6 hingga 1:8 km/liter. Untuk rute luar kota bisa mencapai 1:10 km/liter.

Harga pasaran W123 tahun 1980

Harga pasaran Mercedes-Benz W123 atau Mercedes-Benz Tiger atau Mercy Tiger trgantung kondisi. Kondisi bahan mulai dari Rp50 juta, sedangkan kondisi kolektor bisa menembus Rp150 juta hingga Rp250 juta. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya