Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPEMILIKAN kendaraan listrik menjadi salah satu indikasi perubahan gaya hidup masyarakat di area urban (perkotaan). Tak sebatas soal teknologi, perluasan produk electric vehicles (EV) diharapkan jadi solusi gaya hidup yang lebih positif terhadap keadaan bumi.
Head of Marketing JAECOO Indonesia Ilham Pratama mengatakan, pengalaman berkendara yang senyap dan halus turut mengubah sudut pandang pembeli. "Berkendara dengan suasana yang tenang, sesuai untuk dengan ritme kehidupan kota yang sering kali terasa sibuk dan padat," ungkapnya di Tangerang, Sabtu (24/1/2026).
Bagi Ilham, masyarakat urban yang memiliki kendaraan listrik punya kesadaran terhadap gaya hidup berkelanjutan. Kesadaran itu berangkat dari isu pengurangan emisi dan penggunaan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Adrian, salah satu pengendara mobil listrik, merasa tertolong saat bekerja karena tidak terikat dengan aturan ganjil-genap. "Dari segi energi, jadi lebih ramah lingkungan dan irit" katanya saat mengulas pengalamannya bekerja di area Sudirman, Jakarta.
Mobil listrik tidak saja ramah lingkungan, namun juga dibekali teknologi yang membuat berkendara menjadi lebih aman. Selain karena hemat secara energi, kenyamanan dan elegansi bentuk serta warna jadi pilihan konsumen. Kendaraan listrik dinilai bukan cuma hemat energi, tapi juga tetap bisa tampil elegan di jalanan kota.
Director of Presiden Chery Group Indonesia Zeng Shuo, mengatakan preferensi masyarakat yang membeli mobil listrik juga akan didukung dengan teknologi pada mobil yang menyesuaikan cuaca di kota-kota besar. "Banjir kadang-kadang seperti sekarang. Ada musim hujan. Jadi ada beberapa model kendaraan yang dirancang khusus agar lebih tahan air," katanya saat berjumpa dengan wartawan sembari menyinggung peristiwa banjir yang menggenang berbagai wilayah.
Melanjutkan penyesuaian teknologi dengan gaya hidup, Zeng menyatakan penggunaan mobil listrik tak sekadar mencari alat transportasi. Hal itu merupakan upaya baru untuk memilih kendaraan yang lebih ramah lingkungan dan efisien.
Di kota-kota besar, kendaraan listrik hadir sebagai simbol kepedulian terhadap emisi dan kualitas udara, sekaligus menunjukkan adaptasi terhadap perkembangan teknologi yang semakin terintegrasi. Dari situ, mobil listrik perlahan bergeser menjadi bagian dari identitas sosial, mencerminkan nilai keberlanjutan dan orientasi masa depan dalam kehidupan kota yang dinamis. (H-2)
Dengan biaya pengisian listrik sekitar Rp6.000 untuk penggunaan harian, motor listrik jadi pilihan rasional di tengah potensi kenaikan harga BBM.
BBM masih menyumbang sekitar 30% dalam bauran energi nasional, sehingga sangat rentan terhadap gejolak geopolitik dan fluktuasi harga dunia.
Ia menambahkan, agar manfaat program ini semakin optimal, dukungan kebijakan perlu diperluas dengan tidak hanya menyasar pada subsidi pembelian.
Hingga saat ini, PLN bersama mitra telah mengoperasikan 4.769 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 3.097 lokasi di seluruh Indonesia.
Sebanyak 180 ribu mobil listrik diprediksi mudik Lebaran 2026. Kemenko Infrastruktur & Entrev pastikan kesiapan SPKLU dan layanan pendukung bagi pemudik EV.
Disediakan fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sebanyak 13 unit di Rest Area Km 575 B dan 14 unit di Rest Area KM 575 A, yang beroperasional 24 jam.
JAECOO menghadirkan program Co-Creation di IIMS 2026, mengajak konsumen menentukan arah personalisasi J5 EV sesuai kebutuhan dan gaya hidup.
Sejak diperkenalkan di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025, J7 telah mencatatkan lebih dari 2.000 SPK.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved