Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Toyota Astra Motor (TAM) sebagai pemimpin pasar kendaraan roda empat, tampaknya lumayan optimistis menyambut era 2020. Di antaranya mencanangkan perolehan market share Toyota yang mengalami peningkatan sebesar 2%, menjadi 32%, jika dibandingkan dengan tahun lalu di angka 30,8%.
"Market share Toyota tahun 2019 sebenarnya sesuai prediksi. Waktu akhir tahun 2018 saya ditanyain terus sama teman-teman wartawan, berapa sih target Toyota untuk market share di 2019? Saya jawab, minimum sama dengan tahun 2018, sebesar 30,8%," ujar Wakil Presiden Direktur PT TAM, Henry Tanoto, saat Media Gathering di Jakarta, pekan lalu.
Menurut Henry, pada 2019 ada beberapa catatan penting bagi Toyota. Pertama, adanya Avanza Minor Change, yang ternyata diterima cukup baik oleh pelanggan. Bahkan, secara market share Avanza melonjak dari 28% menjadi sekitar 34%.
Strategi yang dikedepankan Toyota pada All New Avanza tak lain ialah bagaimana memberikan value kepada pelanggan melalui desain yang lebih segar. "Namun, secara bersamaan kita juga terapkan pricing strategy yang bisa diterima masyarakat Indonesia," katanya.
Catatan penting yang kedua ialah Toyota Rush. TAM menjadikan model ini kontinyu di 2019, melanjutkan keberhasilan full model change di 2018. Market share Toyota Rush mengalami kenaikan signifikan, dari 42% menjadi sekitar 54%. "Terima kasih kepada masyarakat yang telah memilih Toyota Rush," ucap Henry.
Selanjutnya, catatan penting Toyota lainnya ialah produk berteknologi hybrid. Pada 2019, hybrid line-up Toyota bertambah dengan meng-introduce Toyota CHR, Camry, dan Corolla. Total penjualan produk hybrid Toyota selama 10 tahun ini mencapai sekitar 2400 unit.
Diakui Henry, yang tak kalah penting tahun ini penjualan Toyota hybrid per bulan naik lima kali lipat jika dibandingkan dengan sebelum TAM memperkenalkan Toyota CHR, Camry, dan Corolla. Walaupun masih tergolong kecil, tapi paling tidak bisa tembus di atas 50-an unit per bulan.
Selain itu, catatan penting selanjutnya ialah customer experience, mengusung tagline Beyond Excitement, lampaui kegembiraan. "Sudah kita bicara produk, sekarang bicara nonproduk, customer experience," tandasnya.
Masuki 2020, Henry menyakini Toyota akan tumbuh jika dibandingkan dengan 2019. Walaupun terbilang kecil, hanya sebesar 2%-4%. "Karena dilihat fase atau semester II tahun ini kok kayaknya lebih baik jika dibandingkan dengan kondisi pada semester I. Harapannya ini bisa kontinyu tahun depan," tandas Henry.
Terkait dengan jumlah model baru yang akan diluncurkan pada 2020, Henry mengungkapkan tidak jauh beda dengan 2019, sekitar 10 model. (*/S-1)
Langkah penjajakan investasi tersebut dianggap amat penting, karena Indonesia disebut berkontribusi sekitar 18% terhadap pasokan timah dunia.
Donald Trump mengumumkan bahwa produsen otomotif Toyota akan berinvestasi lebih dari sekitar Rp166 triliun selama lima tahun ke depan untuk membangun pabrik mobil di seluruh AS.
PT TMMIN telah berpartisipasi di ajang TEI sejak 2008 hingga saat ini, dan secara konsisten berupaya untuk mempertahankan serta meningkatkan kinerja ekspor.
Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam, mengatakan bahwa pihaknya akan mengembangkan pusat research and development (R&D) di Indonesia.
Lebih dari lima dekade, Toyota Indonesia telah tumbuh dari sekadar perakit kendaraan menjadi pemain penting dalam industri otomotif global.
Lulusan AKTI diproyeksikan agar mampu lebih cepat meraih posisi team leader bahkan bisa menduduki posisi strategis di TMMIN dan rantai pasok lainnya
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved