Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Investasi Rp1,6 T, Toyota Tsusho Kembangkan Industri Solder Paste di RI

Insi Nantika Jelita
11/11/2025 03:42
Investasi Rp1,6 T, Toyota Tsusho Kembangkan Industri Solder Paste di RI
Toyota Tsusho Corporation (TTC) menyatakan minat menanamkan investasi senilai Rp1,6 triliun di Indonesia(Dok. BKPM)

WAKIL Menteri (Wamen) Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu mengungkapkan, Toyota Tsusho Corporation (TTC) menyatakan minat menanamkan investasi senilai Rp1,6 triliun di Tanah Air. 

Rencana tersebut guna memperkuat hilirisasi mineral dalam negeri, khususnya pada pengembangan industri solder paste dan copper rod sebagai bahan baku kabel. Ini disampaikan Todotua usai melakukan pertemuan dengan jajaran Toyota Tsusho Corporation (TTC) di Tokyo, Jepang, Senin (10/11).

"Kami menyambut baik minat Toyota Tsusho. Investasi ini akan mendorong proses nilai tambah yang lebih di dalam negeri," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (10/11).

Toyota Tsusho merupakan perusahaan perdagangan dan investasi global asal Jepang yang merupakan bagian dari Toyota Group. Todotua menjelaskan, selama ini Toyota Tsusho telah menjadi mitra dagang PT Timah Tbk untuk produk turunan timah secara global. 

Wamen Investasi menjelaskan, rencana proyek tersebut masih pada tahap awal pembahasan, dengan harapan dapat dikembangkan bersama PT Timah sebagai mitra lokal. Ia menegaskan, pemerintah siap memberikan dukungan menyeluruh, mulai dari fasilitasi perizinan, kemudahan berusaha, hingga pendampingan pada tahap operasional.

Langkah penjajakan investasi tersebut dianggap amat penting, karena Indonesia disebut berkontribusi sekitar 18% terhadap pasokan timah dunia, sehingga menempatkan negara ini sebagai salah satu pemain utama dalam rantai pasok global. 

Dengan posisi strategis tersebut, Indonesia memiliki potensi besar untuk memperkuat industri komponen produk elektronik dan otomotif melalui hilirisasi mineral.

"Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM berkomitmen mendukung penuh setiap upaya hilirisasi yang menciptakan nilai tambah di dalam negeri," tegas Todotua.

Secara global, lebih dari 50% konsumsi timah digunakan untuk pembuatan solder, terutama solder paste yang menjadi komponen penting di industri komponen elektronik, otomotif, hingga energi surya. Permintaan global solder paste diperkirakan tumbuh dari 5.170 ton pada 2024 menjadi 6.300 ton pada 2029. 

Selain timah, Todotua juga membeberkan Toyota Tsusho juga berminat berinvestasi di bidang hilirisasi tembaga. Tujuan investasi ini adalah dalam rangka mengamankan bahan baku kabel berupa copper rods yang juga meningkat permintaannya seiring perkembangan otomotif di global.

"Toyota Tsusho juga berminat memperluas investasi di bidang hilirisasi tembaga. Hal ini baik karena sebelumnya beberapa perusahaan di dalam negeri telah memproduksi katoda tembaga yang merupakan bahan baku dari copper rods dan copper wire," terangnya. 

Dari sisi investasi, hubungan ekonomi Indonesia–Jepang juga menunjukkan tren yang solid. 'Negeri Sakura' menempati posisi keempat sebagai sumber investasi asing langsung (FDI) terbesar di Indonesia, dengan total nilai investasi mencapai US$18,89 miliar dalam lima tahun terakhir serta pertumbuhan rata-rata tahunan sebesar 12,4%. 

Angka ini mencerminkan semakin kuatnya hubungan ekonomi dan komitmen kedua negara dalam mendorong kerja sama investasi yang berorientasi pada hilirisasi, teknologi hijau, dan pertumbuhan berkelanjutan. (Ins/E-1)

Caption: Wakil Menteri (Wamen) Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu saat melakukan pertemuan dengan jajaran Toyota Tsusho Corporation (TTC) di Tokyo, Jepang, Senin (10/11). (Ins)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Mirza
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik