Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
HIRUK pikuk dan kesemrawutan dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang terjadi beberapa pekan terakhir tampaknya akan segera berakhir dan 'dilupakan' semua, termasuk pemerintah, khususnya Kemendikbud-Ristek. Pernyataan itu bukan tanpa dasar karena kejadian serupa sudah berulang setiap tahun, baik satu, dua, maupun tiga tahun yang lalu. Kritik, masukan, dan saran tampaknya hanya masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri, seolah tidak pernah didengarkan.
Bukti nyata bahwa saran dan masukan diabaikan terlihat dari kejadian PPDB saat ini. Sistem zonasi yang seharusnya didukung dengan jumlah sekolah yang memadai dan kualitas yang merata di setiap zona ternyata tidak dilaksanakan. Jumlah sekolah yang kurang dan kualitas yang tidak merata masih menjadi masalah, dengan beberapa kecamatan, menurut data Kemendagri, yang bahkan tidak memiliki sekolah tingkat SMP.
Selengkapnya baca di epaper Media Indonesia https://epaper.mediaindonesia.com/detail/a-9132
BENCANA memang sering hadir tanpa memberikan ruang memilih, tetapi cara manusia meresponsnya selalu lahir dari pilihan moral dan politik.
SEJAK 5 Januari 2026, sejumlah sekolah di daerah terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatra mulai membuka pintu mereka
BANYAK pelajaran yang dapat diambil dari bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda 52 kabupaten/kota di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
RESPONS otoritas pendidikan Indonesia dalam situasi darurat bencana masih saja memilukan dalam menangani pendidikan darurat seperti tidak pernah belajar.
DI banyak ruang kelas Indonesia, angka-angka hasil penilaian sering hadir tanpa makna yang benar-benar dipahami.
MENGAJAR di abad ke-21 bukan lagi aktivitas statis yang sekadar memindahkan pengetahuan dari guru ke murid.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved