Headline
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
MODERASI beragama memang telah menjadi bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 sebagai penjabaran salah satu dari tujuh agenda pembangunan, yaitu revolusi mental dan pembangunan kebudayaan. Namun, dengan membaca buku Jalan Baru Moderasi Beragama: Mensyukuri 66 Tahun Haedar Nashir (penerbit Kompas, 2024), terlihat bahwa penerapan moderasi beragama itu sudah mulai dilakukan oleh Haedar Nashir jauh sebelum itu.
Pada tahap awal (2000-2005), moderasi beragama yang dilakukan Haedar Nashir lebih banyak dilakukan di internal Muhammadiyah. Ketika itu Nashir merupakan Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang ketua umumnya ialah Ahmad Syafii Maarif. Ada dua program moderasi beragama yang dilakukan meski waktu itu tidak menggunakan istilah tersebut. Pertama, rasionalisasi dan demistifikasi pemahaman tentang takhayul, bidah, dan churafat dengan diperkenalkannya konsep dakwah kultural.
Selengkapnya baca di epaper Media Indonesia https://epaper.mediaindonesia.com/detail/moderasi-beragama-ala-haedar-nashir
16 ormas sepakat bahu-membahu membantu Presiden Prabowo dan pemerintah untuk mengajak masyarakat agar kembali lebih tenang.
KETUA Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir menyebut perbankan syariah perlu melakukan penguatan sistem dan ekosistem bank syariah di masa depan.
MUHAMMADIYAH memberlakukan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Kalender ini menerapkan prinsip satu hari satu tanggal untuk seluruh dunia, ini aplikasinya
KETUA Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan, syariat lahiriyah dalam momentum Idul Adha ialah menyembelih hewan kurban.
Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dzulfikar Ahmad Tawalla menyebut momentum milad sebagai langkah memperkuat totalitas pemuda negarawan.
PIMPINAN Pusat Muhammadiyah telah menetapkan Idulfitri 1 Syawal 1446 H jatuh pada Senin, 31 Maret 2025. Penetapan tersebut didasari oleh hasil hisab hakiki wujudul hilal
BPIP dan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menggelar diskusi bertajuk “Aktualisasi Nilai Ketuhanan dan Kebangsaan dalam Menjaga Moderasi Beragama di Indonesia”. Edukasi Pancasila
Toleransi, katanya, adalah kata yang paling sering terdengar tapi terkadang bisa berbalik menjadi penyebab tindakan-tindakan intoleran.
Kementerian Agama menggagas Gerakan Ekoteologi, yaitu pendekatan keagamaan yang mendorong kepedulian lingkungan berbasis nilai-nilai spiritual.
Fondasi dari moderasi beragama yang kokoh tak hanya bertumpu pada edukasi atau pendekatan budaya semata, tetapi juga sangat berkaitan dengan kondisi ekonomi masyarakat.
Dengan memahami makna semboyan bangsa tersebut maka akan muncul cinta, toleransi, dan kelembutan perlu dimiliki oleh setiap orang yang beragama.
Wasathiyah sejatinya mengantarkan manusia ke kehidupan yang sukses dan bahagia, baik di dunia maupun di akhirat.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved