Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
PADA tanggal 13-15 Syakban 1445/23-25 Februari 2024, Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah (MTT PPM) akan menyelenggarakan perhelatan besar Musyawarah Nasional Tarjih ke-32 di Pekajangan, Pekalongan, Jawa Tengah, sekaligus memperingati Satu Abad Majelis Tarjih. Tema Munas Tarjih ke-32 ialah Meneguhkan Islam berkemajuan dalam membangun peradaban semesta. Persoalan yang dibahas meliputi Kalender Hijriah Global Tunggal, Fikih Wakaf Kontemporer, dan Pengembangan Manhaj Tarjih Muhammadiyah.
Ketiga persoalan di atas sangat penting untuk dikaji dan dijadikan kerangka berpikir bagi warga persyarikatan. Kalender Hijriah Global Tunggal merupakan amanat dari Muktamar Muhammadiyah 1436/2015 di Makassar, dan 1443/2022 di Surakarta. Wakaf Kontemporer juga perlu direspons dan diputuskan agar dapat dijadikan pedoman dalam mengelola dan mengembangkan perwakafan di Muhammadiyah. Sementara itu, Manhaj Tarjih Muhammadiyah merupakan kerangka berpikir yang perlu dipahami bersama. A Malik Fadjar pernah mengatakan, "Majelis Tarjih merupakan jantung dan roh Muhammadiyah. Untuk itu, keberadaannya perlu memperoleh perhatian bersama.
Selengkapnya baca di epaper Media Indonesia https://epaper.mediaindonesia.com/detail/munas-tarjih-ke-32-dan-kalender-islam-global
Baca juga : LPHU PP Muhammadiyah Sinergikan Ekosistem Haji dan Umrah
LEMBAGA Amil Zakat, Infaq, dan Sadaqah Muhammadiyah (Lazismu) tingkat pusat secara resmi melakukan pentasarufan (penyaluran) dana kepada Majelis, Lembaga, dan Organisasi Otonom.
PIMPINAN Pusat Muhammadiyah menyampaikan tujuh poin sikap Muhammadiyah mencermati perkembangan Kawasan Timur Tengah akhir-akhir ini, salah satunya mengecam serangan AS ke Iran
Membaca Al-Quran akan memberikan pengaruh spiritual lebih dalam apabila dilakukan dengan tartil, sesuai perintah dalam Al-Muzammil ayat 4.
Ramadan tidak hanya menjadi momentum peningkatan ibadah secara individual, tetapi juga memiliki dimensi sosial dalam memperkuat kerukunan dan persatuan.
Saat ini setiap tahunnya hanya sekitar 1 juta dari 9 juta lebih siswa SMA yang lulus berhasil masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN).
Sekjen PSI sekaligus Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan ajaran Islam memiliki landasan teologis kuat untuk menjaga lingkungan dan hutan dalam perspektif ekoteologi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved