Sabtu 12 Maret 2022, 17:30 WIB

Atur Nalar Hadapi Imajinasi Kemewahan ala Crazy Rich

Eko Suprihatno, Editor Media Indonesia | Opini
Atur Nalar Hadapi Imajinasi Kemewahan ala Crazy Rich

MI/RM Zen
Jurnalis Media Indonesia Eko Suprihatno

 

Siapa sih yang ingin hidup jadi orang miskin? Pasti banyak yang ingin kaya sampai tujuh turunan. Mudahnya sih muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga. Siapa yang enggak ingin seperti itu?

Tidak ada aturan yang melarang kita menjadi orang kaya raya. Persoalannya, bagaimana cara kita menjadi orang kaya? Itu baru yang diatur. Sekarang ini kita mengenal istilah crazy rich, sebutan untuk orang yang superkaya karena sukses dalam berbisnis sehingga memiliki berbagai fasilitas dan harta.

Belum lagi isi tabungan yang bagi kalangan kebanyakan cuma bisa dikhayalkan saja. Maklum, isi rekening mereka itu bertaraf miliar rupiah. Singkat kata, crazy rich adalah orang yang bisa dibilang tidak lagi menginjak bumi melainkan di kayangan.

Istilah crazy rich mulai bergema di masyarakat setelah kemunculan buku berjudul Crazy Rich Asians di 2013. Makin tak terbendung ketika pada 2018, buku tersebut diangkat ke layar lebar.

Publik begitu terperangah ketika media sosial begitu riuh saat sejumlah anak muda yang tak diketahui basis bisnisnya, tiba-tiba hadir dengan gemerlap. Mobil-mobil supermahal, liburan mewah, rumah mewah yang terkadang hanya ada di negeri dongeng. Belum lagi aksi-aksi mereka yang pamer kekayaan, seolah hidup ini cuma ada gelimangan uang.

Bayangkan, Indra Kesuma atau yang ngetop dipanggil Indra Kenz bercerita di akun media sosial miliknya. Pemuda asal Medan, Sumatra Utara ini pernah bercerita membeli mobil senilai miliaran rupiah hanya karena pada pukul 03.00 dini hari merasa gabut, istilah anak sekarang untuk menyebut bingung karena enggak ada pekerjaan.

Yang bikin orang terperangah, enteng saja dia menyebut harga itu 'wow murah banget'. Rasanya ingin menangis mendengar barang seharga miliaran rupiah dibilang murah. Karena banyak orang yang untuk mendapatkan mobil sejuta umat yang harganya Rp120 jutaperlu lima tahun mencicil. Belum lagi ungkapan yang dianggap menyakiti banyak orang, bahwa terlahir miskin adalah privilege.

Balutan lain adalah aksi sosial yang kemudian diunggah ke media sosial untuk memamerkan bahwa mereka bukan cuma kaya harta, tapi juga kaya hati. Hal itu dibuktikan dengan entengnya mereka memberikan fulus ratusan ribu rupiah kepada banyak pengemudi ojek daring yang sedang mangkal. Belum lagi ketika memberikan donasi ke berbagai pihak yang nilainya sungguh fantastis. Salah kah? Ya enggak salah dong. Masa sih orang mau beramal dianggap mengada-ada.

Pelan tapi pasti banyak orang yang mulai menyoroti sikap hedonis para crazy rich. Kalau saja tak menebar omongan yang arogan, barangkali orang akan makin angkat topi untuk segala aktivitas mereka. Tapi ketika secara tak sadar terucap omongan-omongan yang dianggap mengecilkan orang lain, saat itulah mulai banyak yang mengulik asal usul harta mereka.

Bayangkan saja, ketika usia belum lagi mencapai 25 tahun tapi sudah memiliki harta yang fantastis. Tentu orang akan bertanya-tanya, bisnisnya apa sih? Kasih tahu dong rahasianya? Masa cuma kamu aja yang bisa kaya, kami pun ingin banget seperti kamu. Nah, untuk menjawab segala hasrat banyak orang tersebut, para crazy rich ini mulai buka dapur yang jadi mesin uang mereka. Investasi dong. Kira-kira begitu jawaban singkatnya.

Maka berbondong-bondonglah mereka yang ingin meraup cuan dengan senang hati menyetor duit melalui aplikasi yang dibuat para crazy rich ini. Di sinilah sesungguhnya pil pahit itu dimulai.

Publik pun mendadak terperangah ketika Indra Kenz ditangkap polisi karena diduga melakukan pencucian uang. Belum lagi usai berita tentang Indra Kenz yang dicokok polisi, kabar terbaru crazy rich asal Bandung, Jawa Barat, Doni Muhamad Taufik atau yang dikenal sebagai Doni Salmanan, mengikuti jejak koleganya menuju tahanan polisi atas dugaan serupa.

Indra dan Doni, suka tidak suka, memberikan banyak pelajaran bagi kita. Fenomena crazy rich telah menciptakan imajinasi kemewahan bagi banyak orang. Mereka memanfaatkan sifat banyak orang Indonesia yang ingin tahu seperti apa kemewahan yang mereka, atau selebritas lain. Gaya hidupnya, mobilnya, makanannya, rumahnya, liburannya, hingga isi rekeningnya. Singkatnya, superkepo.

Media sosial dan televisi ikut andil menciptakan orang-orang yang memiliki hasrat kaya dengan cara apapun. Kita bisa lihat hampir setiap hari dicekoki tayangan-tayangan yang menebar kemewahan.

Kalau kata Guru Besar Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Rhenald Kasali, para crazy rich itu pamer saja. Mereka sedang melakukan flexing, pola marketing dengan cara doyan pamer kekayaan walau sebenarnya mereka bukan orang kaya sesungguhnya. Flexing hal yang biasa di kehidupan bermasyarakat.

Dalam akun Youtube miliknya, pendiri Yayasan Rumah Perubahan ini mengungkapkan istilah poverty screams but wealth whispers. Artinya, orang kaya sesungguhnya tidak suka pamer dan justru menginginkan privasi. Orang-orang kaya itu tidak berisik, whispers. Malah mereka malu membicarakan tentang kekayaan.

Dalam teori consumer behavior ada yang namanya conspicuous consumption atau konsumsi yang sengaja ditunjukkan kepada orang. Rhenald menyebut hal ini banyak digunakan untuk marketing. Jadi cara flexing itu adalah marketing untuk membangun kepercayaan kepada customer, akhirnya dia percaya dan menaruh uangnya.

Kini Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sudah memblokir 121 rekening terkait dugaan praktik investasi bodong yang dilakukan sejumlah pihak seperti dari kalangan afiliator binary option. Jumlahnya sungguh luar biasa, hampir Rp355 miliar, kalau mengacu penjelasan Kepala PPATK Ivan Yustiavandana, Kamis 10 Maret 2022.

Jumlah itu memang bukan cuma yang terkait dua crazy rich yang sudah jadi tersangka itu, melainkan dari berbagai macam investasi bodong, aplikasi jasa keuangan, dan sebagainya.

Pemblokiran 121 rekening terkait dugaan praktik investasi bodong semoga saja akan menyadarkan publik bahwa banyak banget tampilan kemewahan itu cuma kulit luar.

Intinya, ketika ada penawaran investasi dengan keuntungan di luar nalar, hendaknya jangan langsung main sambar saja. Berpikirlah secara jernih, bahwa tidak ada kekayaan yang datang hanya dalam satu malam. Semua butuh proses dan pengorbanan. Tawaran keuntungan instan harus dicurigai sebagai penipuan.

Indra Kenz dan Doni Salmanan menjadi tersangka akibat dugaan kasus penipuan binary option. Indra, tersandung kasus penipuan berkedok investasi binary option Binomo. Sedangkan Doni tersangka kasus penipuan investasi binary option dalam aplikasi Quotex. Tujuan mereka adalah mengambil uang dari publik sebanyak mungkin dengan metode perdagangan transaksi, sehingga jika ada kerugian itu bisa dianggap kerugian transaksi. Begitu tegas ivan.

Hidup yang wajar sajalah, tanpa perlu menipu orang lain. Hasil yang didapat dari penipuan juga tak berlangsung lama bahkan jauh dari berkah.

Di sisi lain, kehadiran negara sangatlah diperlukan. Mengedukasi warganya. Mengedukasi masyarakatnya suatu kebutuhan dan harus terus dilakukan terus menerus. Jangan sampai ketika sudah ada kejadian, maka negara baru bergerak. Masyarakat sudah susah loh. Mulai dari kondisi minyak goreng yang langka, harga gas yang tinggi, dan masih banyak lagi. Apalagi sekarang ditambah dengan yang namanya Binomo dan Quotex seperti ini. Masih banyak lagi instrumen keuangan yang abal-abal dan negara harus hadir melacak ini.

Gerak cepat aparat hukum, khususnya kepolisian, dalam menangani kasus ini patut diacungi empat jempol. Ini adalah kasus yang besar. Saya meyakini kepolisian tidak akan kendor. Apalagi, masalah ini telah merugikan banyak pihak. Dan pasti masyarakat akan terus mengawasi dan mengawal.

 

VIDEO TERKAIT:

Baca Juga

MI/Duta

Asas Legalitas dalam Sistem Hukum di Indonesia, Relevankah?

👤Romli Atmasasmita Guru Besar (Em) Universitas Padjadjaran 🕔Kamis 19 Mei 2022, 05:10 WIB
Ketentuan itu cocok dengan karakteristik masyarakat Indonesia yang bersifat heterogen; berbeda-beda kultur daerah adat satu dan...
Dok. Pribadi

Waisak, Momentum Introspeksi Diri

👤Maha Pandita Utama Suhadi Sendjaja Ketua Umum Parisadha Buddha Dhrama Niciren Syosyu Indonesia (NSI) 🕔Kamis 19 Mei 2022, 05:05 WIB
HARI raya Waisak merupakan sebuah momentum untuk semakin mendalami makna perjuangan Buddha Sakyamuni dalam menghayati darma dan...
MI/Duta

Pemimpin ASEAN: Saatnya Belajar pada Angsa Hitam Ukraina

👤Hary Prabowo Analis Internasional dan Geopolitik Asia-Pasifi k 🕔Kamis 19 Mei 2022, 05:00 WIB
UKRAINA kini telah menjadi bara api paling membara. Pelan, tapi pasti. Sumbu api merembet ke negeri-negeri Balkan, Eropa Timur, hingga...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya