Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
LETAK geografis Indonesia yang dikelilingi gunung api (ring of fire) merupakan musibah sekaligus berkah. Selain mendatangkan bencana, berbagai letusan dan gempa yang terjadi sejak ratusan bahkan ribuan tahun silam membuat tanah di wilayah ini subur. Saking suburnya 'Tongkat kayu dan batu pun jadi tanaman', begitu dendang Koes Plus. Riwayat kondisi geologis ini juga menciptakan lukisan alam yang indah berupa lembah, sungai, ngarai, bukit, serta hutan, yang menjadi rumah bagi puluhan ribu spesies flora dan fauna. Tidak mengherankan negeri ini menjadi salah satu negara yang memiliki keanekaragaman hayati terbanyak di dunia setelah Brasil dan Zaire.
Keelokan alam ini semestinya menjadi modal negara ini untuk mengembangkan diri menjadi salah satu destinasi ecotourism yang berpotensi menarik wisatawan. Ecotourism atau ekowisata merupakan salah satu kegiatan pariwisata berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal, serta aspek pembelajaran dan pendidikan. Keberadaan sejumlah geopark (taman bumi) yang tersebar di berbagai wilayah Nusantara merupakan surga bagi pegiat wisata semacam ini. Di kawasan Pelabuhan Ratu yang masuk bagian dari Geopark Ciletuh, misalnya, selain menikmati keindahan alam, menurut penelitian yang dilakukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, kita bisa menemukan jejak tsunami purba yang melanda kawasan itu ratusan tahun silam.
Seperti dikutip situs Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf.go.id), secara konsep geopark adalah kawasan yang memiliki unsur geologi terkemuka, dengan masyarakat setempat juga berperan serta melindungi warisan alam tersebut. UNESCO memberikan penghargaan khusus bagi beberapa geopark terbaik di seluruh dunia dengan sebutan UNESCO Global Geoparks. Kawasan Ciletuh, Jawa Barat, bersama beberapa geopark lainnya di Tanah Air, seperti kawasan Batur di Bali, Geopark Batur; Gunung Sewu, perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur; Geopark Rinjani, NTB; serta kawasan Danau Toba, Sumatra Utara; telah menyandang predikat itu.
Oleh karena itu, tepat kiranya jika pemerintah mau lebih serius untuk mengembangkan keberadaan taman bumi semacam ini untuk mendatangkan wisatawan. Apalagi, jumlah taman semacam itu mungkin ratusan yang tersebar di berbagai penjuru Tanah Air, baik yang berskala lokal maupun nasional. Asalkan, seperti kata Presiden Jokowi, pengelolaannya harus baik. Ia juga meminta dalam pengembangannya dapat melibatkan para pegiat lingkungan, akademisi, serta warga. “Semua keragaman dan kekayaan yang kita miliki harus kita jaga dan lindungi, tidak dirusak dan dieksploitasi secara berlebihan, bertanggung jawab terhadap keberlangsungan lingkungan dan ekosistem,” kata Presiden dalam Konferensi Nasional Geopark Indonesia II yang digelar secara virtual, Senin (22/11).
Apa yang disampaikan Presiden kiranya harus didengar para pemangku kepentingan di bidang pariwisata. Jangan atas nama pariwisata, semuanya diterabas tanpa memperhatikan aspek lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar. Roda ekonomi memang mesti berputar, tetapi ia juga harus bisa menjaga keberlanjutan, entah itu sumber daya alam maupun manusianya. Sudah banyak contoh bagaimana alam murka lantaran eksploitasi yang dilakukan manusia secara berlebihan, mulai banjir hingga tanah longsor. Banjir bandang yang menerjang kawasan Batu, Malang, Jawa Timur, belum lama ini, salah satunya diduga disebabkan telah terjadi alih fungsi lahan sehingga ekosistem di hulu wilayah itu terganggu.
Agar cerita pilu semacam ini tidak lagi terulang, memang perlu langkah bijak dalam mengelola alam, terlebih di kawasan konservasi dan geopark.
Industri pariwisata Bali bersiap menghadapi lonjakan permintaan akomodasi pada Maret 2026 seiring berdekatannya Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri.
Ia menekankan bahwa kualitas fasilitas mencerminkan pengelolaan kawasan.
Hal yang sering sekali terlihat kurang dalam pemanfaatan cagar budaya disebabkan oleh titik berat dan bobotnya lebih berat kepada komersialisasi pariwisata.
Malaysia raih 42,2 juta wisman di 2025, sementara Indonesia lampaui target dengan 15,3 juta kunjungan. Simak perbandingan strategi pariwisata kedua negara di sini.
Bosan dengan Bali? Temukan 7 destinasi WFA terbaik di Indonesia tahun 2026. Panduan lengkap infrastruktur internet, biaya hidup, dan komunitas digital nomad.
Minat wisatawan Indonesia terhadap perjalanan internasional dengan pengalaman yang lebih personal dan bermakna terus menunjukkan peningkatan.
Industri pariwisata Bali bersiap menghadapi lonjakan permintaan akomodasi pada Maret 2026 seiring berdekatannya Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri.
Rilis dari BMKG Wilayah III Denpasar juga menyebutkan, peringatan dini angin kencang yang berpotensi melanda Kabupaten Badung, Gianyar, Klungkung serta Kota Denpasar.
SEBANYAK 12 negara pemilik pantai yang ada di Samudera Hindia menggelar pertemuan membahas ikan tuna di 30th Session of the Coastal States Alliance (CSA 030) 30-31 Januari 2026 di Kuta Bali.
DINAS Kesehatan Provinsi Bali saat ini melakukan berbagai langkah antisipasi terhadap merebaknya virus Nipah, seperti yang dialami beberapa negara lainnya di dunia.
BANDARA I Gusti Ngurah Rai Bali melakukan antisipasi terhadap kemungkinan masuknya virus Nipa ke Bali, baik yang berasal dari turis asing maupun domestik.
Fokus utama petugas adalah area persimpangan jalan dan lampu lalu lintas (traffic light) yang kerap menjadi pusat kerumunan para pencari sumbangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved