Kamis 04 November 2021, 23:37 WIB

Formula E, Prestasi atau Duri bagi Anies?

Eko Suprihatno Jurnalis Media Indonesia | Opini
Formula E, Prestasi atau Duri bagi Anies?

MI/RM Zen
Jurnalis Media Indonesia Eko Suprihatno

 

Formula e batu sandungan Anies


Halo sobat. jumpa lagi di program the editors media indonesia.

Kalau berbicara mengenai DKI Jakarta tentu tidak sekadar kemacetan dan banjir. Kedua persoalan itu barangkali sudah menjadi keseharian warga sejak sebelum Kemerdekaan RI. Kalau memperbincangkan mengenai Jakarta saat ini, tentu tidak bisa dilepaskan dari sosok Anies Baswedan. Gubernur DKI Jakarta yang akan menanggalkan jabatan pada 16 Oktober 2022 atau sekitar 11 bulan lagi.

Setelah itu, Anies bisa  duduk manis menikmati pensiun dari politik. Atau bisa juga menantikan hajat besar bernama Pemilihan Presiden 2024. Apalagi, posisi Gubernur DKI Jakarta memang sangat strategis untuk melangkah ke pentas nasional. sebagaimana pendahulunya yang bernama Joko Widodo. Atau, bisa juga, Anies Kembali mengikuti Pemilihan Gubernur DKI Jakarta pada 2024. Toh, Anies masih boleh mengikuti kontestasi karena baru satu periode menjabat. Yang pasti, hampir dua tahun Anies harus absen dari jabatan publik bila hendak mengikuti kontestasi politik.  Pasalnya, pilkada 2022 ditiadakan untuk dipusatkan pada 2024 bertajuk pilkada serentak. 

Secara potensi, jelas Anies bepotensi. Bahkan, nama Anies termasuk tiga tertinggi sebagai kandidat presiden menggantikan Joko Widodo bila mengacu beragam survei. Anies bersaing ketat dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Secara prestasi, Anies memiliki latar belakang akademisi dan pernah menduduki jabatan rektor di universitas ternama dan pernah menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Secara akademi, Anies adalah lulusan luar negeri yang sudah pasti memiliki kemampuan nalar dan bahasa asing yang mumpuni. Selain itu, Anies juga konsisten untuk tidak terdaftar sebagai kader atau fungsionaris parpol. 

Dan saat kontestasi Gubernur DKI Jakarta 2017, Gerindra dan PKS sejak awal yakin Anies yang didampingi Sandiaga Uno bisa menang. terbukti Memang akhirnya dia berkuasa di Ibu Kota negara. walau banyak pihak yang menyebut saat pilkada DKI inilah politik identitas menemukan muaranya.

Apakah kelak model ini akan kembali diterapkan untuk ikut bertarung ke tingkat nasional? Apakah ada parpol yang masih tertarik untuk menggandeng Anies mengingat Anies kehilangan momentum dengan kehilangan kursi gubernur?

Bila melihat dua nama lain yang memiliki kans paling tinggi pada 2024 berdasarkan survei, Prabowo adalah sosok yang paling berpengalaman. Prabowo adalah salah satu peserta konvensi calon presiden Partai Golkar pada 2004. Saat itu, Prabowo dikalahkan oleh Wiranto. 

Pada 2009, Prabowo yang sudah mendirikan Partai Gerindra, sempat menggandeng Ketua Umum DPP PAN saat itu, Soetrisno Bachir. Hanya saja, karena tidak memenuhi persyaratan dukungan minimal, Prabowo beralih dan menjadi calon wakil presiden mendampingi Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri. Di pilpres ini, Mega-Prabowo kalah menghadapi Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono. 

Pada 2014, Prabowo berpasangan dengan Hatta Rajasa kalah menghadapi Joko Widodo-Jusuf Kalla. Dan pada 2019, Prabowo menggandeng Sandiaga Uno Kembali takluk menghadapi Jokowi-Ma’ruf Amin. 

Adapun Ganjar Pranowo adalah kader tulen PDIP. Sebelum menjabat Gubernur Jawa Tengah dua periode sejak 2013, Ganjar adalah anggota DPR dari FPDIP pada 2004-2009 dan 2009-2013. Untuk 2024, di internal PDIP Ganjar harus bersaing dengan putri Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani. Meskipuin, dari beragam survei, Puan tidak termasuk dalam tiga besar kandidat.  

Di sisi lain, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini tengah memeriksa dugaan korupsi dalam penyelenggaran balap ajang Formula e yang bakal dihelat di Jakarta pada 2022. Sebuah program yang kerap digaungkan oleh Anies akan memberi kemaslahatan bagi Jakarta dan Indonesia. Rencananya, ajang balapan ini akan digelar pada Juni 2022 sebagai bagian dari ulang tahun Jakarta.

Pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri membenarkan pihaknya sudah meminta keterangan dan klarifikasi ke sejumlah pihak terkait Formula e. KPK sudah memeriksa Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta Ahmad Firdaus selama tujuh jam. KPK meminta masyarakat untuk aktif membantu pengumpulan bahan-bahan keterangan yang dibutuhkan. 

Bagi Fraksi PKS DPRD DKI yang menjadi pendukung setia Anies menegaskan tak ada yang janggal dalam penganggaran Formula e. Dalam pandangan anggota F-PKS M Taufik Zoelkifli, anggaran dari APBD DKI Jakarta sebesar Rp560 miliar sebagai commitment fee telah sesuai kontrak dengan tim Formula e operation atau FEO. FEO adalah manajemen induk perlombaan mobil listrik tersebut.

Berbeda dengan Taufik. anggota Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Anthony Winza Prabowo justru mengatakan PSI sudah menemukan banyak hal janggal sejak awal. Dia mengaku tidak ikut dalam membahas Formula e karena baru dilantik pada pertengahan 2019. Saat itu sudah ada penetapan APBD perubahan termasuk anggaran commitment fee Formula e.

Dia mempertanyakan masuknya rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) yang tiba-tiba muncul dalam APBD. Bahkan commitment fee yang digelontorkan itu dianggap terlalu mahal. Kejanggalan lain, masih kata Anthony, ketika PT Jakarta Propertindo (Jakpro) mengatakan berhasil bernegosiasi dengan FEO agar commitment fee sebesar Rp560 miliar yang semula hanya untuk dua musim penyelenggaraan menjadi tiga musim penyelenggaraan adalah hal yang juga patut dicurigai. Apalagi, terjadi perubahan angka yang sangat fantastis. Bila di awal dananya mencapai 20 juta poundsterling per tahun dan tiap tahun meningkat 2 juta poundsterling, lalu mendadak menjadi Rp560 miliar 

KPK juga pernah dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus juga pernah memintai keterangan Anies terkait korupsi pengadaan tanah di Munjur, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Jubir KPK bidang Penindakan Ali Fikri menyatakan pihaknya telah menetapkan tersangka dalam kasus ini yakni Direktur Utama Perusahaan Daerah Pembangunan atau PD Sarana Jaya Yoory C Pinontoan; Direktur PT Adonara Propertindo Tommy Adrian; Wakil Direktur PT Adonara Anja Runtuwene; dan Rudy Hartono.

Sehingga, proses hukum di Formula e bisa saja menjadi legacy dan prestasi bagi sosok Anies. Akan tetapi, bisa juga menjadi duri. 
 

VIDEO TERKAIT:

Baca Juga

Dok. Pribadi

Kuasa Perempuan, Melihat Arab Saudi dan Indonesia

👤Anis Fuadah Z Pengajar di UIN Jakarta, Pendiri Yayasan AB Jaya Inisiatif, fi lantrop di dunia kependidikan, tinggal di Arab Saudi 🕔Sabtu 29 Januari 2022, 05:00 WIB
NEGARA yang baik, tentu di dalamnya tak lepas dari peran perempuan. Perempuan menjadi bagian penting dalam pembangunan, melalui kecerdasan...
Dok pribadi

G-20 dan Jalan Panjang Keamanan Digital Indonesia

👤Viskayanesya, Ditjen Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkominfo 🕔Jumat 28 Januari 2022, 21:15 WIB
Lewat isu tersebut, Indonesia memberikan wadah bagi anggota G-20 melakukan upaya menyelaraskan kebijakan, peraturan, dan praktik terbaik...
Dok pribadi

Melampaui Polemik Dana Desa 2022

👤Usep Setiawan, Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Presiden Republik Indonesia 🕔Jumat 28 Januari 2022, 20:25 WIB
Perlu diingat, penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional merupakan agenda yang tidak terpisah dan saling...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya