Minggu 24 Oktober 2021, 05:00 WIB

Memanfaatkan Peluang

Adiyanto Wartawan Media Indonesia | Opini
Memanfaatkan Peluang

MI/Ebet
Adiyanto Wartawan Media Indonesia

 

PAGI kemarin, sembari ngopi di teras rumah ditemani beberapa potong tempe goreng, saya membaca berita mengenai sejumah negara yang terancam kekurangan beberapa bahan pokok, mulai kopi, tisu toilet, pakaian, hingga pasokan air bersih dan batu bara. Negara-negara itu antara lain, Tiongkok, Amerika Serikat, Brasil, India, serta Libanon.

Terus terang saya agak lega membaca berita tersebut karena Indonesia tidak disebut di dalamnya. Pada berita yang diunggah BBC, Selasa (19/10), itu disebutkan krisis air yang terjadi di Brasil dalam beberapa tahun terakhir dianggap sebagai salah satu penyebab panen kopi yang gagal tahun ini.

Dikombinasikan dengan salju dan siklus panen alami, kekeringan berkontribusi pada penurunan yang signifikan dalam produksi kopi di negara tersebut. Melonjaknya biaya pengiriman dan kekurangan kontainer, turut pula membebani para produsen kopi. Hal ini bakal berdampak pada harga kopi di kafe-kafe di seluruh dunia karena Brasil merupakan produsen dan pengekspor kopi terbesar.

Karena sebagian besar energi listrik negara itu berasal dari pembangkit listrik tenaga air dari bendungan, kekurangan air juga membawa dampak langsung pada pasokan energi Brasil. Menurut laporan Washington Post, otoritas negara itu telah meminta warganya untuk menghemat listrik.

Seperti halnya Brasil, krisis energi juga tengah menerpa Tiongkok. Negara yang paling melesat pertumbuhan ekonominya dalam satu dekade terakhir itu, mungkin bakal terancam kekurangan pasokan sejumlah kebutuhan pokok seperti kertas, makanan, tekstil, hingga chip komputer. Masalah utamanya berasal dari krisis listrik, yakni lebih dari 20 provinsi di negara itu mengalami pemadaman listrik. Lebih dari separuh listrik di Tiongkok berasal dari batu bara, yang harganya sedang melonjak di seluruh dunia.

Untuk diketahui, selain penghasil batu bara terbesar di dunia, negara yang dipimpin Xi Jinping itu merupakan konsumen terbesar salah satu jenis bahan bakar fosil tersebut dengan menyerap 53% produksi global.

Biaya ini tidak dapat dibebankan ke konsumen di ‘Negara Tirai Bambu’ itu karena batasan harga yang ketat sehingga perusahaan energi mengurangi produksi. Artinya, meskipun permintaan barang-barang Tiongkok melonjak, pabrik-pabrik diminta untuk mengurangi penggunaan energi atau tutup selama beberapa hari. Produksi batu bara, menurut Dr Michal Meidan dari Institut Studi Energi Oxford, juga dipengaruhi oleh pemeriksaan keamanan di tambang, aturan lingkungan yang lebih ketat, dan banjir yang terjadi baru-baru ini.

Apa yang terjadi di negara-negara tersebut, tentunya menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Indonesia. Di tengah perekonomian yang kian terhubung satu sama lain, berkurangnya pasokan sejumlah komoditas dari satu negara tentunya jadi peluang bagi negara lain. Indonesia, sebagai salah satu produsen kopi terbesar di dunia, misalnya, dapat memanfaatkan krisis yang terjadi di Brasil. 

Sejauh ini, menurut data World Top Export, Indonesia menempati urutan ke-9 sebagai negara pengekspor kopi di dunia. Adapun lima negara tujuan utama ekspor kopi dari Indonesia, menurut Badan Pusat Statistik, ialah Amerika Serikat, Italia, Malaysia, Mesir, dan Jepang.

Tantangannya tentu saja pada upaya meningkatkan kualitas maupun kuantitas produksi, apalagi negara produsen kopi lainnya, seperti Vietnam dan Kolombia tentu tidak akan tinggal diam. Pandemi covid-19 yang melanda dalam dua tahun terakhir, tentu juga menjadi tantangan lainnya karena telah memukul daya beli masyarakat, termasuk keinginan orang untuk pergi ke kedai kopi. Namun, seberat apa pun tantangannya, itu bisa disiasati dengan kreativitas dan inovasi. Asalkan, tentu saja, ada kemauan.


 

Baca Juga

Dok. MI

Liga Pemilu 2024

👤IGK Manila Gubernur Akademi Bela Negara (ABN) dan anggota merangkap Sekretaris Majelis Tinggi Partai NasDem 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 05:10 WIB
HAWA perlombaan menjelang Pemilu 2024 sudah semakin...
MI/Seno

Ferdy Sambo, Kekerasan Aparat dan Integritas Polri

👤Laode Ida 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 05:00 WIB
Sebelumnya, banyak pihak yang ragu dengan kecurigaan akan adanya upaya melindungi aparat...
MI/Seno

Di Balik Kemajuan Pembangunan Manusia DKI Jakarta

👤Abdurrahman Syebubakar Pemerhati demokrasi dan pembangunan manusia, Ketua Dewan Pengurus Institute for Democracy Education (IDE) 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 05:15 WIB
Lebih jauh, Amartya Sen (1999), peletak landasan konseptual pembangunan manusia, mendefinisikan pembangunan sebagai kebebasan (development...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya