Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGAIMANA orang Yogya, suka mendengungkan 'dari Yogya untuk Indonesia', yaitu nilai-nilai toleransi dalam keberagaman dan kebinekaan, kini tibalah saatnya orang Papua mendengungkan: 'dari Papua untuk Nusantara'.
Semboyan dari Yogya itu populer sekitar 10 tahun yang lalu. Jika dilacak, semboyan ini bermuasal pada sejarah panjang kontribusi Yogyakarta, keraton dan rakyatnya, terhadap perjuangan kemerdekaan dan pergerakan nasional Indonesia (Kurniawan, Widijanto dan Khoiri, 2013 di Kompas.com). Kota Yogyakarta, juga meneguhkan diri sebagai 'Kota Toleran' pada tahun 2003. Susabun dalam tulisannya di Kumparan.com, menyebut 'Dari Yogyakarta, niscaya kita bisa membangun Indonesia yang toleran terhadap pluralisme identitas'.
Itu yang dari Yogya. Bagaimana dengan yang dari Papua? Mungkinkah saat ini 'ada inspirasi yang penting datang dari Papua untuk Indonesia?'. Padahal, rasanya sarat stigma buruk tentang Papua. Tampaknya, di alam pikiran publik Papua identik dengan wilayah tertinggal, kemiskinan, konflik dan kekerasan. Juga, sejarah Papua adalah sejarah penyatuan dan perlakuan yang berbeda, penaklukan alam dan masyarakat adatnya.
Oleh karena itu, pantas bila pada umumnya, kita tidak bisa membayangkan adanya sebuah sumbangan inspirasi penting dari Papua. Tetapi, ada dan kini adalah saatnya. Noken adalah sumbangan dari Papua untuk Nusantara. Sumbangan ini sangat penting, berharga, dan relevan dengan tantangan akhir-akhir ini di seluruh Nusantara.
Bagi Indonesia, bahkan dunia zaman sekarang, sumbangan ini akan lebih berharga dan diperlukan dibanding sumbangan lain, berupa benda-benda yang nampak, dan bisa dihitung dari Papua selama ini. Noken ini, lebih berharga daripada emas, dan tembaga di Pegunungan Jayawijaya. Lebih berharga, dari hutan-hutan dengan berbagai sumberdaya dan fungsi penjaga iklim dunia. Bahkan, juga akan lebih berharga daripada misalnya beras, dan bahan pangan kalau rencana food estate jadi dibuat dan berhasil di Papua.
Baca juga: Dunia Islam dan Uighur
Bencana pandemi covid-19, krisis sosial-politik-ekonomi, dan perubahan iklim sedang melanda Indonesia dan dunia saat ini. Berbagai krisis zaman tersebut, hanya bisa diatasi dengan tindakan serentak dan kolektif, dengan kerja sama seluruh warga dan bangsa.
Sangat nyata, bahwa untuk menekan penularan covid-19 dan memunculkan herd community, setiap dan semua orang harus memakai masker, menjaga jarak, melakukan isolasi dan pembatasan gerak, dan sebagian besar dari total populasi harus sama-sama bersedia divaksinasi. Bukan sebaliknya, seperti yang kini terjadi dimana justru orang-orang dan negara-negara bergerak sendiri-sendiri, adu kuat dalam persaingan dan perebutan akses serta stok vaksin.
Zaman ini, juga ditandai munculnya ke permukaan rasisme, fasisme, otorianisme yang ditandai dengan konflik, kekerasan, diskriminasi berdasarkan ras, warna kulit, agama, dan perbedaan kemampuan (difabilitas), dan penguasaan paksa atas sumberdaya.
Sementara itu, menangani krisis iklim global mensyaratkan setiap warga dan bangsa bersepakat, dan melakukan peran masing-masing, untuk menekan emisi gas rumah kaca, serta membangun sistem kehidupan baru yang rendah karbon dan ramah terhadap alam.
Untuk berbagai krisis nasional dan global itulah, sumbangan dari Papua kini ditawarkan, yaitu noken dengan filosofinya.
Noken yang khas Papua ini, diakui sebagai warisan dunia sejak tahun 2012. Dunia mengakui bahwa 'selain dari fungsi sehari-hari, noken memiliki fungsi sosial, budaya dan ekonomi. Noken adalah identitas sosial komunitas adat di Papua, Noken menyatukan komunitas-komunitas adat di Papua'.
Sebagai produk kerajinan tangan, noken berbentuk jaring rajutan atau tas anyaman terbuat dari serat kayu atau daun. Laki-laki dan perempuan menggunakannya untuk membawa berbagai barang, termasuk umbi-umbian, hewan piaraan atau buruan, kayu bakar. Selain itu, untuk berbelanja dan menyimpan barang-barang di rumah, bahkan, juga untuk membawa bayi atau anak yang masih kecil.
Namun, noken bukan hanya tas anyaman untuk berbagai guna, akan tetapi juga filosofi. Filosofi noken itu, secara singkat adalah kasih kerahiman, rajutan solidaritas, kekuatan dalam kelenturan, keberdayagunaan, keterbukaan, dan pemelihara ruang kehidupan.
Bentuk, fungsi, dan filosofi noken, adalah serupa rahim yang penuh kasih, memelihara, melindungi, dan memberi nutrisi, gizi dan cinta, merajut hubungan dan solidaritas, melahirkan serta merawat kehidupan.
Dengan simpul hidup pada setiap titik pertemuan utasnya, kualitas utama noken adalah kelenturan. Tetapi, justru itulah sebab noken menjadi kuat.
Noken yang transparan menunjukkan keterbukaan, kejujuran, penerimaan, pengetahuan dan pembelajaran. Noken adalah kekayaan, jati diri, dan pemelihara ruang kehidupan itu sendiri.
Filosofi noken itulah sumbangan Papua. Kini saatnya Indonesia membuka diri dan menerima sumbangan paling berharga itu. Bulan ini menjadi momentum memberi dan menerima, karena masyarakat adat di Papua dan seluruh masyarakat adat Nusantara merayakan Hari Kebangkitan Masyarakat Adat Nusantara, 17 Maret 2021, dengan noken sebagai sumbangannya untuk Indonesia dan dunia.
Filosofi noken itulah, yang saat ini paling diperlukan untuk hadir di Indonesia, bahkan dunia, yang sedang mengalami pandemi, perubahan iklim, terkoyak-koyak oleh polarisasi atas nama agama, ras, kelas, dan kepentingan politik, ekonomi.
Inilah zaman, dimana Indonesia, bahkan dunia, perlu meletakkan filosofi noken, supaya mendasari berbagai upaya, kebijakan dan tindakan sehari-hari, untuk keluar dari multi-krisis dan kembali utuh dalam membangun kehidupan.
Sebagaimana ajakan dari Yogya untuk toleransi dalam keberagaman, Papua hari ini mengajak keluarga besar bernama Indonesia untuk melakukan gerakan menoken, yang dalam kerahiman yang lentur. Sekaligus kuat, dengan keterbukaan, merajut solidaritas, dan memelihara kehidupan.
Jika Anda memiliki rencana untuk menikmati buka puasa di Yogyakarta, Novotel & ibis Yogyakarta International Airport Kulon Progo menjadi pilihan yang sangat menarik dan tak boleh dilewatkan.
Dinkes Kota Yogyakarta mengoptimalkan proses pemulihan kepesertaan Program PBI-JKN yang sempat dinonaktifkan.
SWISS-BELHOTEL Airport Yogyakarta kembali menyelenggarakan kegiatan donor darah bekerja sama dengan PMI Wates, Kulon Progo, untuk memastikan ketersediaan stok darah di wilayah ini.
MULAI pukul 00.00 WIB, Jumat (6/2), KAI Daop 6 Yogyakarta mulai membuka penjualan tiket untuk arus balik atau keberangkatan H+1 Lebaran.
Pemerintah Daerah Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta menargetkan kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, bertransformasi menjadi kawasan pedestrian penuh mulai 2026.
PEREMPUAN berusia 35 tahun asal Serui Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, ini dinobatkan sebagai lulusan tercepat jenjang Pendidikan Dokter Spesialis di Universitas Gadjah Mada (UGM).
Mikroba merupakan bagian integral dari kekayaan hayati Indonesia yang belum banyak dieksplorasi.
Kondisi cuaca signifikan ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan pengaruh tidak langsung dari Siklon Tropis Luana yang terpantau bergerak di selatan perairan Indonesia.
Bahlil menyampaikan bahwa pelayanan sektor energi di wilayah terdampak bencana terus diperbaiki, termasuk pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG.
Otorita IKN dan Komisi II DPR membahas percepatan pemindahan ASN, kesiapan infrastruktur, serta regulasi Pemdasus untuk memastikan Nusantara siap sebagai Ibu Kota Politik 2028.
Memasuki satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) menunjukkan kemajuan pesat.
Mengusung konsep "Authentic Indonesian Heritage with a Modern Twist", restoran ini siap memberikan pengalaman bersantap yang elegan, otentik, dan penuh cita rasa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved