Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJAK saya duduk di bangku sekolah sampai kemudian menjadi guru, kasus korupsi selalu terjadi di negeri ini. Di berbagai platform media massa, kasus korupsi selalu ada dan tak henti-hentinya menjadi trending topik setiap tahunnya. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui laman resminya telah mempublikasikan laporan kasus korupsi dengan transparan kepada masyarakat. Bahkan, statistiknya pun ada di laman tersebut. Sejumlah nama pejabat tingkat daerah bahkan pusat tersandung jeratan korupsi. Apa yang sebenarnya terjadi dengan sejumlah pemimpin kita?
Menjadi pemimpin di negeri ini bukanlah perkara mudah. Setiap orang harus menjadi pribadi pemimpin dulu sebelum memimpin banyak orang. Dalam buku national best seller berjudul Kubik Leadership: Solusi Esensial Meraih Sukses dan Hidup Mulia yang ditulis oleh Poniman dkk. (2014) menyatakan bahwa kepemimpinan dalam kubik leadership adalah kemampuan untuk menentukan ke mana hidup akan kita arahkan, apa-apa saja yang ingin kita lakukan dalam hidup ini, dan jalan mana yang harus kita tempuh untuk mencapainya. Dari kutipan tersebut dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan dimulai dari diri sendiri dan untuk mendapatkan jiwa-jiwa pemimpin dibutuhkan sebuah proses yang panjang sehingga menjadi karakter.
Sebenarnya, kapan karakter orang dewasa yang sekarang menjadi pemimpin di negeri ini dibentuk? Jawabannya ialah ketika mereka menempuh pendidikan di sekolah. Lalu, bagaimana menyelamatkan calon pemimpin-pemimpin masa depan Indonesia. Jawabannya masih sama, yaitu ketika mereka menempuh pendidikan di sekolah. Sekolah tidak hanya sebagai wadah bagi siswa untuk memperoleh ilmu saja. Namun, sekolah seharusnya dapat membentuk karakter siswa yang nantinya melekat dan akan digunakan pada kehidupan di masyarakat. Ada beberapa hal dan kegiatan yang seharusnya ditanamkan pada diri anak di sekolah untuk membentuk karakter;
Pertama, ajarkan berbagi dan peduli pada siswa. Kepedulian yang terus dipupuk akan menumbuhkan rasa simpati dam empati siswa. Simpati dan empati memang harus dibentuk sejak dini. Sekolah sebagai tempat mencari ilmu semestinya juga harus mewadahi siswa agar dapat memunculkan simpati dan empati. Hal ini dapat diwujudkan dengan membuat program sekolah, seperti program-program sosial. Program inilah diharapkan dapat memberi pengalaman berharga siswa.
Kedua, ajarkan kejujuran pada diri siswa. Kebohongan kecil dapat memicu kebohongan yang besar. Kalimat tersebut tidaklah salah. Kebohongan itu akan terus berlanjut. Tidak ada kebohongan demi kebaikan. Sekolah bisa mengajarkan nilai-nilai kejujuran yang di integrasikan pada pembelajaran. Misalnya, saat mata pelajaran bahasa Indonesia membuat karya tulis, guru bisa memberikan topik yang berkaitan dengan pendidikan anti korupsi. Dengan demikian siswa akan berusaha memahami dan mencari tentang nilai-nilai anti korupsi.
Ketiga, ajarkan keikhlasan pada diri siswa. Semua manusia akan rusak, kecuali orang yang berilmu. Orang yang berilmu pun akan rusak, kecuali orang yang beramal. Orang yang beramal pun akan rusak kecuali yang ikhlas. Begitulah penggalan kalimat dari Imam Al-Ghazali. Untuk menjadi pemimpin yang baik harus mengedepankan keikhlasan. Sebab, negeri ini sudah banyak orang yang pintar tetapi masih sedikit orang yang ikhlas. Siswa harus diajarkan ikhlas menerima kegagalan terhadap pencapaian yang tidak sesuai harapan. Guru dan orang tua dapat memberi dorongan untuk mendukung semangat siswa.
Keikhlasan haruslah diajarkan sejak kecil. Baik ikhlas dalam memberi maupun dalam membantu sesama. Jika anak sudah terbiasa ikhlas sedari ia kecil, hal sederhana tersebut akan tumbuh menjadi keikhlasan yang besar di kemudian hari. Anak-anak kita sejatinya merupakan pemimpin masa depan. Kelak mereka yang akan menempati kursi-kursi kepemimpinan di negeri ini. Pembentukan karakter dapat dilakukan sejak dini. Peran orang tua, guru, dan lingkungan yang mendukung sangat dibutuhkan anak. Berilah sedikit ruang mereka berekspresi namun tetap ajarkan kebaikan. Lewat kejujuran, keikhlasan, berbagi, dan kepedulian yang dibingkai keteladanan dalam pendidikan, anak nantinya akan dapat menjadi pemimpin yang jujur dan baik. Untuk saat ini mereka mungkin masih memakai seragam. Namun, di masa depan mereka adalah pemimpin dan harapan bangsa.
Ketua Umum PKB Cak Imin mengaku prihatin atas penetapan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman sebagai tersangka KPK dalam kasus dugaan korupsi bermodus THR.
KPK ungkap rencana Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman bagi-bagi THR hasil pemerasan senilai Rp610 juta ke Forkopimda. Simak detail penggeledahan dan penetapan tersangka
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menanggapi OTT KPK di Cilacap dan kembali menegaskan pentingnya integritas kepala daerah serta ASN dalam pemerintahan.
KPK bongkar modus 'target setoran' THR Bupati Cilacap Syamsul Auliya. RSUD hingga Puskesmas dipalak hingga Rp100 juta sejak 2025. Cek kronologinya.
KPK menetapkan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman sebagai tersangka pemerasan Rp610 juta dari 23 dinas untuk bagi-bagi THR Forkopimda.
KPK bongkar modus Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman peras RSUD & Puskesmas demi THR Forkopimda. Simak kronologi OTT KPK di sini.
Kolaborasi antara dunia industri dan institusi pendidikan kembali menunjukkan hasil positif. SMKN 1 Babelan, Kabupaten Bekasi, berhasil meraih penghargaan SMK Pusat Keunggulan.
GoStudy International bersama British Council membuka peluang lebih luas bagi pelajar Indonesia untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Inggris Raya melalui kampanye GoStudy GREAT UK.
Banjir besar November 2025 menyisakan duka yang belum usai, menjadikan perayaan tahun ini pengingat pahit bahwa bencana datang silih berganti.
Program penguatan kualitas lingkungan belajar dan pengembangan kapasitas siswa digelar untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan di Jakarta Timur.
PENDIDIKAN dasar dan menengah merupakan fondasi utama bagi masa depan sebuah bangsa.
PENDIDIKAN bisa jadi merupakan salah satu konsep dan aktivitas yang paling kompleks serta multidimensional dalam sejarah manusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved