Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto mengungkapkan alasan dibalik cepatnya para penyidik dalam menyita 22 kendaraan dan uang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel.
Pada pengungkapan korupsi dengan barang bukti terbanyak itu, KPK menyatakan proses penyitaan tersebut hanya dilakukan selama dua hari, yaitu Rabu (20/8/) dan Kamis (21/8/).
“Penyitaan mobilnya begitu banyak. Ini kami dapatkan semuanya, di hari Rabu sampai dengan Kamis itu. Langsung bergerak secara simultan semuanya di beberapa tempat,” kata Setyo dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih, Jakarta, Jumat (22/8).
Di balik penyitaan yang memakan waktu cepat itu, Setyo mengatakan, KPK telah berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri berbagai aliran dana.
“Kita juga sudah memiliki data dari PPATK. Di rekening-rekening ada nominee dan rekening yang lain, seperti itu,” tukasnya.
Dia juga menjelaskan bahwa PPATK memberikan informasi lengkap mengenai aliran transaksi rekening sehingga mudah untuk ditelusuri.
“Ya, PPATK sudah memberikan informasi juga itu tentang aliran transaksi rekening. Sehingga kita lebih mudah untuk bisa menelusuri, gitu. Baik itu aliran uangnya maupun penarikan, kemudian pengiriman, transfer, dan lain-lain,” ujarnya.
Selain kendaraan, Setyo menyebut pihaknya juga telah menelusuri beberapa barang bukti dalam bentuk harta tidak bergerak seperti rumah dan tanah.
“Kemudian kita lihat juga bahwa aliran uangnya ada yang diberikan kepada benda bergerak maupun tidak bergerak, yang bergerak tentu bisa kita bawa sekaligus mobil, ada kendaraan yang tidak bergeraknya sudah kita lakukan juga ada rumah, tanah, dan lain-lain,” imbuhnya.
Sebelumnya, KPK mengungkap korupsi Wamenaker Noel bersama 10 orang lainnya sebagai tersangka kasus pemerasan terkait pengurusan sertifikat keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan. Mereka disangkakan melanggar Pasal 12 huruf e dan/atau Pasal 12B Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo. Pasal 55 ayat (1) ke 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
KPK menahan Immanuel dan para tersangka lainnya selama 20 hari pertama, terhitung sejak 22 Agustus hingga 10 September 2025, di Rumah Tahanan KPK Gedung Merah Putih.
(E-3)
Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan periode 2024-2025, Immanuel Ebenezer Gerungan atau Noel Ebenezer, menjalani sidang perdana perkara dugaan pemerasan pengurusan sertifikat K3.
KPK tengah menelusuri kemungkinan mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer Gerungan, sengaja menyembunyikan tiga unit mobil dari rumah dinasnya.
Iqbal mengatakan praktik korupsi di Kemnaker berdampak langsung pada kondisi pekerja. Salah satunya terkait biaya tambahan akibat pungutan dalam perizinan.
Juru bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan pihaknya masih mencari tiga mobil itu. Kendaraan itu yakni Land Cruiser, Mercy, dan BAIC.
Budi mengatakan, uang yang disita dari rumah Sultan ini masih dalam proses penghitungan. Duit dan bukti elektronik dipastikan sudah menjadi barang sitaan.
KPK temukan empat ponsel di plafon rumah dinas mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel. Isi alat elektronik itu akan dibuka penyidik.
Real Sociedad meraih kemenangan mengejutkan 2-1 pada lanjutan La Liga di Stadion Reale Arena, Senin (19/1) WIB.
Para terdakwa memeras dengan cara tidak memproses RPTKA yang diajukan. Pemohon dipancing mendatangi kantor para terdakwa agar menanyakan permasalahan berkas yang tidak kunjung kelar.
KPK tengah menelusuri kemungkinan mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer Gerungan, sengaja menyembunyikan tiga unit mobil dari rumah dinasnya.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung memeriksa eks Wamenaker Immanuel Ebenezer alias Noel, hari ini, 9 September 2025. Noel irit bicara usai dimintai keterangan.
Budi menjelaskan, empat ponsel itu diambil karena diduga berkaitan dengan kasus dugaan pemerasan dalam sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
KPK merespons pernyataan eks Wamenaker Immanuel Ebenezer alias Noel soal pemindahan tiga mobil yang dilakukan anaknya. Anak Noel berpeluang dipanggil penyidik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved