Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

IOC Terapkan Skrining Gen SRY untuk Kategori Putri demi Keadilan Kompetisi

Basuki Eka Purnama
29/3/2026 05:28
IOC Terapkan Skrining Gen SRY untuk Kategori Putri demi Keadilan Kompetisi
Logo Olimpiade(AFP/FRANCK FIFE)

KOMITE Olimpiade Internasional (IOC) resmi mengumumkan kebijakan baru terkait standarisasi kelayakan atlet di kategori perempuan. Kebijakan ini menetapkan skrining gen Sex-determining Region Y (SRY) sebagai indikator utama untuk menentukan partisipasi atlet di kelas putri.

Presiden IOC, Kirsty Coventry, menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk menjamin sportivitas dan keamanan bagi seluruh peserta.

"Kebijakan yang telah kami umumkan didasarkan pada sains dan telah dipimpin oleh para ahli medis," ujar Kirsty Coventry melalui laman resmi IOC, dikutip Minggu (29/3).

Mekanisme Skrining Genetik

Kelayakan atlet perempuan kini ditentukan melalui deteksi keberadaan gen SRY

Berdasarkan bukti ilmiah, IOC memandang gen ini sebagai bukti akurat bahwa seorang atlet telah mengalami perkembangan biologis laki-laki. 

Proses pemeriksaan dilakukan melalui metode non-invasif seperti:

  • Sampel air liur
  • Usap pipi (buccal swab)
  • Sampel darah

Atlet dengan hasil skrining negatif secara permanen dinyatakan layak berkompetisi di kategori putri. Sebaliknya, atlet dengan hasil skrining SRY positif, termasuk atlet transgender XY dan atlet XY-DSD yang sensitif terhadap androgen, tidak memenuhi syarat untuk kategori ini.

Pengecualian Medis dan Kategori Alternatif

IOC memberikan pengecualian terbatas bagi atlet dengan diagnosis Complete Androgen Insensitivity Syndrome (CAIS) atau gangguan perkembangan seks (DSD) langka lainnya, selama terbukti tidak mendapatkan manfaat dari efek anabolik atau peningkatan performa testosteron.

Bagi atlet yang tidak lolos kriteria kategori perempuan, IOC tetap membuka ruang partisipasi di:

  • Kategori pria.
  • Slot pria dalam kategori campuran (mixed category).
  • Kategori terbuka (open category).
  • Cabang olahraga yang tidak mengklasifikasikan atlet berdasarkan jenis kelamin.

Aspek Keamanan dan Martabat Atlet

Sebagai mantan atlet, Kirsty Coventry menekankan pentingnya persaingan yang setara di level Olimpiade, ketika selisih performa sekecil apa pun sangat menentukan hasil akhir.

"Di Olimpiade, bahkan selisih terkecil pun dapat menjadi perbedaan antara kemenangan dan kekalahan. Tidak adil bagi laki-laki biologis untuk berkompetisi di kategori perempuan. Selain itu, dalam beberapa cabang olahraga, hal itu sama sekali tidak aman," tegas Kirsty.

Meskipun aturan diperketat, IOC menjamin bahwa setiap atlet akan diperlakukan dengan bermartabat. 

Pemeriksaan genetik ini hanya perlu dilakukan sekali seumur hidup, dibarengi dengan proses edukasi, konseling, serta pendampingan medis dari para ahli. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya