Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Pesona Cortina d’Ampezzo dan Ambisi Italia di Olimpiade Musim Dingin 2026

Irvan Sihombing
05/2/2026 20:35
Pesona Cortina d’Ampezzo dan Ambisi Italia di Olimpiade Musim Dingin 2026
Ilustrasi(Dok. Istimewa)

PESONA Cortina d’Ampezzo pertama kali menyihir mata dunia pada 1956. Kota ini mengukir sejarah sebagai tuan rumah Olimpiade Musim Dingin pertama yang disiarkan melalui layar televisi. Dahulu, sebelum teknologi satelit menghubungkan dunia secara instan, rekaman fisik harus dikirim manual.

Rekaman tersebut harus menempuh perjalanan panjang melintasi samudra demi mencapai Amerika Serikat. Hasilnya luar biasa, lanskap hitam-putih Pegunungan Dolomit yang megah sukses memukau penonton dunia dan menasbihkan Cortina sebagai destinasi mewah bagi kaum elite. 

Nama-nama besar seperti Frank Sinatra, Audrey Hepburn, Ernest Hemingway, hingga Brigitte Bardot tercatat pernah menyesap keanggunan kota ini. Kini, seiring kembalinya api Olimpiade, sang “Queen of the Dolomites” bersiap untuk kembali bersinar di bawah sorotan kamera dunia dalam ajang Olimpiade Musim Dingin 2026 Milano Cortina.

Digelar di Dua Kota

Olimpiade dan Paralimpiade Musim Dingin 2026 akan mencetak sejarah sebagai edisi pertama yang digelar di dua kota utama sekaligus: Milan dan Cortina d’Ampezzo. Cortina d’Ampezzo berada di ketinggian sekitar 1.224 meter di Pegunungan Dolomit.

Mengusung tema “Armonia” (Harmoni), upacara pembukaan dirancang sebagai jembatan yang menghubungkan kemewahan Milan sang ibu kota mode dengan kemurnian alam pegunungan Cortina.

Ajang yang menjadi Olimpiade musim dingin keempat di Italia ini akan digelar selama 19 hari dengan melibatkan sekitar 3.500 atlet yang bersaing dalam 116 nomor pertandingan dari 16 cabang olahraga. 

Italia mengusung konsep multiklaster dengan sebaran lokasi pertandingan paling luas sepanjang sejarah Olimpiade Musim Dingin, mencakup berbagai wilayah di bagian utara negara tersebut.

Jadwal dan Kesiapan Tuan Rumah

Upacara pembukaan dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 6 Februari 2026, meski babak kualifikasi beberapa cabang olahraga sudah dimulai sejak 4 Februari. Perebutan medali pertama akan terjadi pada Sabtu, 7 Februari, dan seluruh rangkaian acara akan ditutup di Verona Olympic Arena pada 22 Februari 2026.

Sebagai salah satu jantung penyelenggaraan, Cortina d'Ampezzo kini telah diselimuti salju tebal, kondisi ideal bagi resor ski yang berada di ketinggian 1.224 meter tersebut. Kota berpenduduk 5.400 jiwa ini akan menjadi pusat perhatian untuk cabang:

  •     Ski Alpine Putri.
  •     Olahraga Seluncur: Bobsleigh, skeleton, dan luge di Centro Sliding Olympic Monti yang telah direnovasi.
  •     Curling: Bertempat di Stadion Olimpico de Liao yang bersejarah.

Kemewahan Alpen dan Partisipasi ASEAN

Cortina bukan lagi sekadar arena kompetisi; ia adalah simbol kemewahan abadi di jantung Alpen di mana puncak gunung bersalju bersanding dengan sudut-sudut kota yang Instagramable. Di tengah kemewahan tersebut, semangat kompetisi juga datang dari Asia Tenggara.

Sejumlah negara ASEAN memastikan diri ikut berkiprah, di antaranya:

  1.     Thailand: Mengirimkan Karen Chanloung, Mark Chanloung (cross-country skiing), dan Fabian Wiest (alpine skiing).
  2.     Filipina & Malaysia: Kembali bersaing di cabang alpine skiing.
  3.     Timor-Leste: Menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan berkiprah di ajang olahraga internasional musim dingin ini.

Dengan perpaduan sejarah panjang, lanskap dramatis, dan akomodasi super mewah, Olimpiade Musim Dingin 2026 siap memikat dunia melalui harmoni olahraga dan estetika Italia yang tak tertandingi. (elle.com/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik