Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
Dalam banyak cabang olahraga, angka tinggi identik dengan kemenangan. Namun golf bekerja dengan hukum yang berlawanan. Di atas hamparan rumput hijau, justru mereka yang mencatatkan angka paling kecil yang keluar sebagai pemenang. Prinsip “lebih sedikit lebih baik” inilah yang membuat golf bukan sekadar olahraga teknik, melainkan ujian ketenangan dan pengelolaan diri.
Kemenangan seorang pegolf profesional di sebuah turnamen internasional sering kali tampak sederhana di papan skor. Namun di balik angka-angka itu, tersimpan cerita tentang disiplin, fokus, dan kemampuan mengelola tekanan secara konsisten dari awal hingga akhir permainan.
Bagi pembaca awam, istilah di bawah par kerap terdengar teknis. Padahal konsepnya cukup sederhana. Par adalah standar jumlah pukulan yang ditetapkan untuk menyelesaikan sebuah lapangan. Jika sebuah lapangan memiliki par 72, maka pemain profesional diharapkan mampu menuntaskannya dalam 72 pukulan.
Ketika seorang pegolf menyelesaikan lapangan tersebut dengan 66 pukulan, artinya ia bermain enam pukulan lebih efisien dari standar. Selisih inilah yang disebut sebagai minus enam atau 6 di bawah par. Dalam golf, tanda minus bukan sekadar angka, melainkan simbol keunggulan. Semakin besar angka minus, semakin presisi dan efektif permainan seorang atlet.
Berbeda dengan olahraga yang menuntut ledakan energi singkat, golf adalah maraton mental. Skor tidak ditentukan oleh satu pukulan spektakuler, melainkan oleh akumulasi keputusan kecil yang diambil sepanjang permainan.
Dalam format turnamen multi-hari, pegolf membawa “tabungan skor” dari hari ke hari. Posisi unggul di awal bukan jaminan kemenangan, begitu pula ketertinggalan bukan vonis kekalahan. Yang menentukan adalah bagaimana seorang pemain merespons tekanan saat permainan memasuki fase penentuan.
Momen paling krusial dalam golf sering terjadi di sembilan lubang terakhir. Di fase inilah konsentrasi diuji sepenuhnya. Kesalahan kecil dapat menghapus keunggulan yang dibangun berjam-jam, sementara ketenangan bisa menjadi senjata untuk membalikkan keadaan.
Banyak kemenangan besar lahir bukan karena agresivitas berlebihan, melainkan karena kemampuan menjaga ritme. Saat lawan mulai tergelincir oleh tekanan, pegolf yang mampu tetap tenang justru menemukan celah untuk unggul. Dalam konteks ini, golf menjadi permainan psikologis yang sunyi namun menentukan.
Meski dimainkan secara individu, golf jarang benar-benar dijalani sendirian. Kehadiran seorang caddy sering kali menjadi faktor penting. Bukan hanya membawa tas, caddy berperan sebagai penjaga emosi, pengingat strategi, dan penyeimbang mental di tengah situasi genting.
Hubungan ini menunjukkan bahwa di balik citra golf sebagai olahraga sunyi, terdapat kerja sama yang subtil namun krusial.
Pada akhirnya, golf menawarkan metafora yang kuat tentang kehidupan. Kita bisa memulai dengan ketertinggalan, melakukan kesalahan, atau kehilangan ritme. Namun selama masih ada “lubang terakhir”, selalu ada ruang untuk memperbaiki keadaan.
Keberhasilan dalam golf bukan semata soal pukulan terbaik, melainkan tentang bagaimana mengelola diri saat tekanan datang. Di situlah golf melampaui statusnya sebagai olahraga, dan menjelma menjadi pelajaran tentang kesabaran, fokus, dan ketahanan mental.
Par: Standar jumlah pukulan di sebuah lapangan.
Birdie: Menyelesaikan lubang dengan satu pukulan lebih sedikit dari par.
Bogey: Menyelesaikan lubang dengan satu pukulan lebih banyak dari par.
Caddy: Pendamping pemain yang membawa perlengkapan dan membantu strategi.
PEGOLF Thailand Jaravee Boonchant keluar sebagai juara Indonesia Women’s Open (IWO) 2026
Sejumlah pencapaian lain pun telah dia raih termasuk tampil hingga babak final Australia Open dan Women’s China Open 2023 serta meraih medali perak SEA Games 2023 Kamboja.
INDONESIA Women's Open (IWO) 2026 kembali digelar setelah mencatat debut yang dinilai sukses pada edisi 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved