Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Pertumbuhan Padel Mengubah Peta Bisnis Olahraga Kota

Rahmatul Fajri
24/1/2026 21:10
Pertumbuhan Padel Mengubah Peta Bisnis Olahraga Kota
Ilustrasi(Dok Istimewa)

OLAHRAGA padel tumbuh cepat di Indonesia dan membentuk wajah baru industri olahraga perkotaan. Lonjakan jumlah lapangan, terutama di Jakarta dan Bali, tak cuma menunjukkan naiknya minat masyarakat urban, tapi juga memicu pergeseran bisnis pengelolaan fasilitas olahraga. Relasi dengan komunitas menjadi penentu keberlanjutan di tengah persaingan yang kian ketat.

“Banyak pengelola yang mulai sadar pentingnya membangun hubungan dengan komunitas. Pendekatan ini membuat lapangan tidak hanya ramai secara fasilitas, tetapi juga hidup secara sosial. Anggotanya merasa dilibatkan,” ujar Ketua Komunitas Paduka Padel Taufan Syahrial Hidayatullah melalui keterangannya, Sabtu (24/1/2026).

Data Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) menunjukkan, hingga pertengahan 2025 terdapat sekitar 133 lapangan padel permanen di berbagai wilayah Indonesia. Angka ini naik tajam dibandingkan awal 2023 yang masih berjumlah belasan lapangan. Jakarta dan Bali menjadi episentrum pertumbuhan, sebelum tren ini merembet ke kota-kota lain, termasuk di luar Jawa.

Bertambahnya fasilitas berbanding lurus dengan meningkatnya persaingan antarpengelola. Dalam situasi tersebut, kualitas lapangan dan lokasi tidak lagi cukup menjadi pembeda. Pengelola dituntut membangun relasi jangka panjang dengan pengguna, salah satunya melalui pengembangan komunitas pemain yang loyal.

Sejumlah pengelola mulai mengadopsi pendekatan partisipatif. Mereka menyediakan jam bermain khusus komunitas, membuka ruang kolaborasi untuk kegiatan internal, hingga melibatkan komunitas dalam turnamen informal dan aktivitas sosial. Pola ini dinilai mampu menjaga tingkat kunjungan sekaligus menciptakan ekosistem lapangan yang lebih dinamis.

Paduka Padel, lanjut Taufan, menghimpun lebih dari 100 anggota dari beragam latar belakang profesi dan usia yang tersebar di Jakarta, Bintaro, hingga BSD. Komunitas semacam ini berfungsi sebagai simpul pengikat lintas wilayah dalam ekosistem padel perkotaan.

“Padel itu unik. Mudah diakses dan dimainkan oleh pemula, dimainkan berpasangan, dan secara alami membuka ruang interaksi. Pada akhirnya, padel bukan hanya tentang olahraga, tetapi tentang bagaimana orang terhubung dan menjaga kesehatan bersama,” jelasnya.

Menurut Taufan, olahraga ini telah melampaui sekadar tren gaya hidup. Ia membuka peluang ekonomi baru di sektor pengelolaan fasilitas olahraga, sekaligus menghadirkan ruang sosial alternatif di kota. 

“Ke depan, kolaborasi antara pengelola dan komunitas akan menentukan arah pertumbuhan padel sebagai industri olahraga yang inklusif dan berkelanjutan,” katanya.(H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya