Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Drama Rubber Game, Jafar/Felisha Terhenti di Semifinal Indonesia Masters 2026

Putri Rosmalia Octaviyani
24/1/2026 17:55
Drama Rubber Game, Jafar/Felisha Terhenti di Semifinal Indonesia Masters 2026
Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu di semifinal Indonesia Masters 2026.(Dok. MI/Ramdani)

PERJALANAN ganda campuran tuan rumah, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, harus terhenti di babak semifinal turnamen BWF World Tour Super 500 Indonesia Masters 2026. Bertanding di hadapan publik sendiri di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (24/1), pasangan muda ini harus mengakui keunggulan wakil Denmark, Mathias Christiansen/Alexandra Boje.

Dalam laga yang berlangsung sengit selama satu jam sembilan menit tersebut, Jafar/Felisha kalah melalui pertarungan tiga gim dengan skor ketat 22-20, 19-21, dan 17-21. Faktor perubahan kondisi lapangan, khususnya arah angin di Istora Senayan, disebut menjadi biang keladi hilangnya momentum kemenangan wakil Merah Putih tersebut.

Ringkasan Pertandingan

  • Turnamen: Daihatsu Indonesia Masters 2026
  • Babak: Semifinal Ganda Campuran
  • Lawan: Mathias Christiansen/Alexandra Boje (Denmark)
  • Skor Akhir: 22-20, 19-21, 17-21
  • Durasi: 1 Jam 9 Menit

Kronologi Pertandingan: Awal yang Menjanjikan

Pada gim pertama, Jafar/Felisha tampil dengan kepercayaan diri tinggi. Dukungan penuh dari suporter di Istora membuat mereka bermain agresif. Meski pasangan Denmark memberikan perlawanan ketat, ketenangan Jafar/Felisha pada poin-poin krusial berhasil mengamankan gim pembuka dengan skor tipis 22-20.

Memasuki gim kedua, intensitas permainan meningkat. Christiansen/Boje mulai mengubah pola permainan menjadi lebih rapat dan konsisten, memaksa pasangan Indonesia melakukan beberapa kesalahan sendiri (unforced errors). Jafar/Felisha sempat menunjukkan daya juang tinggi dengan menyamakan kedudukan menjadi 17-17 setelah tertinggal, namun mereka gagal mempertahankan momentum dan kehilangan gim kedua 19-21.

Momentum Hilang Akibat Perubahan Sisi Lapangan

Kekalahan ini terasa sangat menyakitkan mengingat Jafar/Felisha sejatinya memiliki peluang besar untuk menyegel tiket final. Pada gim penentuan, mereka tampil dominan di awal laga dan unggul jauh 11-4 saat interval. Namun, situasi berbalik drastis setelah perpindahan sisi lapangan.

Felisha mengungkapkan bahwa perubahan arah angin setelah pergantian tempat sangat memengaruhi kontrol permainan mereka. Keunggulan poin yang cukup jauh perlahan tergerus oleh serangan pasangan Denmark yang lebih mampu beradaptasi dengan kondisi tersebut.

“Kesempatannya sebenarnya ada, tapi kami gagal memanfaatkannya. Kami banyak tertekan dan tidak nyaman, terutama setelah kondisi lapangan berubah,” ujar Felisha usai laga.

Ia menambahkan detail teknis mengenai kesulitan yang dihadapi. “Setelah ganti lapangan, kontrol jadi sulit. Mereka menang angin dan mempercepat tempo, sementara kami kesulitan untuk menyerang,” tambahnya.

Evaluasi dan Rencana ke Depan

Senada dengan pasangannya, Jafar Hidayatullah menilai bahwa secara teknis permainan mereka tidak buruk. Namun, tekanan mental saat lawan mulai mengejar poin membuat eksekusi pukulan menjadi tidak maksimal dan ragu-ragu.

“Secara permainan cukup bagus, tapi tekanannya membuat kami ragu untuk membuka bola,” jelas Jafar.

Christiansen/Boje yang lebih berpengalaman mampu memanfaatkan keraguan tersebut. Mereka bermain lebih tenang di poin-poin kritis gim ketiga, memangkas ketertinggalan, dan akhirnya menutup laga dengan kemenangan 21-17.

Meski hasil ini belum memenuhi target pribadi untuk menembus partai puncak, pencapaian semifinal di level Super 500 tetap menjadi catatan positif. Jafar/Felisha berkomitmen menjadikan kekalahan ini sebagai bahan evaluasi krusial untuk turnamen berikutnya di kalender BWF 2026.

“Evaluasinya bagaimana keluar dari tekanan di kondisi lapangan yang tidak menguntungkan, termasuk soal power saat kalah angin,” pungkas Felisha. (Ant/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya