Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Indonesia Masters 2026: Adnan/Indah Singkirkan Unggulan Malaysia Secara Dramatis

Khoerun Nadif Rahmat
21/1/2026 17:11
Indonesia Masters 2026: Adnan/Indah Singkirkan Unggulan Malaysia Secara Dramatis
Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil berusaha mengembalikan kok ke arah pebulu tangkis ganda campuran Perancis Thom Gicquel/Delphine Delrue, pada babak perempat fina Indonesia Open 2025 di Istora Senayan, Gelora Bung(MI/Ramdani)

GANDA campuran bulu tangkis Indonesia Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil, mencatatkan kemenangan heroik pada laga pembuka Daihatsu Indonesia Masters 2026.

Melalui pertarungan rubber game yang menguras emosi, pasangan peringkat 24 dunia itu sukses menumbangkan wakil Malaysia, Goh Soon Huat/Lai Shevin Jemie, dengan skor 18-21, 21-18, dan 22-20, Rabu (21/1).

Kemenangan ini bukan sekadar tiket menuju babak kedua, melainkan ajang balas dendam yang tuntas. Adnan/Indah berhasil membalikkan keadaan setelah pada pertemuan sebelumnya di Korea Terbuka 2025 harus mengakui keunggulan pasangan peringkat 11 dunia tersebut.

Kali ini, ketangguhan mental di poin-poin kritis menjadi kunci utama keberhasilan mereka di hadapan publik sendiri.

Pertandingan berlangsung dengan intensitas tinggi sejak gim pertama. Meski sempat kehilangan set pembuka, Adnan/Indah tidak membiarkan tekanan lawan meruntuhkan fokus mereka.

Memasuki gim penentuan, drama terjadi saat skor menyentuh angka kembar 20-20. Dalam situasi yang mencekam, ketenangan Indah dalam menjaga ritme di depan net serta ketajaman serangan Adnan memastikan kemenangan dramatis bagi Merah Putih.

"Di poin-poin terakhir, kami hanya fokus pada tugas masing-masing. Yang penting bola masuk dan menjaga reli tetap berjalan tanpa terlalu memikirkan angka di papan skor," ujar Indah. 

Ia mengakui bahwa atmosfer Istora yang kembali riuh memberikan dorongan adrenalin yang luar biasa bagi penampilannya.

Senada dengan pasangannya, Adnan menegaskan bahwa dukungan suporter menjadi pemain ketiga di lapangan. Namun, ia juga menyoroti pentingnya evaluasi teknis, terutama dalam mengurangi kesalahan sendiri yang sempat merugikan mereka di awal laga. 

"Kami belajar banyak dari pertemuan sebelumnya. Strategi berjalan lebih baik karena kami lebih siap mengantisipasi pola permainan mereka," ujar Adnan. 

Sebagai turnamen perdana di tahun 2026, Adnan/Indah memilih bersikap realistis namun tetap ambisius. Meski membidik podium, mereka enggan terbebani ekspektasi dan lebih memilih fokus menjalani setiap pertandingan tahap demi tahap.  (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya