Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Bukan Sekadar Pukul! Ini Rahasia Power Forehand yang Sering Salah Dilakukan Pemula

mediaindonesia.com
20/1/2026 15:26
Bukan Sekadar Pukul! Ini Rahasia Power Forehand yang Sering Salah Dilakukan Pemula
Petenis Indonesia Tjen Janice.(Antara)

Dalam dunia tenis lapangan, forehand adalah senjata utama. Namun, banyak pemain amatir yang terjebak dalam mitos bahwa semakin keras mereka mengayunkan lengan, semakin cepat bola akan melesat. Faktanya, tenaga (power) dalam tenis adalah hasil dari efisiensi biomekanika yang disebut sebagai Kinetic Chain atau Rantai Kinetik.

Apa Itu Kinetic Chain? Rahasia Power dengan Efisiensi Maksimal

Rantai kinetik adalah proses transfer energi dari bagian tubuh bawah ke bagian tubuh atas secara berurutan. Bayangkan tubuh Anda seperti sebuah cambuk. Tenaga tidak dimulai dari ujung cambuk (tangan), melainkan dari pegangannya (kaki).

  • Kaki (Ground Force): Energi dimulai saat Anda menekan kaki ke lapangan (loading).
  • Pinggul dan Inti (Core): Rotasi pinggul mentransfer energi ke batang tubuh.
  • Bahu: Putaran bahu mempercepat momentum.
  • Lengan dan Pergelangan Tangan: Bagian ini hanyalah "penyampai" energi terakhir sebelum bola dipukul.

5 Kesalahan Fatal Forehand yang Sering Dilakukan Pemula

Sebelum menguasai power, Anda harus membuang kebiasaan buruk yang sering menghambat kemajuan:

  1. Genggaman Raket Terlalu Kaku: Memegang raket terlalu erat akan "mengunci" pergelangan tangan, sehingga Anda kehilangan efek snap yang menambah kecepatan bola.
  2. Hanya Mengandalkan Lengan (Arming the Ball): Memukul hanya dengan otot bisep dan bahu membuat pukulan tidak stabil dan cepat melelahkan.
  3. Kontak Bola yang Terlambat: Banyak pemula memukul bola di samping atau di belakang tubuh. Titik kontak ideal adalah di depan tubuh.
  4. Persiapan yang Terlambat (Late Preparation): Tidak melakukan unit turn (memutar bahu) segera setelah bola lawan datang.
  5. Follow-Through Terpotong: Menghentikan ayunan tepat setelah mengenai bola, yang mengakibatkan hilangnya kontrol dan potensi topspin.

Langkah-Langkah Membangun Power Forehand yang Benar

1. Unit Turn dan Coiling

Begitu Anda melihat bola datang ke arah forehand, jangan hanya menarik raket ke belakang. Putar seluruh tubuh bagian atas (bahu dan pinggul) secara bersamaan. Ini disebut "coiling" atau mengisi pegas tubuh Anda.

2. Gunakan Tangan Non-Dominan

Tangan kiri (bagi pemain kanan) berfungsi sebagai penyeimbang dan penunjuk bola. Rentangkan tangan non-dominan sejajar dengan garis lapangan untuk membantu rotasi bahu yang maksimal.

3. Racket Lag dan Snap

Saat Anda mulai mengayun ke depan, biarkan kepala raket sedikit tertinggal di belakang tangan (lag). Pada detik terakhir sebelum kontak, pergelangan tangan yang rileks akan melakukan snap secara alami, menciptakan kecepatan kepala raket yang luar biasa.

Apa Grip Terbaik untuk Power?

Grip atau cara memegang raket sangat menentukan karakter pukulan Anda:

  • Eastern Grip: Cocok untuk pukulan datar (flat) dan sangat bertenaga, namun sulit menghasilkan topspin tinggi.
  • Semi-Western Grip: Pilihan paling populer di era modern. Memberikan keseimbangan sempurna antara power yang meledak dan topspin untuk keamanan bola di dalam lapangan.
  • Western Grip: Menghasilkan topspin ekstrem, namun sering kali mengorbankan power pada bola-bola rendah.

Bagaimana Cara Mencegah Tennis Elbow?

Cedera ini sering terjadi karena teknik yang salah atau peralatan yang tidak sesuai. Pastikan Anda tidak memukul bola dengan pergelangan tangan yang menekuk (flicking). Gunakan tenaga dari putaran badan, bukan sentakan siku. Selain itu, pastikan tegangan senar raket tidak terlalu tinggi jika Anda memiliki riwayat nyeri sendi.

Checklist Praktis untuk Latihan Selanjutnya

Komponen Hal yang Harus Diperiksa
Footwork Apakah saya melakukan split-step sebelum lawan memukul bola?
Grip Relaxation Skala 1-10, apakah genggaman saya berada di level 3 atau 4 (rileks)?
Contact Point Apakah saya memukul bola di depan garis pinggul saya?
Follow-Through Apakah raket saya berakhir di atas bahu kiri setelah memukul?

FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Forehand Tenis

1. Mengapa pukulan saya sering keluar lapangan padahal sudah keras?
Kemungkinan besar Anda kurang memberikan topspin. Tambahkan gerakan ayunan dari bawah ke atas (low to high) untuk membuat bola menukik.
2. Berapa berat raket yang ideal untuk menambah power?
Raket yang lebih berat memberikan stabilitas dan power lebih besar, namun lebih sulit diayunkan. Pemula disarankan mulai di rentang 280-300 gram.
3. Apa itu 'Open Stance' dan kapan harus digunakan?
Open stance adalah posisi kaki sejajar dengan net. Digunakan saat Anda tidak punya banyak waktu untuk bergerak dan ingin melakukan rotasi pinggul yang cepat.
4. Bolehkah saya menekuk siku saat memukul forehand?
Boleh (Bent-arm forehand) seperti Federer, atau lurus (Straight-arm) seperti Nadal. Yang terpenting adalah kenyamanan dan konsistensi titik kontak.
5. Bagaimana cara melatih rotasi pinggul?
Lakukan latihan bayangan (shadow swing) dengan fokus pada tumit kaki belakang yang terangkat saat mengayun ke depan.
6. Apakah senar raket berpengaruh pada power?
Ya. Senar jenis multifilament memberikan lebih banyak power dan kenyamanan dibanding senar polyester yang kaku.
7. Mengapa tangan saya cepat lelah saat bermain?
Ini tanda Anda terlalu banyak menggunakan otot lengan kecil daripada otot besar di kaki dan punggung.
8. Kapan waktu terbaik untuk melakukan backswing?
Segera setelah bola meninggalkan raket lawan dan Anda sudah mengenali arahnya.
9. Apa fungsi split-step dalam forehand?
Untuk menetralisir berat badan sehingga Anda bisa bereaksi lebih cepat ke arah mana pun bola datang.
10. Bagaimana cara memukul bola yang sangat rendah?
Tekuk lutut Anda, bukan membungkukkan punggung. Pastikan kepala raket berada di bawah level bola sebelum mengayun ke atas.

Kesimpulan

Menguasai power forehand bukan tentang seberapa besar otot lengan Anda, melainkan seberapa cerdas Anda menggunakan seluruh anggota tubuh. Dengan memahami konsep kinetic chain, memperbaiki kesalahan dasar, dan memilih grip yang tepat, Anda akan merasakan peningkatan signifikan dalam kecepatan dan konsistensi pukulan. Ingat, dalam tenis, efisiensi adalah kunci dari kekuatan sejati.

Lihat saja bagaimana Janice Tjen menggunakan rotasi tubuhnya untuk menghasilkan 17 winners saat melawan Leylah Fernandez dalam ajang Australia Terbuka 2026 di ANZ Arena, Melbourne Park, Selasa (20/1). Itu adalah contoh sempurna dari rantai kinetik yang bekerja.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya