Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
TURNAMEN Daihatsu Indonesia Masters 2026 dipastikan berlangsung di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, mulai Selasa (20/1). Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) menegaskan tekad untuk meraih hasil lebih baik dibandingkan edisi sebelumnya.
Tahun lalu, tuan rumah gagal meraih gelar juara. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Eng Hian, menyatakan Indonesia Masters menjadi salah satu prioritas utama PBSI pada awal musim 2026.
“Target kami salah satu prioritas adalah turnamen Indonesia Masters. Kita sebagai tuan rumah tentunya mau all out supaya mendapatkan hasil yang lebih baik untuk mendapatkan gelar, yang bisa menjadi membanggakan dan membahagiakan masyarakat Indonesia,” kata Eng Hian dalam jumpa pers di Istora, Senin (19/1).
“Jadi kalau ditanya targetnya apa, dua perak (edisi tahun lalu) tidak cukup. Kita menginginkan paling tidak ada satu gelar di Indonesia Masters ini,” tambahnya.
Pada edisi 2025, Indonesia hanya mampu menempatkan wakilnya sebagai runner up di dua sektor yakni tunggal putra melalui Jonatan Christie serta ganda putra lewat pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Hasil itu menjadi catatan penting dalam evaluasi PBSI.
Memasuki awal musim 2026, hasil serupa juga masih mewarnai kiprah tim Merah Putih di dua turnamen pembuka yaitu Malaysia Terbuka dan India Terbuka. Indonesia belum meraih gelar juara, dengan pencapaian terbaik kembali berupa runner up yang diraih Jonatan Christie di India.
Eng Hian menyebut Indonesia akan mengandalkan kombinasi pemain senior dan atlet muda. Para pemain berpengalaman tetap menjadi tulang punggung namun pemain muda juga didorong untuk tampil maksimal dan menunjukkan perkembangan di ajang level Super 500 tersebut.
“Evaluasi dari dua turnamen di awal tahun di Malaysia dan India bukan berarti kita tidak fokus pada turnamen itu,” ujarnya.
“Kenapa kita tidak mengirimkan banyak atlet di dua turnamen itu karena sesuai dengan dari program di pelatnas kita selalu melakukan levelisasi dalam mengirimkan atlet di turnamen,” ujarnya.
Daihatsu Indonesia Masters 2026 diprediksi tetap berlangsung ketat meski sejumlah nama besar absen seperti Shi Yuqi, An Se Young, serta Kim Won Ho/Seo Seung Jae.
Dari kubu tuan rumah, Indonesia akan menurunkan pemain-pemain unggulan seperti Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di sektor ganda putra.
Selain itu, atlet muda seperti Alwi Farhan, Moh Zaki Ubaidillah, serta pasangan ganda campuran Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu turut diharapkan mampu memberikan penampilan optimal.(H-2)
Jojo, sapaan Jonatan, mengaku mempertimbangkan kondisi fisik dan mental usai menjalani rangkaian turnamen padat dalam dua pekan terakhir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved