Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Indonesia Masters 2026 Digelar Besok, Cek Perubahan Harga Tiketnya!

Dhika Kusuma Winata
19/1/2026 18:03
Indonesia Masters 2026 Digelar Besok, Cek Perubahan Harga Tiketnya!
Konferensi Pers Indonesia Masters 2026(Dhika Kusuma/MI)

TURNAMEN bulu tangkis Daihatsu Indonesia Masters 2026 dipastikan siap digelar di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada 20-25 Januari 2026. Ketua Panitia Pelaksana DIM 2026, Achmad Budiharto, mengungkapkan sejumlah perubahan yang dilakukan panitia pada edisi tahun ini demi memanjakan penonton maupun atlet yang berlaga.

Budiharto menyatakan penyelenggaraan tahun ini dirancang lebih ramah bagi penonton. Penyesuaian dilakukan mulai dari tata kelola acara hingga kebijakan harga tiket yang dibuat lebih terjangkau. 

"Dari sisi harga (tiket) sangat bersahabat. Karena kita ini benar-benar memberikan kebahagiaan dan kebanggaan buat masyarakat, buat pencinta bulu tangkis di Indonesia agar mereka berbondong-bondong ke Istora," kata Budiharto dalam jumpa pers di Istora, Senin (19/1).

Isu mahalnya tiket sempat menjadi keluhan penonton dalam penyelenggaraan-penyelenggaraan turnamen sebelumnya. Pada edisi 2026 ini, panitia menjualnya lebih murah.

Sebagai perbandingan, tiket DIM edisi tahun lalu untuk harga paling rendah di babak awal dijual mulai dari Rp90 ribu sedangkan partai final dibanderol mulai Rp410 ribu.

Tahun ini, harga tiket Indonesia Masters 2026 mengalami penurunan.

Indonesia Masters 2026 Tiket :

Tiket paling murah di babak pertama dijual mulai Rp40 ribu adapun babak final tiketnya mulai dari Rp250 ribu.

Budiharto mengatakan pengunjung yang tidak kebagian tiket juga masih bisa merasakan atmosfer turnamen di luar arena pertandingan. Di luar stadion, turut disediakan layar lebar.

Penyelenggara juga menekankan konsep yang mengedepankan nuansa ramah keluarga dengan sejumlah fasilitas. Dengan pendekatan tersebut, panitia berharap turnamen juga menjadi ruang hiburan yang nyaman bagi seluruh kalangan usia.

"Kami telah memastikan kesiapan dari venue pertandingan, operasional, fasilitas pendukung untuk atlet, hingga berbagai aktivitas dan hiburan di luar arena untuk penonton," imbuh Budiharto.

Sementara itu, pengaturan lapangan pertandingan di Istora ditetapkan tiga lapangan. Hal itu berbeda dari sebelumnya yang menggunakan empat lapangan. Penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan kenyamanan atlet, ofisial, serta penonton.

Selain itu, Indonesia Masters 2026 ini juga akan menjadi ajang uji coba penerapan sistem time clock oleh BWF yang mengatur batas waktu pada setiap jeda poin pada permainan. Budiharto menyebut pada tahap awal sistem tersebut belum disertai sanksi kartu melainkan masih sebatas peringatan. 

Dari sisi fasilitas, panitia juga melakukan peningkatan. Area pemanasan atlet yang biasanya menggunakan dua lapangan kini diperluas menjadi tiga lapangan, disertai dengan kelengkapan peralatan kebugaran yang lebih memadai. Langkah itu diharapkan dapat mendukung kesiapan fisik para pemain sebelum bertanding.

Kejuaraan yang menjadi bagian dari rangkaian BWF World Tour Super 500 itu akan menghadirkan deretan pemain dunia dengan total hadiah sebesar sekitar Rp8 miliar.

Sejumlah nama besar dipastikan tampil, di antaranya Chen Yu Fei dari Tiongkok serta pasangan ganda putra Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik.

Dari kubu tuan rumah, Indonesia akan menurunkan pemain-pemain andalan seperti Jonatan Christie, Putri Kusuma Wardani, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, serta para pemain muda yang mulai mencuri perhatian termasuk Alwi Farhan, Moh Zaki Ubaidillah, dan pasangan ganda campuran Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu.

Dari sisi prestasi, PBSI menargetkan hasil positif. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Eng Hian, menyebut persiapan tim Indonesia dilakukan secara bertahap dan terintegrasi. Setelah edisi tahun lalu Indonesia hanya meraih dua runner up, kali ini PBSI menargetkan gelar.

“Fokus utama berada pada stabilisasi kondisi fisik pasca turnamen akhir tahun, penajaman aspek teknis dan taktis sesuai karakter lawan, serta kesiapan mental bertanding di awal tahun,” jelasnya. (H-4)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik