Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Ganda campuran muda Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, berhasil memetik kemenangan perdana sekaligus penutup di ajang BWF World Tour Finals (WTF) 2025. Bertanding di Hangzhou Olympic Sports Centre Gymnasium, China, Jumat (19/12), Jafar/Felisha menumbangkan wakil senior Malaysia, Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie.
Tampil tanpa beban, Jafar/Felisha sukses menyudahi perlawanan pasangan suami-istri tersebut melalui straight game dengan skor kembar 21-17 dan 21-17.
Pada gim pertama, laga sempat berjalan alot hingga kedudukan imbang 8-8. Namun, selepas itu Jafar/Felisha mulai menemukan ritme serangan yang tepat. Mereka berhasil meraih enam poin beruntun untuk memimpin 13-8 dan terus menjaga jarak hingga menutup gim pertama dengan keunggulan 21-17.
Memasuki gim kedua, kepercayaan diri pasangan Indonesia semakin meningkat. Mereka langsung tancap gas dengan keunggulan telak 5-0, bahkan sempat melebarkan selisih poin hingga 14-4. Meski Goh/Lai sempat memberikan perlawanan sengit dan memangkas jarak menjadi 15-11, Jafar/Felisha tetap tenang dalam meredam smash bertubi-tubi dari lawan. Pasangan Merah Putih akhirnya memastikan kemenangan setelah pengembalian lawan menyangkut di net, skor akhir 21-17.
Meski berhasil menumbangkan wakil Malaysia, kemenangan ini tidak cukup untuk membawa Jafar/Felisha melaju ke babak semifinal. Berdasarkan regulasi turnamen, hanya dua wakil terbaik dari setiap grup yang berhak lolos ke fase gugur.
Dengan hasil satu kemenangan dan dua kekalahan, Jafar/Felisha harus puas finis di peringkat ketiga klasemen akhir Grup B. Tiket semifinal dari grup ini resmi diamankan oleh pasangan Feng Yanzhe/Huang Dongping dan Chen Tang Jie/Toh Ee Wei yang masing-masing mengoleksi dua kemenangan.
Kemenangan atas Goh/Lai menjadi modal berharga bagi Jafar/Felisha dalam menapaki musim kompetisi 2026 mendatang. Sebagai debutan di turnamen paling bergengsi penutup tahun ini, performa mereka dinilai cukup kompetitif meski tergabung dalam grup yang dihuni pemain-pemain elite dunia.
Ketenangan dalam menghadapi pemain senior di laga terakhir membuktikan bahwa ganda campuran pelapis Indonesia ini memiliki potensi besar untuk bersaing di level tertinggi World Tour tahun depan. (P-5)
Kekalahan wakil terakhir ini menjadi bahan evaluasi besar bagi bulu tangkis Indonesia
Muhammad Shohibul Fikri mengaku mendapat pelajaran berharga dari keuletan pasangan Liang/Wang.
Sabar/Reza kini bersiap menghadapi tantangan di semifinal dengan status sebagai "pembunuh raksasa" yang patut diwaspadai oleh kontestan lainnya di Hangzhou.
Kekalahan ini menjadi catatan penting bagi Fajar/Fikri yang baru dipasangkan kembali di paruh kedua musim 2025.
Jonatan mengakui performanya sepanjang 2025 banyak terganggu oleh masalah kebugaran yang fluktuatif.
Kemenangan di laga terakhir Grup B ini menjadi poin perdana sekaligus pengalaman berharga bagi Jafar/Felisha dalam debut mereka di turnamen penutup tahun yang paling prestisius ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved