Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

BWF World Tour Finals 2025: Jonatan Christie Kesulitan di Laga Pembuka

Dhika Kusuma Winata
17/12/2025 18:03
BWF World Tour Finals 2025: Jonatan Christie Kesulitan di Laga Pembuka
Tunggal putra Indonesia Jonatan Christie pada laga perdana World Tour Finals 2025.(Dok.PBSI)

JONATAN Christie harus mengakui keunggulan Kunlavut Vitidsarn (Thailand) setelah kalah dua gim langsung 10-21, 14-21 di BWF World Tour Finals 2025 pada hari pertama pertandingan fase grup yang berlangsung di Hangzhou, Tiongkok, Rabu (17/12). 

Jonatan menilai kekalahan tersebut lebih disebabkan oleh faktor permainannya sendiri.

“Kesulitan di pertandingan hari pertama lebih ke cara bermain saya sendiri. Saya merasa kurang sabar dan terlalu banyak mati sendiri. Kunlavut juga bermain sangat baik, dia sangat teliti dan sabar, jadi memang tidak mudah,” ujar Jonatan.

Jojo, sapaan Jonatan, mengakui performanya belum berada di level terbaik. Menurutnya, perubahan kecepatan permainan Kunlavut cukup terasa dan dibarengi dengan kesabaran serta ketenangan yang konsisten sepanjang laga. Untuk laga kedua besok Kamis (18/12), Jonatan Perlu berbenah menghadapi Anders Antonsen (Denmark).

“Saya akui permainan saya belum maksimal. Ada perubahan dari sisi kecepatan permainan dia yang cukup terasa. Selain itu, kesabaran, ketelitian, ketelatenan, dan ketenangannya juga jadi pembeda,” kata Jonatan.

Sementara itu, dari sektor tunggal putri Grup A, Putri Kusuma Wardani menunjukkan perlawanan sengit namun akhirnya takluk dari unggulan pertama asal Korea Selatan, An Se Young.

Putri KW kalah lewat pertandingan tiga gim 16-21, 21-8, 8-21. Dia tetap mensyukuri penampilannya pada laga pembuka turnamen elite tersebut. Ia menilai ada perkembangan dibanding pertemuan sebelumnya.

“Alhamdulillah saya bersyukur bisa tampil di hari pertama World Tour Finals. Secara keseluruhan saya cukup senang karena bisa bermain hingga rubber game melawan An Se Young,” ujar Putri.

“Sebelumnya di Australia saya kalah straight game, tapi kali ini bisa bermain tiga gim dan mengeluarkan permainan yang terbaik,” kata Putri.

Putri juga menyoroti kondisi lapangan yang memengaruhi jalannya pertandingan. Kondisi lapangan dengan bola yang cukup berat dan angin dinilai cukup berpengaruh. Namun, pada gim penentuan, kecepatan permainan An Se Young menjadi faktor krusial.

“Di gim ketiga, An Se Young bermain lebih cepat sehingga bola-bola yang saya terima cukup menyulitkan saya,” ucap Putri.

Menatap laga berikutnya melawan Akane Yamaguchi, Putri menegaskan kesiapan mental dan fisik menjadi kunci.

“Untuk pertandingan besok menghadapi Akane Yamaguchi, saya ingin lebih menjaga pikiran. Saya juga harus siap capek karena Akane Yamaguchi adalah pemain yang sangat kuat dan tidak mudah dimatikan,” katanya.

Di sektor ganda campuran Grup B, pasangan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu kalah dari unggulan kedua asal Tiongkok, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping, dengan skor 18-21, 16-21.

Meski kalah, Jafar memandang laga tersebut sebagai pengalaman penting. Ia menilai laga melawan pasangan elite dunia menjadi tolok ukur untuk naik level. 

“Kalau mau tembus ke level atas, ya mau tidak mau harus melewati lawan-lawan seperti mereka,” katanya.

Menghadapi pertandingan berikutnya, Jafar menekankan pentingnya menjaga fokus. Mereka akan menghadapi pasangan Malaysia, Chen/Toh. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya