Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Bonus Rp1 Miliar Jadi Katalis Semangat Indonesia di SEA Games 2025

Basuki Eka Purnama
16/12/2025 10:20
Bonus Rp1 Miliar Jadi Katalis Semangat Indonesia di SEA Games 2025
Pelempar lembing Indonesia Abdul Hafiz (kanan) dan Silfanus Ndiken berpose dengan medali mereka usai memenangkan medali emas dan medali perak di nomor lempar lembing putra SEA Games 2025 Thailand di Suphachalasai Stadium, Bangkok, Senin (15/12/2025).(ANTARA/Muhammad Ramdan)

DUKUNGAN penuh dari negara, yang diwujudkan melalui peningkatan bonus medali emas menjadi Rp1 miliar, dinilai menjadi suntikan moral krusial bagi Kontingen Indonesia yang tengah berjuang di SEA Games 2025 Thailand. Perhatian ini terbukti mendorong performa atlet di paruh kedua kompetisi.

Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, menegaskan bahwa kebijakan bonus tersebut memiliki makna lebih dalam daripada sekadar insentif materi.

“Bonus emas yang meningkat menjadi Rp1 miliar bukan soal pragmatis, tetapi suntikan semangat. Atlet merasakan kehadiran negara,” kata Raja Sapta Oktohari di Bangkok, Senin (15/12) malam.

Menurut Oktohari, perhatian besar yang dirasakan atlet pada ajang regional ini merupakan sinyal kuat bahwa dukungan pemerintah terhadap prestasi olahraga akan berlanjut ke level yang lebih tinggi.

“Jika di SEA Games saja perhatiannya sebesar ini, kita bisa membayangkan dukungan ke depan menuju Asian Games dan Olimpiade,” tambahnya.

Posisi Kedua dan Perjuangan yang Belum Usai

Efek dari dukungan tersebut terlihat jelas pada posisi sementara Indonesia di klasemen perolehan medali. Hingga pertengahan SEA Games 2025, Indonesia berhasil bersaing di papan atas, menempati peringkat kedua dengan koleksi 52 medali emas, 65 perak, dan 70 perunggu.

Meskipun capaian ini membanggakan, Oktohari mengingatkan seluruh elemen tim untuk tidak terlena. Ia menekankan bahwa perjuangan masih panjang dan keras hingga penutupan SEA Games pada 20 Desember mendatang.

“Per hari ini kita berada di peringkat kedua. Ini tentu membanggakan, tetapi kita tidak boleh terlena,” tegasnya.

Oktohari optimistis, peluang penambahan medali emas masih terbuka lebar dari sejumlah cabang olahraga yang belum menyelesaikan pertandingan. Oleh karena itu, fokus dan konsistensi seluruh kontingen harus terus dijaga hingga hari terakhir kompetisi.

“Sumber-sumber medali emas masih ada di cabang-cabang berikutnya dan harus terus kita jaga sampai SEA Games berakhir,” ujar Oktohari.

Kualitas Atlet Semakin Matang

Senada dengan KOI, Chief de Mission (CdM) Tim Indonesia untuk SEA Games 2025, Bayu Priawan Djokosoetono, menilai bahwa raihan sementara 52 medali emas merupakan cerminan dari peningkatan kualitas atlet Indonesia.

“Ini bukan overoptimistis, tetapi menunjukkan kualitas atlet kita,” kata Bayu.

Bayu menjelaskan, tim CdM terus memberikan pendampingan intensif kepada atlet dan ofisial. Salah satu fasilitas pendukung yang dimaksimalkan adalah Rumah Indonesia, yang berfungsi vital sebagai ruang pemulihan mental, fisik, dan menjaga kebersamaan atlet di tengah tekanan kompetisi.

“Dukungan dari Presiden dan Menpora sangat terasa dan menjadi tambahan energi bagi atlet saat bertanding,” tutup Bayu, seraya berharap kontingen Indonesia dapat mempertahankan performa puncak hingga SEA Games 2025 usai. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya