Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT olahraga Djoko Pekik menekankan pentingnya pengawasan terhadap anggaran Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) yang dialokasikan untuk pembinaan prestasi berbagai cabang olahraga. Ia menyarankan agar pengawasan melibatkan berbagai pihak demi memastikan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) digunakan secara tepat sasaran.
"Kita berharap setiap cabang olahraga mampu menggunakan anggaran secara efisien dan disiplin, agar betul-betul mendukung peningkatan prestasi," ujar Djoko.
Djoko menambahkan bahwa karena anggaran berasal dari APBN, maka perlu ada pengawasan bersama antara pemerintah—dalam hal ini Kemenpora—dan cabang olahraga sebagai penerima dana.
Ia juga menyarankan agar pengawasan ini melibatkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) sebagai lembaga induk olahraga nasional. Dari sisi pemerintah, pengawasan bisa dilakukan oleh Inspektorat, termasuk dalam penyusunan nota kesepahaman (MoU).
“MoU tersebut sebaiknya mencantumkan pasal-pasal yang menjelaskan mekanisme pengawasan dan bentuk pertanggungjawaban, supaya penggunaan anggaran bisa berjalan dengan efisien,” jelasnya.
Kemenpora telah mengalokasikan anggaran untuk program pemusatan latihan jangka panjang bagi 13 cabang olahraga yang lolos kualifikasi Olimpiade 2024, kecuali sepak bola.
Berikut rincian anggarannya: panjat tebing Rp24,9 miliar, angkat besi Rp15,9 miliar, bulu tangkis Rp37,6 miliar, panahan Rp20,3 miliar, atletik Rp19,9 miliar, dayung Rp19,2 miliar, menembak Rp18 miliar, balap sepeda Rp13,4 miliar, judo Rp10,6 miliar, renang Rp9,8 miliar, selancar ombak Rp8,9 miliar, senam Rp8,8 miliar, dan sepak bola Rp199,7 miliar.
Menurut Djoko, dana tersebut terbilang masih terbatas, kecuali sepak bola yang menerima hampir sepertiga dari total anggaran keseluruhan.
“Olahraga prestasi memang membutuhkan biaya tinggi. Di tengah keterbatasan anggaran Kemenpora, terlebih di masa efisiensi, perlu strategi cermat agar dana yang tersedia tetap dapat mendorong prestasi optimal,” paparnya.
Djoko juga mendorong agar cabang olahraga tidak hanya bergantung pada dana dari pemerintah. Ia menyarankan agar mereka aktif mencari sumber pendanaan lain di luar APBN dengan dukungan dari Kemenpora.
“Pemerintah berharap tiap cabang olahraga bisa menjajaki potensi pendanaan alternatif, seperti sponsor atau program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR),” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah juga memiliki peran penting dalam menjembatani kerja sama antara cabang olahraga dan dunia usaha demi mendukung peningkatan prestasi atlet. (Ant/I-3)
Kemenpora mengambil sikap tegas terhadap oknum pelatih berinisial HB yang diduga melakukan pelecehan seksual dan kekerasan fisik di lingkungan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI).
Erick Thohir memuji kepemimpinan Chef de Mission Reda Manthovani setelah Indonesia meraih 135 medali emas dan finis sebagai runner up ASEAN Para Games 2025.
Ketua Umum PB PII, Abdul Kohar Ruslan, menegaskan bahwa tantangan organisasi pelajar saat ini semakin dinamis, terutama dengan dominasi Generasi Z yang sangat lekat dengan dunia digital.
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) resmi membuka seleksi terbuka untuk posisi Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga.
Peter secara terbuka menyoroti masalah mendasar yang menjadi pekerjaan rumah yaitu munculnya polarisasi di tenis meja setelah adanya Indonesia Pingpong League (IPL).
MENTERI Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir memaparkan 28 agenda besar Kemenpora untuk tahun 2026 dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Gedung Nusantara I, Jakarta, Selasa (27/1).
PEMERINTAH perlu merespon dengan cepat terkait situasi yang kian memanas di Timur Tengah.
Azis mengusulkan pemerintah provinsi memetakan prioritas layanan dasar agar kabupaten/kota memiliki rujukan yang sama dalam memperbaiki titik kerusakan paling mendesak.
Belanja negara tumbuh signifikan sebesar 25 persen, sementara pendapatan negara tercatat Rp172,7 triliun dengan pertumbuhan di kisaran satu digit.
Dalam rangka penanganan bencana Sumatra, Abdul Mu’ti menekankan bahwa Kemendikdasmen memerlukan anggaran sebesar Rp5,03 triliun.
Alokasi anggaran sebesar Rp200 juta untuk mendukung berbagai program kebersihan, meskipun saat ini teknis pelaksanaan masih akan dibahas lebih lanjut.
Kunci utama dalam menyiasati keterbatasan biaya adalah dengan mengoptimalkan bahan makanan lokal dan musiman yang lebih terjangkau.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved