Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA tim MotoGP Factory Honda, Alberto Puig, mengatakan merek tersebut tidak bisa menunggu hingga 2027 untuk meningkatkan performa RC213V setelah beberapa tahun masa sulit.
Honda sedang mengalami salah satu kemerosotan terburuk, setelah mencatat tiga musim tanpa kemenangan dalam lima tahun terakhir.
Tim itu finis di posisi terakhir klasemen konstruktor pada 2024 dengan hanya 75 poin, sementara pembalap teratasnya di klasemen, Johann Zarco dari LCR, berada di posisi ke-17.
Dengan adanya perubahan regulasi besar yang akan terjadi pada 2027 dengan diperkenalkannya mesin 850cc, secara luas diperkirakan Honda akan mengalokasikan semua sumber dayanya ke proyek tersebut di tengah kesulitannya saat ini.
Walaupun begitu, Puig mengatakan timnya tidak bisa menunggu lebih lama untuk membuat motor bisa melaju kencang di lintasan.
“Sulit untuk menjawab pertanyaan ini saat ini, tetapi Honda tidak bisa menunggu hingga 2027 untuk mengambil langkah, dan itulah mengapa saya harus memikirkan tahun depan," kata Puig dilansir dari Crash, Rabu (22/1).
Honda telah melakukan beberapa perubahan personel teknis dalam beberapa bulan terakhir, paling menonjol adalah perekrutan mantan Direktur Teknis Aprilia Romano Albesiano untuk mengepalai pengembangan sepeda motor.
“Saya tidak hanya berbicara tentang sumber daya keuangan, tetapi juga sumber daya manusia. Itulah sebabnya kami memutuskan untuk merekrut Romano. Hal pertama yang harus dilakukan adalah meningkatkan motornya," kata Puig.
“Tidak ada rencana pasti, kami melakukan segala yang kami bisa hari demi hari karena kami sadar bahwa level kami belum seperti yang seharusnya.”
Dalam beberapa tahun terakhir, proyek MotoGP dan Formula 1 Honda telah berada di bawah bendera HRC. Puig pun menegaskan ada hal yang berbeda antara proyek Honda di Formula 1 dan MotoGP.
“Saya pikir penting untuk mengklarifikasi sesuatu: Honda memang menang di Formula 1, tetapi mobil dan sepeda motor bukanlah hal yang sama,” katanya.
“Honda memasok mesinnya, tetapi Red Bull memiliki tim fantastis yang mendesain mobilnya. Dalam kasus kami, Honda mengurusi seluruh sepeda motor. Konsepnya berbeda, tetapi keduanya berada di bawah naungan HRC."
"Kami mencoba memanfaatkan sumber daya yang dapat ditawarkan F1 kepada kami. Itulah sesuatu yang mulai kami coba hubungkan," pungkasnya. (Z-1)
Program ini menawarkan berbagai kemudahan yang dirancang untuk membantu konsumen mengambil keputusan pembelian dengan lebih cepat dan nyaman selama pameran.
Kemenangan Honda Prelude e:HEV sebagai hasil dari keseimbangan antara desain dan performa.
Honda HRC kini tengah menggenjot pengembangan prototipe dari Honda RC213V dengan spesifikasi 2026 yang telah diuji coba oleh Luca Marini di Sirkuit Misano pada September.
Menghadirkan Motor Favorit Konsumen di IMOS 2025
UNI-ONE dikembangkan berdasarkan pengalaman panjang Honda dalam riset robotika, termasuk humanoid robot ASIMO.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved