Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MEDALI emas di Olimpiade 2024 Paris memang urung dibawa pulang atlet panahan Indonesia, Diananda Choirunisa. Langkah srikandi asal Surabaya, Jawa Timur itu mesti terhenti di babak perempat final nomor individual recurve oleh atlet tuan rumah Prancis, Lisa Brabelin.
“Berkaca dari pertandingan-pertandingan saya, sebenarnya target saya emas. Tetapi ya tahu sendiri ya, mungkin Allah punya rencana lain,” ujarnya baru-baru ini.
“Sekarang pulang dahulu, istirahat dahulu, tetapi nanti akan masuk pelatnas untuk persiapan SEA Games,” tutur perempuan 27 tahun tersebut.
Baca juga : Kiprah Pemanah Indonesia Diananda Choirunisa Terhenti di Perempatfinal
Diananda menyebut Olimpiade Paris telah menambah pengalamannya dalam olahraga yang telah dia geluti semenjak kanak-kanak itu. Apalagi pada Olimpiade kedua yang diikutinya ini, dia berhasil mencatatkan peningkatan prestasi.
Diketahui, pada Olimpiade 2020 Tokyo, empat tahun silam, Diananda hanya mampu sampai babak 32 besar. Di Paris, dia berhasil ke babak perempat final alias 8 besar. Hasil ini tak luput dari persiapannya yang lebih matang dibandingkan saat Olimpiade di Tokyo.
“Di Olimpiade tahun ini persiapannya lebih matang. Karena memang untuk yang di Olimpiade Tokyo kemarin kita ikut try out cuma sedikit dan waktu itu pandemi covid-19, jadi tidak memungkinkan untuk ikut tryout,” terangnya.
Baca juga : Pemanah Indonesia Diananda Choirunisa Maju ke Perempat Final Olimpiade Paris
“Sedangkan dua tahun terakhir ini, kita selalu ikut di setiap World Cup. Jadi ya menambah jam terbang dan menambah percaya diri juga,” sambung Diananda.
Dirinya mengaku menikmati setiap momen pertandingan di Olimpiade Paris. Setiap pertandingan yang dilakoni tak terasa seperti pertandingan yang besar, membuatnya tidak gugup saat melesatkan anak-anak panah menuju sasaran.
“Jujur saja saya tidak terlalu nervous juga, beda jauh dengan saat di Olimpiade Tokyo,” kenang Diananda.
Karenanya putri atlet panahan Jawa Timur Ratih Widyanti ini menyatakan siap untuk berprestasi lebih baik mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Dengan SEA Games 2025 Thailand menjadi ajang terdekatnya untuk membuktikan diri.
“Harapannya sapu bersih emas di SEA Games,” tegas Anis yang sempat mencatatkan 670 poin dari 12 set di Olimpiade Paris, skor terbaik di sepanjang kariernya. (Kemenpora/Z-6)
Prestasi gemilang yang ditorehkan kontingen Indonesia pada ajang SEA Games 2025 Thailand tidak hanya menjadi catatan sejarah olahraga nasional.
TNI akan terus mendukung prajurit yang mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa melalui jalur olahraga.
Presiden Prabowo mengumumkan kenaikan pangkat Rizki Juniansyah menjadi Kapten TNI AL. Simak perjalanan kariernya dari emas Olimpiade Paris 2024 hingga rekor dunia SEA Games 2025
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menaikkan pangkat 39 prajurit berprestasi SEA Games 2025, termasuk Rizki Juniansyah dan menyiapkan pembentukan batalyon olahraga TNI.
Anggota Komite Eksekutif KOI dituding menekan salah satu atlet kickboxing Indonesia.
Capaian Indonesia di SEA Games 2025 mencerminkan kerja keras dan disiplin atlet nasional.
Diananda baru mengetahui sedang mengandung tepat sebelum melakoni laga final panahan.
Kejurnas diikuti 1.360 atlet dari 116 klub panahan.
Timnas panahan Indonesia menyabet 4 medali emas dan 1 perunggu di nomor recurve. Di nomor compound, tim berhasil memenangkan 2 emas dan 1 perunggu.
Cabang triathlon melalui nomor duathlon mixed team relay sukses mempersembahkan emas bagi Indonesia.
Tambahan emas pertama datang dari arena triathlon melalui nomor duathlon estafet putri.
Diananda Choirunisa sukses mengamankan podium tertinggi SEA Games 2025 di dua nomor sekaligus, yakni recurve perseorangan putri dan recurve beregu putri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved