Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Pengurus Besar Jujitsu Indonesia (PBJI) Laksamana Madya (Purn) Dr Desi Albert Mamahit MSc didampingi Sekretaris Jenderal PBJI Dr Dedy Triharjanto SE MM secara resmi melantik PBJI Provinsi Jawa Barat (Jabar).
Pelantikan dilakukan di Markas Kodim 0621/Kabupaten Bogor, Jalan Tegar Beriman, Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (21/5).
Mamahit mengucapkan selamat atas dilantiknya jajaran pengurus PBJI Jawa Barat yang diketuai dr Ali Martomo.
Baca juga: Mengenal Louis Mora, Bocah 9 Tahun yang Harumkan Nama Indonesia Lewat Jujitsu
"Semoga dengan dilantiknya kepengurusan ini membawa perubahan baru pada olahraga jujitsu di Jawa Barat. Beladiri jujitsu akan berpacu melahirkan atlet-atlet berprestasi di tingkat provinsi dan nasional, bahkan hingga internasional."
“Jujitsu bukan hanya melahirkan atlet-atlet berprestasi dan menarik peserta didik baru. Di balik itu, bisa membawa dampak pada dimensi kehidupan lain,” kata Mamahit dalam keterangan tertulisnya, hari ini.
Ia juga berpesan kepada pengurus baru untuk memaksimalkan organisasi sehingga Jawa Barat mampu melahirkan atlet-atlet terbaik.
Budi Rahman SH MH yang mewakili Ketua Umum KONI Jawa Barat turut mengapresiasi upacara pelantikan di Makodim Kabupaten Bogor tersebut.
Ia berharap pengurus segera melaksanakan seleksi daerah (selekda) untuk menghadapi persiapan pekan olahraga nasional (PON) sebagaimana diamanahkan Gubernur Jawa Barat agar dapat mempertahankan tradisi Jawa Barat mencetak hattrick.
"Sehingga dapat meraih prestasi terbaik di ajang PON Sumatera Utara, DI Yogyakarta, dan Aceh," tutur dia.
Ketua PBJI Jawa Barat dr Ali Martomo menyampaikan ucapan terima kasih atas pelantikan PBJI Jawa Barat.
Ia berharap PBJI Jawa Barat dapat menjadi alat pemersatu yang kuat bagi insan olahraga jujitsu di Jawa Barat secara khusus dan Indonesia secara umum.
“Secara garis besar kami siap membina generasi muda untuk dapat meraih prestasi membanggakan yang dapat membawa nama Jawa Barat ke kancah nasional hingga internasional,” kata Ali Martomo.
Baca juga: KONI pastikan PON tetap digelar September 2024
Selanjutnya, Ali Martomo menyampaikan organisasi ini diharapkan dapat bertumbuh kembang menjadi organisasi kuat dan tangguh selaras dengan visi dan misi PBJI.
Di provinsi, seperti Jawa Barat ini, kata dia, wadah seperti PBJI amat penting, karena dapat menjadi tempat berkumpulnya pecinta beladiri jujitsu untuk menyalurkan hobi, bersosialisasi satu sama lain dan membangun jaringan, utamanya antarmasyarakat Indonesia.
“Selain tempat menyalurkan hobi, tidak tertutup kemungkinan dari wadah ini dapat melahirkan pemain berbakat dan bertalenta tinggi dari anak-anak yang selalu dibawa orang tuanya untuk berlatih jujitsu, seperti cabang olahraga lainnya yang mencetak atlet berprestasi hingga tingkat internasional."
"Terakhir, kepada seluruh pengurus, saya berharap kita dapat bekerja sesuai yang diamanahkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga yang telah disusun dan menjalankan program kerja yang akan ditetapkan bersama," tutup Ali Martomo.
Acara pelantikan juga dihadiri beberapa Pengurus Pusat PBJI, perwakilan KONI Jawa Barat, perwakilan PBJI kabupaten dan kotamadya se-Jawa Barat, serta beberapa tamu undangan lainnya. (RO/S-2)
Jakarta merebut 42 medali emas di PON Bela Diri 2025.
Sekitar 30 persen perolehan medali Indonesia di ajang internasional, termasuk SEA Games, berasal dari cabang olahraga bela diri.
PON Bela Diri 2025 resmi digelar di Djarum Arena Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah. Ajang tersebut dicanangkan bukan sekadar pesta olahraga tetapi menjadi panggung baru
Kompetisi ini diperuntukkan bagi atlet berusia 14–17 tahun, dengan tiga nomor yang akan dipertandingkan.
Keberhasilan tidak terlepas dari kesiapan fisik dan mental para atlet yang luar biasa.
PON Beladiri 2025 merupakan ajang inovatif yang diinisiasi KONI untuk mewadahi cabang olahraga beladiri non-Olimpiade yang belum memiliki tempat di PON reguler.
PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Timur mengucurkan bonus mencapai Rp80,7 miliar bagi para atlet, pelatih, dan ofisial kontingen PON XXI Aceh-Sumut 2024 serta Peparnas XVII Solo 2024.
PON Bela Diri menjadi bagian dari sistem pembinaan atlet berjenjang di Indonesia.
Tarung derajat diikuti oleh 22 provinsi dengan total mencapai 300 peserta, termasuk ofisial.
PON Bela Diri akan diikuti oleh 2.656 atlet dari 38 provinsi.
Menpora Dito Ariotedjo secara khusus memberikan apresiasi dan dukungan penuh kepada NTB.
Dengan adanya sinergi antar level pemerintahan dan dukungan anggaran yang berkesinambungan, maka diharapkan dapat melahirkan atlet tangguh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved