Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KONTINGEN Indonesia mengoleksi medali emas perdana di ajang Islamic Solidarity Games (ISG) 2021 Konya di Turki. Emas disumbangkan cabang angkat besi melalui Siti Nafisatul Hariroh, Kamis (11/8).
Siti Nafisatul Hariroh yang turun di kelas 45 kg menyumbangkan tiga emas sekaligus. Tiga emas diraih lifter asal Blora, Jawa Tengah, itu usai unggul pada snatch 88 kg, clean and jerk 71 kg, dan total angkatan 159 kg.
Capaian itu menambah prestasi Siti yang pada debut SEA Games Vietnam lalu dia menyumbang medali perunggu.
Raihan yang disumbang Siti Hariroh itu menambah pundi medali kontingen Indonesia. Sebelum pembukaan, tim Merah Putih sudah terlebih dulu mengamankan dua medali yakni satu perak dan satu perunggu.
Perak dipersembahkan Ayustina Priatna di cabang balap sepeda trek nomor omnium elite putri.
Sementara itu, perunggu disumbangkan cabang atletik dari Eki Febri Ekawati yang turun di nomor tolak peluru putri. (OL-8)
Pascakesuksesan di SEA Games 2025, induk organisasi angkat besi tanah air kini membidik medali emas pada gelaran Asian Games 2026.
Prabowo juga memberikan nasihat kepada lifter nasional Rizki Juniansyah yang baru saja menerima bonus sebesar Rp1 miliar dan kenaikan pangkat dua tingkat lebih tinggi.
Strategi memisahkan kedua lifter ini dinilai sebagai langkah taktis untuk memaksimalkan potensi dua medali emas sekaligus.
Emas yang diraih oleh Rizki menjadi kontribusi penting bagi kontingen Indonesia.
SATU keping medali perak menutup perjuangan tim angkat besi Indonesia pada ajang SEA Games 2025 Thailand.
Emas ini menjadi yang keempat bagi Rahmat sepanjang keikutsertaannya di SEA Games sekaligus emas pertamanya di kelas 88 kg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved