Senin 02 Agustus 2021, 09:07 WIB

Atlet Tolak Peluru AS Lakukan Gestur Protes di Podium Olimpiade

Rifaldi Putra Irianto | Olahraga
Atlet Tolak Peluru AS Lakukan Gestur Protes di Podium Olimpiade

AFP/Ina FASSBENDER
Aksi protes atlet tolak peluru AS Raven Saunders usai menerima medali perak Olimpiade Tokyo 2020.

ATLET tolak peluru putri Amerika Serikat (AS) Raven Saunders mengambil risiko diganjar sanksi setelah melakukan sikap protes di podium medali Olimpiade Tokyo 2020, Minggu (1/8).

Aksi protes di podium yang dilakukan Saunders merupakan yang pertama kalinya terjadi di Olimpiade Tokyo 2020.

Atlet Afrika-Amerika berusia 25 tahun itu menyilangkan tangannya dalam bentuk X selama upacara penyerahan medali, Minggu (1/8), di Stadion Olimpiade setelah meraih medaliperak.

Baca juga: IOC Tolak Gelar Peringatan Bom Hiroshima di Olimpiade Tokyo 2020

Media AS, seperti dikutip AFP, melaporkan Saunders, yang berkulit hitam dan pendukung hak-hak LGBT, mengatakan sikapnya dibuat sebagai solidaritas pada 'orang-orang tertindas'.

Setelah meraih medali perak, Minggu (1/8), Saunders mengatakan dia ingin mewakili "Orang-orang di seluruh dunia yang sedang berjuang dan tidak memiliki platform untuk berbicara sendiri."

Protes Saunders menjadi ujian pertama dari aturan Komite Olimpiade Internasional yang melarang protes dalam bentuk apa pun di podium medali
Olimpiade.

IOC mengubah aturannya mengenai protes atlet menjelang pertandingan, dengan mengatakan protes damai sebelum kompetisi akan diizinkan.

Namun, badan penyelenggara Olimpiade itu mempertahankan aturan ketat terhadap protes di podium medali.

Tidak jelas sanksi apa yang akan dihadapi Saunders.

Pedoman IOC baru, yang dirilis bulan lalu, mengatakan konsekuensi sanksi disiplin untuk aksi protes akan 'sebanding dengan tingkat gangguan dan sejauh mana pelanggaran itu tidak sesuai dengan nilai-nilai Olimpiade.'

Komite Olimpiade dan Paralimpiade AS mengatakan, sebelum pertandingan, mereka tidak akan memberikan sanksi kepada para atlet yang melakukan protes.

USOPC melunakkan pendekatannya terhadap atlet yang memprotes di podium setelah peninjauan aturan menyusul protes berskala nasional di AS pada tahun lalu setelah pembunuhan George Floyd.

Para ahli mengatakan IOC tidak mungkin mengambil pendekatan keras terhadap atlet yang melakukan protes di Tokyo, mengingat kemungkinan reaksi hubungan masyarakat yang kemungkinan akan mengikuti sanksi apa pun. (Ant/OL-1)

Baca Juga

Adrian DENNIS / AFP

Petinju Kelas Berat Anthony Joshua Ingin Tanding Ulang Lawan Usyk

👤Ilham Ananditya 🕔Minggu 26 September 2021, 11:07 WIB
Berada di hadapan 66.267 penonton London, Oleksandr Usyk berhasil merebut gelar juara kelas berat tinju dunia dari tangan Anthony...
MI/Rendy Ferdiansyah.

Babel Siapkan Bonus Rp250 Juta untuk Medali Emas PON Papua

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Minggu 26 September 2021, 10:40 WIB
Dirinya berharap peringkat Bangka Belitung di PON XX Papua lebih baik dan meningkat dari tahun...
ANTARA FOTO/Olha Mulalinda

BNPB Inisiasi Gerai Masker di Venue PON XX Papua

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Minggu 26 September 2021, 09:59 WIB
BNPB tengah melakukan inisiasi pembentukan gerai masker di beberapa lokasi Venue Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Kota...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Cegah Konflik di Myanmar semakin Memburuk

Bentrokan antara pasukan perlawanan bersenjata dan militer dalam beberapa hari terakhir telah mendorong gelombang evakuasi baru di wilayah barat laut

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya