Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
LIFTER putra Indonesia Rahmat Erwin Abdullah berhasil merebut medali perunggu untuk tim Merah Putih di Olimpiade 2020 Tokyo, Rabu, (28/7).
Turun di kelas 73kg, Rahmat sukses mencatatkan total angkatan 342kg dengan rincian snatch 152kg dan clean and jerk 190kg, demikian catatan resmi Olympic.com.
Tampil untuk pertama kalinya di Olimpiade, Hasil ini sekaligus menjadi angkatan terbaik Rahmat dalam kariernya. Sebelumnya, Rahmat memiliki angkatan snatch terbaik 148kg dan clean jerk 187kg. Dengan penambahan beban 7kg di kedua jenis angkatan itu, Total Angkatan Rahmat yang tadinya 335kg naik menjadi 342kg.
Perjalanan Rahmat untuk meraih medali perunggu tidaklah mudah, dirinya sempat mengalami kendala saat pertandingan.
Baca juga : Lifter Indonesia Rahmat Abdullah Catatkan Angkatan Terbaik di Grup B kelas 73 kg
Diceritakan oleh Rahmat, Hamstring paha kanannya cedera saat melakukan pemanasan clean and jerk. Hal ini pula yang menyebabkan dirinya tidak bisa melakukan angkatan maksimal, termasuk saat tak berhasil melakukan angkatan clean and jerk 190kg pada percobaan kedua.
“Saya juga tidak tahu mengapa paha Belakang saya cedera. Tidak pernah sebelumnya seperti ini. Kalau dalam kondisi normal, saya mungkin bisa mengangkat 200kg clean and jerk. Padahal waktu angkatan snatch sudah berada enak banget, powernya juga sudah dapat” sebut Rahmat usai pertandingan, Rabu, (28/7).
Dalam pertandingan yang digelar di Tokyo International Forum, Lifter asal Tiongkok Zhiyong Shi berhasil mengamankan posisi pertama dan berhak atas medali emas degan total angkatan 364kg, di mana Zhiyong Shi berhasil mengangkat 166kg pada snatch dan 198kg pada clean and jerk.
Lifter Venezuela Julio Ruben Mayora Pernia sukses di posisi kedua untuk medali perak dengan total angkatan 346kg dengan rincian 156 snatch dan 190 pada clean and jerk. (KOI/OL-7)
Pascakesuksesan di SEA Games 2025, induk organisasi angkat besi tanah air kini membidik medali emas pada gelaran Asian Games 2026.
Prabowo juga memberikan nasihat kepada lifter nasional Rizki Juniansyah yang baru saja menerima bonus sebesar Rp1 miliar dan kenaikan pangkat dua tingkat lebih tinggi.
Strategi memisahkan kedua lifter ini dinilai sebagai langkah taktis untuk memaksimalkan potensi dua medali emas sekaligus.
Emas yang diraih oleh Rizki menjadi kontribusi penting bagi kontingen Indonesia.
SATU keping medali perak menutup perjuangan tim angkat besi Indonesia pada ajang SEA Games 2025 Thailand.
Emas ini menjadi yang keempat bagi Rahmat sepanjang keikutsertaannya di SEA Games sekaligus emas pertamanya di kelas 88 kg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved