Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
DIVIJ Sharan dan istrinya, Samantha Murray Sharan, bermimpi untuk tampil bersama di Wimbledon akhirnya terwujud setelah penantian tujuh tahun.
Di penampilan pertama mereka di All England Club, pasangan suami istri itu meraih kemenangan. Mereka mengalahkan pasangan petenis Uruguay Ariel Behar dan petenis Kazakhstan Galina Voskoboeva 6-3, 5-7, dan 6-4.
Dalam laga di Court Four itu, pasangan Sharan mengendalikan diri dengan hanya bersentuhan siku sepanjang pertandingan sebelum akhirnya berpelukan di akhir laga.
Baca juga: Murray Tersingkir dari Wimbledon
Hal itu, ungkap mereka, mencerminkan sifat mereka yang pemalu.
Hal itu terlihat saat mereka diperkenalkan oleh pasangan masing-masing, yang kala itu saling mengenal, di sebuah turnamen pada 2012.
"Kami berdua sama-sama pemalu jadi kami tidak tahu bagaimana kami akhirnya bisa berbicara satu sama lain," ungkap Samantha.
"Tampaknya, salah satu dari kami akhirnya berani," lanjutnya.
Keduanya butuh enam bulan untuk bertemu lagi sebelum akhirnya Cupid bekerja.
"Saya sedang berlatih sebelum dia bertanding di sebuah turnamen," ungkap Samantha.
"Saya akhirnya pergi menemuinya dan berlatih bersama dia dan teman-temannya. Kami kemudian menghabiskan waktu bersama selama beberapa bulan dan sisanya tinggal sejarah," tambahnya sembari tertawa.
Mereka telah menikah selama delapan tahun dan pada 2019, tidak puas menikah sekali di Manchester pada Juli, kembali menggelar pesta pernikahan di India pada November.
"Kami memutuskan menggelar dua pesta agar bisa merayakan kedua budaya dan tradisi kami. Tradisi penting bagi kami, keluarga kami, dan teman-teman kami," ujar Divij.
Mereka harus berjuang keras untuk bisa tampil di Wimbledon.
"Pada 2014, kami mendaftar namun tidak lolos. Divij kemudian tampil beberapa kali bersama pasangan lain karena rangking saya tidak cukup," kisah Samantha.
Keduanya terus berlatih, termasuk di lapangan belakang rumah mereka saat pemerintah Inggris memberlakukan lockdown karena covid-19 sehingga akhirnya lolos. (AFP/OL-1)
Boris Becker baru berusia 17 tahun, tujuh bulan, dan 15 hari ketika ia mengalahkan Kevin Curren pada 1985, menjadikannya juara tunggal putra Wimbledon termuda sepanjang masa.
Swiatek mengalahkan Guo Hanyu, petenis dari babak kualifikasi, dengan skor meyakinkan 6-3, 6-1.
Sinner memilih untuk fokus ke pemulihan cedera yang didapatnya di Wimbledon 2025.
Juara Wimbledon 2025 Jannik Sinner memberikan hadiah berupa bola tenis bertanda tangan kepada Pangeran George dan Putri Charlotte.
Carlos Alcaraz mengaku kekalahannya atas Jannik Sinner di Wimbledon memotivasinya untuk terus berkembang.
Jannik Sinner berhasil mengukir sejarah di Wimbledon setelah menundukan rivalnya Carlos Alcaraz 4-6, 6-4, 6-4, 6-4.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved