Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
COCO Gauff tampil gemilang di panggung tempat di merebut banyak perhatian saat tampil sebagai petenis berusia 15 tahun pada 2019 dengan mengalahkan petenis veteran Elena Vesnina 6-4 dan 6-3 di putaran kedua Wimbledon, Kamis (1/7).
Petenis Amerika Serikat (AS), yang kini berusia 17 tahun itu, tampil apik melawan mantan semifinalis Wimbledon, yang baru saja kembali bermain setelah absen selama tiga tahun karena melahirkan.
Gauff mengaku dirinya kini lebih percaya diri ketimbang kala tampil di Wimbledon, 2019 lalu.
Baca juga: Medvedev Melaju ke 32 Besar Wimbledon
"Saya merasa kini memiliki lebih banyak rasa percaya diri. Saya merasa bisa menang," tegasnya.
"Saya mempercayai hal itu pada 2019 dan saya masih mempercayai hal itu pada saat ini. Saya rasa tidak banyak yang berubah," lanjutnya.
Berbeda dengan di 2019, kali ini, Gauff merupakan unggulan ke-20.
Di 2019, tampil sebagai petenis kualifikasi, Gauff melaju hingga babak 16 besar, salah satunya dengan mengalahkan juara lima kali Venus Williams.
Kiprah Gauff kala itu memicu Coco Mania dengan petenis putri itu menerima pesan dari berbagai pihak termasuk dari mantan ibu negara AS Michelle Obama.
Saat ini, Gauff telah dua kali meraih gelar WTA dan mencapai raihan terbaiknya di turnamen Grand Slam dengan mencapai perempat final Prancis Terbuka, bulan lalu. (AFP/OL-1)
Boris Becker baru berusia 17 tahun, tujuh bulan, dan 15 hari ketika ia mengalahkan Kevin Curren pada 1985, menjadikannya juara tunggal putra Wimbledon termuda sepanjang masa.
Swiatek mengalahkan Guo Hanyu, petenis dari babak kualifikasi, dengan skor meyakinkan 6-3, 6-1.
Sinner memilih untuk fokus ke pemulihan cedera yang didapatnya di Wimbledon 2025.
Juara Wimbledon 2025 Jannik Sinner memberikan hadiah berupa bola tenis bertanda tangan kepada Pangeran George dan Putri Charlotte.
Carlos Alcaraz mengaku kekalahannya atas Jannik Sinner di Wimbledon memotivasinya untuk terus berkembang.
Jannik Sinner berhasil mengukir sejarah di Wimbledon setelah menundukan rivalnya Carlos Alcaraz 4-6, 6-4, 6-4, 6-4.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved