Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PEBULU tangkis ganda putri Indonesia Apriyani Rahayu menuruti kata orangtuanya untuk tidak mudik ke kampung halaman di Kendari, Sulawesi Tenggara. Anjuran itu diberikan karena pandemi covid-19 belum reda.
Dalam acara Ngobrol Online Menpora Bareng Kartini Olahraga lewat Live Instagram, Apriyani yang sudah lama tidak pulang ke rumah itu mengaku sangat merindukan keluarganya. Tapi, dia juga tidak ingin melawan perkataan orangtua.
"Sebenarnya kangen, ingin ketemu apalagi sebentar lagi Ramadan. Ingin sekali kumpul tapi enggak bisa. Orangtua juga mengerti. Ayah saya juga menyuruh untuk jangan pulang. Pada akhirnya saya turuti saja," ujar Apriyani, Selasa (21/4).
Baca juga: Susy Susanti Tuntut Pebulu Tangkis Putri Tingkatkan Prestasi
Sejatinya, Pelatnas bulu tangkis Cipayung tengah diliburkan hingga 2 Juni mendatang demi mencegah penyebaran covid-19. Federasi Bulu Tangkis Internasional (BWF) juga sudah menangguhkan seluruh kompetisi, setidaknya hingga Juni.
Di tengah kekosongan itu, seluruh atlet Pelatnas PBSI diizinkan pulang ke rumahnya masing-masing. Namun lantaran pandemi tidak kunjung reda, Apriyani dan beberapa atlet lainnya memilih untuk tetap tinggal dan berlatih di Pelatnas.
Seperti yang dilakukan orang-orang pada umumnya, Apriyani hanya bisa menyiasati rasa kangen pada orangtua melalui telepon. Kesedihan pun tidak kuasa dia bendung.
"Ya paling berkomunikasi lewat telepon, tanya kabar. Sebenarnya saya tidak mau merasakan apa yang saya rasakan karena kalau saya merasakannya, saya jadi sedih," ujar peraih medali perunggu Asian Games 2018 itu. (OL-1)
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved