Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
PETENIS asal Spanyol, Rafael Nadal, sukses mengunci gelar Meksiko Terbuka 2020 usai mengalahkan Tayloy Fritz asal Amerika Serikat di babak final, Minggu (1/3).
Si raja tanah liat berhasil menyabet gelar juara untuk ketiga kalinya di turnamen tingkat ATP 500 dengan dua set langsung 6-3, 6-2, di Acapulco, Meksiko.
Nadal yang telah berusia 33 tahun, bermain di turnamen pertamanya sejak kalah di perempat final Australia Terbuka Januari silam. Hebatnya, Nadal tidak kehilangan satu set pun di ajang ini.
Pemenang 19 gelar Grand Slam itu membuat delapan kesalahan sendiri dan hanya membutuhkan satu ace di set kedua untuk mencapai poin juara.
Nadal menutupnya dengan servis kencang yang mengunci Fritz dan memberi gelar ke-85 dalam karir profesionalnya.
Baca juga : Jadi Kampiun Di Dubbai, Djokovic Bertahan di Peringkat Satu Dunia
Nadal kini selalu memenangkan satu gelar dalam 17 tahun berturut-turut. Ia pun memecahkan rekor baru sebagai pemenang termuda sekaligus tertua di Meksiko Terbuka.
Ia meraih gelar Meksiko Terbuka ketiganya setelah terakhir meraihnya pada 2013 dan 2005. Nadal tidak membuang waktu mencari tahu permainan Fritz dalam pertemuan pertama antara keduanya.
"Saya tak bisa lebih senang dari ini. Saya bermain di turnamen hebat sejak awal hingga akhir. Acapulco merupakan gelar besar yang pertama diraih dalam karir saya, untuk bisa bertahan selama 15 tahun di sini merupakan hal yang luar biasa," ujar Nadal.
"Saya tak bisa mengucapkan terima kasih pada banyak orang yang sudah membuat saya merasa nyaman seperti di rumah sendiri," tambahnya.
Kemenangan petenis asal Spanyol ini menjadi gelar yang pertama di musim 2020. Nadal merangsek tanpa kalah satu set pun dan rata-rata hanya kehilangan lima gim per pertandingan.
Secara statistik, Nadal memimpin dalam klasemen dengan angka pengembalian pukulan mencapai 54 persen dan mengubah 22 dari 35 break point atau sekitar 63 persen. (Atpworldtour/OL-7)
Schirgi menjelaskan bahwa pihak penyelenggara terus memantau perkembangan situasi global sambil bekerja sama dengan mitra federal.
Situasi keamanan di Meksiko menjelang Piala Dunia 2026 menjadi sorotan global setelah operasi militer pekan lalu yang menewaskan gembong narkoba, Nemesio Oseguera Cervantes.
MEKSIKO dan Irlandia tetap menggelar pertandingan persahabatan pekan ini meskipun terjadi kerusuhan akibat Nemesio ‘El Mencho’ Oseguera tewas, memunculkan isu piala dunia 2026 pindah lokasi
FIFA angkat bicara mengenai kemungkinan lokasi Piala Dunia 2026 pindah. Pada musim panas ini, Piala Dunia 2026 akan digelar di tiga negara yakni Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat.
55 orang tewas di berbagai wilayah Meksiko menyusul operasi yang menewaskan Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho selaku pemimpin Kartel Jalisco Generasi Baru (CJNG)
Kota Guadalajara, Meksiko, lumpuh setelah kartel CJNG mengamuk pasca tewasnya bos mereka. Keamanan Piala Dunia 2026 kini menjadi sorotan besar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved