Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DI dalam Olahraga berkuda khususnya di Indonesia, terdapat beberapa nomor yakni Pacuan, Equestrian, Polo dan Berkuda Memanah.
Salah satu komisi yang sangat populer di kalangan masyarakat Sumatera Barat yakni Pacuan.
Sumatera Barat sendiri merupakan salah satu Provinsi yang mendirikan Persatuan Pusat (PP) Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi).
Hingga saat ini, antusias masyarakat pada Pacuan masih sangat tinggi bahkan dengan membayar tiket Rp5.000–Rp10.000 per-orang.
Euforia yang besar dalam menonton Pacuan Kuda membuat Ketua Umum PP Pordasi Triwatty Marciano mendatangi pertandingan tersebut.
Baca juga : Akbar Perkasa dengan 7 Emas di Equestrian Champions League 2020
Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Pordasi Sumatera Barat yang juga Wali Kota Bukit Tinggi Ramlan Nurmatias menceritakan pentingnya Pacuan Kuda dan euforia masyarakat menontonnya.
“Olahraga ini (Pacuan) bukan milik kelompok, olahraga ini milik kita bersama. Di sini, tua-muda, perempuan-pria, nonton Pacuan. Makan saja dibungkus untuk dimakan sambil nonton Pacuan," ujar Ramlan.
Pertandingan pacuan kuda diselenggarakan di Gelanggang Pacuan Kuda Kubu Gadang Payakumbuh.
PP Pordasi berencana akan mengembangkan potensi olahraga berkuda di Sumatera Barat. Perhatian juga akan diberikan di luar pacuan kuda.
Adapun catatan penting untuk evaluasi Pacuan Kuda kali ini yakni ketertiban penonton. Sampah plastik bertebaran dimana-mana dan penonton masuk ke lintasan menjelang finis. Terlebih jika mengingat jumlah 15.000 penonton yang menikmati aksi sang atlet.
Baca juga : Dorong Bibit Atlet Berkuda Berprestasi Lewat ECL 2020
Kedua hal tersebut tentu membahayakan bagi para atlet maupun kuda yang ditunggangi.
Pasalnya, sampah plastik dapat menyebabkan kuda tergelincir. Kuda yang tergelincir dapat menyebabkan patahnya kaki kuda yang tidak dapat disembuhkan. Ketika tergelincir, joki akan terpental yang dapat menyebabkan kematian.
Masalah kedua adalah penonton yang masuk ke lintasan seakan menyambut kuda di garis finis. Hal tersebut dapat membahayakan penonton dan juga kuda beserta jokinya. (OL-7)
Fortis dibuat sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung olahraga berkuda. Sebab, saat ini olahraga itu sangat digandrungi masyarakat.
Tim Equestrian Indonesia akhirnya berhasil menyumbangkan medali emas pertama dari cabang olahraga berkuda di ajang SEA Games 2025 Thailand.
Tim HBA Indonesia berhasil meraih 1 medali emas, 3 medali perak, dan 3 medali perunggu.
Atlet DNV Equestrian, Nusrtdinov Zayan Fatih, tampil gemilang pada Kejuaraan Berkuda Aragon Merdeka Master 2025 Piala Presiden di The Hub Indonesia, Jatisampurna, Bekasi, Jawa Barat.
Tantangan meraih triple crown cukup berat karena kuda harus bersaing dalam lintasan berjarak jauh dengan tingkat kompetisi yang tinggi.
Sarga Land akan membangun kompleks pacuan kuda seluas kurang lebih 9,2 hektar di Jakarta International Equestrian Park Pulomas atau JIEPP yang dikelola oleh PT Pulo Mas Jaya
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved