Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH berhasil mendapatkan satu tiket Olimpiade 2020 di nomor 100 meter putra atas nama sprinter Lalu Muhammad Zohri, PB PASI (Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia) tengah mengejar dua tiket lainnya.
Dua tiket tersebut untuk nomor 100 meter lari gawang dan lompat jauh atas nama Emilia Nova dan Sapwaturrahman.
Dengan sisa waktu hingga Juli 2020, PB PASI akan menempuh dua cara untuk meloloskan Sapwa dan Emilia. Melalui pengumpulan skor atau berhasil melewati limit kualifikasi Olimpiade yang akan digelar di Tokyo, Jepang tersebut.
"Jadi untuk Olimpiade itu ada dua cara (untuk lolos kualifikasi) yakni mengumpulkan skor atau melewati limit. Untuk mengumpulkan skor artinya mereka harus mengikuti pertandingan-pertandingan yang bisa memberikan skor banyak," ungkap Sekretaris Jenderal PB PASI, Tigor Tanjung kepada Media Indonesia, Sabtu (21/12).
"Nah pertandingan seperti ini hanya di turnamen tingkat tinggi, sementara ajang ini tidak ada di sekitar kita, hanya ada di Amerika, Eropa dan lainnya," kata Tigor.
Lebih lanjut, Tigor mengatakan dalam waktu dekat, tepatnya pada Februari 2020, dua atlet yang diproyeksikan menuju Olimpiade ini akan mengikuti Kejuaraan Asian Indoor di Kota Hangzhou, Tiongkok. Dalam ajang tersebut akan dilihat pencapaian yang dilakukan Sapwa dan Emilia.
Jika nantinya kedua atlet ini belum memenuhi ekspektasi, maka keduanya akan diikutseratakan dalam ajang lainnya yang sampai saat ini belum ditentukan.
Secara tersirat, sebenarnya PB PASI lebih mengupayakan agar Sapwa dan Emilia mampu melewati limit kualifikasi Olimpiade 2020. Walaupun sulit, namun cara ini merupakan pilihan terbaik yang bisa dilakukan oleh PB PASI.
"Kalau mau melewati limit, lompat jauh putra harus 8.22 meter, sementara Sapwa baru bisa tembus 8.03 meter di SEA Games kemarin," tutur Tigor.
"Untuk Emilia Nova harus melewati limit 12.84 detik, sedangkan dia baru tembus 13.61.Jadi sebetulnya nggak mudah untuk lolos ke Olimpiade ini, tapi untuk kondisi saat ini kita memang meilhat dua orang ini yang punya harapan," jelas Tigor.
Sementara itu, Tigor menambahkan bahwa di kawasan Asia Tenggara sendiri, atlet-atlet yang memenuhi kualifikasi Olimpiade hanya dua orang saja.
Lalu Muhammad Zohri dari Indonesia dan Ernest Obiena dari Filipina merupakan dua orang yang baru dipastikan telah tercantum sebagai peserta di ajang pesta olahraga terbesar di dunia tersebut.
Zohri mampu meloloskan diri ke ajang Olimpiade 2020 setelah berhasil melewati limit 10.05 detik di nomor lari 100 meter putra. Sementara Obiena berhasil melewati limit 5.80 meter di nomor lompat galah putra.
"Memang lolos Olimpiade untuk atlet-atlet Asia Tenggara bahkan menjadi lebih berat. Dari semua negara peserta SEA Games misalnya, baru lolos dua orang saja. Bahkan Thailand dan Vietnam yang merajai hasil SEA Games kemarin belum memiliki atlet yang lolos Olimpiade," pungkas Tigor. (Des/OL-09)
Emilia Nova akhirnya kembali tampil di SEA Games setelah hampir tiga tahun menepi karena cedera lutut yang memaksanya menjalani dua kali operasi.
Seluruh hasil lelang jersei Robi Syianturi yang digunakan di SEA Games 2025 disumbangkan untuk membantu korban bencana alam di Sumatra.
Emilia Nova tidak hanya berhasil merebut medali emas di nomor heptathlon (tujuh lomba), tetapi juga memecahkan rekor nasional yang telah bertahan selama delapan tahun.
Kemenpora menyebut target atletik di SEA Games tahun ini empat emas.
Hendro Yap sukses merebut medali emas dari nomor jalan cepat putra 20 km yang digelar di Run Happy and Healthy Bike Lane, Bangkok, Minggu (14/12).
Robi Syianturi mencatatkan waktu impresif 2 jam 27 menit 33 detik, meninggalkan jauh para pesaingnya di nomor maraton SEA Games 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved