Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH sempat terhambat di hari pertama, akhirnya pencak silat mampu menyumbangkan medali emas dari SEA Games 2019. Gelar juara berhasil dipersembahkan oleh Puspa Arum Sari yang tampil di nomor seni tunggal putri, Selasa (3/12), di Subic Bay Exibition Centre, Filipina.
Wakil tuan rumah Filipina Mary Francine Padios mendapat medali perak dengan nilai 454 dan medali perunggu direbut oleh pesilat Brunei Darussalam Anisah Najihah Abdulah dengan nilai 451.
“Puspa menang karena penampilannya bagus dan di atas lawan-lawannya,” kata pelatih kepala tim pencak silat Indonesia Indro Catur kepada Media Indonesia di Manila, Filipina, Selasa (3/12).
Indro menambahkan medali emas masih sangat mungkin didapat lagi dari nomor tanding karena ada lima pesilat Indonesia yang lolos ke semifinal yang akan berlangsung pada Rabu (4/12).
Baca juga : Bulu Tangkis Putri Indonesia Raih Perak di SEA Games 2019
“Kelima atlet yang turun di nomor tanding juga meraih hasil bagus,” pungkas Indro.
Pada hari pertama, pencak silat gagal menyumbangkan medali emas karena tiga nomor putra yang diharapkan menyumbang emas gagal merealisasikan target.
Dino Bima Sulistianto yang turun nomor seni tunggal putra hanya meraih medali perunggu. Medali emas direbut pesilat tuan rumah Filipina, Eemar Taucel dan perak direbut pesilat Singapura.
Kegagalan juga dialami tim beregu Indonesia yang beranggotakan Trio Nunu, Anggi dan Asep pada nomor seni beregu putra. Begitu juga dengan pasangan Dedi Setiadi dan Agung Falatehan pada nomor ganda putra. (OL-7)
Tata kelola organisasi yang profesional dan pemenuhan standar global menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar jika ingin melangkah lebih jauh di level internasional.
Muhammad Zaki Zikrillah Prasong mengakhiri kiprahnya di SEA Games 2025 dengan merebut emas nomor tanding putra kelas C 55-60 kg.
Film ini menampilkan pertarungan fisik berdarah-darah. Di sisi lain, elemen drama dalam film ini juga cukup kuat, terutama terkait hubungan persaudaraan.
PB IPSI tidak membebani para atlet dengan target medali di ISG kali ini.
Keikutsertaan Indonesia di AYG dan ISG bukan semata untuk berkompetisi, melainkan juga sebagai upaya diplomasi olahraga.
Pembukaan PON Bela Diri 2025 disemarakkan dua pesilat kawakan Indonesia yang juga dikenal di panggung internasional, Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved