Selasa 19 November 2019, 20:18 WIB

Mutiara Rahma Putri Persembahkan Emas Pertama untuk Jambi

mediaindonesia.com | Olahraga
Mutiara Rahma Putri Persembahkan Emas Pertama untuk Jambi

Istimewa/Kemenpora
Pemberian medali cabang dayung riwing pada Popnas 2019 di Situ Cipule, Karawang, Jawa Barat, Selasa (19/11).

PEREBUTAN medali di cabang olahraga dayung rowing Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XV/2019 berlangsung ketat. Bahkan sampai tiga provinsi berbagi emas pada partai final yang diselenggarakan di Situ Cipule, Karawang, Jawa Barat, Selasa (19/11). Ketiganya adalah Jambi, Sulawesi Tengah, dan Jawa Barat.

Pada Popnas XV/2019 yang didukung Lembaga Pengelolaan Dana dan Usaha Keolahragaan (LPDUK) Kemenpora itu Jambi meraih emas pada kelas W1X (women single scull).

Emas pertama Jambi itu dipersembahkan Mutiara Rahma Putri yang berhasil mencatatkan waktu 8 menit 5 detik untuk menaklukkan lintasan sepanjang 2.000 meter. Kemudian perak dan perunggu masing-masing diraih kontingen Sulawesi Utara Aulia Galib (9 menit,01 detik) dan Kontingen Sulawesi Tengah Ni Nyoman Yuli (9 menit 13 detik). 

Di kelas M2X (man double scull) giliran Kontingen Sulawesi Tengah unjuk gigi. Mereka berhasil mencatatkan waktu 7 menit melalui Rizki Umar/Ahmad Tarmizi untuk mengunci emas. Kemudian atlet DKI Jakarta Johanes Franxisco/Rangga Bilnazari (7 menit 6 detik) bae pulang perak dan perunggu untuk atlet asal Sulawesi Tenggara Rizal Agung/Arjuharman (7 menit 18 detik).

Di kelas W4X (woman quadruple scull) kontingen Jawa Barat berhasil memastikan medali emas ditangan usai kerja keras Nadia Izati, Anggi Widiarti, Ersa Cahyani dan Anisa Meilani mencatatkan waktu tercepatnya 7 menit 32 detik dari kontingen Sumsel (7menit 41 detik) dan DKI Jakarta (7 menit 48 detik) dan masing-masing meraih medali perak dan perunggu. 

Tehnical Delegate cabang dayung rowing, Dede Rohmat, merasa senang pelaksanaan final pertama berjalan baik dan lancar.

“Pelaksanaan final pagi ini alhamdulillah sesuai dengan perencanaan termasuk menit-menit bertandingnya telah sesuai dengan perencanaan karena performa atlet pelajar saat ini jauh lebih bagus dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Dede Selasa (19/11).

Menurut Dede, hasil yang dicatatkan para atlet ini sangat berguna untuk masa depannya.

“Ini menjadi bekal dari pembinaan mereka di PPLP (Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar), PPLD (Pusat Pendidikan Latihan Pelajar Daerah) dan SMANOR (SMA Olahraga) jadi luar biasa sekali peningkatannya, tadi kita lihat sangat kompetitif dalam perebutan posisi I,II,III untuk setiap nomor dan medalinya tersebar ke Jambi, Sulteng dan Jabar,” ucapnya.

Hingga saat ini, Jawa Barat masih kuasai klasemen sementara perolehan medali. Provinsi paling barat di Pulau Jawa itu melesat dengan sembilan emas, 12 perak, sembilan perunggu.

Posisi kedua ditempati Jawa Timur dengan koleksi delapan emas, lima perak, dan sembilan perunggu, kemudian DKI Jakarta masih di posisi ketiga dengan tujuh emas, enam perak dan delapan perunggu.

Bali yang kemarin menduduki posisi kedua kini melorot ke posisi keempat dengan modal empat emas, tiga perak, dan enam perunggu. Klasemen medali Popnas 2019 dipastikan masih akan berubah karena masih banyak medali yang diperebutkan. (OL-09)

Baca Juga

medcom

Indonesia Imbangi Barbados di Piala Davis

👤Akmal Fauzi 🕔Sabtu 18 September 2021, 11:26 WIB
Tunggal utama tim Merah Putih, Justin Barki (21), menyumbang satu angka kemenangan setelah menyudahi perlawanan Kaipo...
Facebook SEA Games 2021

Vietnam tidak Pasti, Nasib SEA Games belum Ada Titik Temu

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 17 September 2021, 21:34 WIB
Pembahasan pelaksanaan SEA Games Hanoi masih alot lantaran panitia penyelenggara perlu melakukan koordinasi lanjutan dengan pemerintah...
AFP

Rossi Senang Dovizioso jadi Tandem Barunya di SRT

👤Ant 🕔Jumat 17 September 2021, 21:07 WIB
"Saya sangat senang mendapati Andrea sebagai rekan satu tim karena, kami memiliki hubungan baik dan kami juga rival," ujar...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Ramai-Ramai Abai Laporkan Kekayaan

KPK mengungkap kepatuhan para pejabat membuat LHKPN tahun ini bermasalah. Akurasinya juga diduga meragukan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya