Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PASANGAN ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu sukses melewati hadangan pasangan Hsu Ya Ching/Hu Ling Fang asal Taiwan melalui dua gim langsung dengan skor 21-13, 21-15, Rabu (25/9).
Tak banyak kesulitan yang dihadapi Greysia/Apriyani di babak pertama. Berlaga di Incheon Airport Skydome, Korea Selatan, pasangan putri andalan Indonesia itu bisa menang dalam waktu 33 menit.
Greysia/Apriyani memang punya bekal bagus untuk menghadapi Ching/Fang. Pada dua pertemuan sebelumnya, pasangan Indonesia ini selalu menang.
Terakhir, Greysia/Apriyani unggul di Jerman Terbuka 2019 dengan skor, 21-18, 21-15.
“Kami mempersiapkan diri dari babak pertama ini. Pun menjaga hawanya untuk mau menang terus di lapangan. Kami harus tetap siap terus dan waspada melawan siapapun. Yang pasti kami mau maju,” ujar Greysia dilansir dari Badmintonindonesia.org.
Baca juga: Akane Yamaguchi Mundur, Fitriani ke Babak Kedua Korea Open 2019
Di babak kedua, Greysia/Apriani masih menunggu lawan antara pasangan Jepang, Ayako Sakuramoto/Yukiko Takahata atau Catherine Choi/Josephine Wu asal Kanada.
“Setiap lawan memiliki tantangan tersendiri untuk dihadapi. Meskipun kami unggulan tetap nggak boleh lengah. Fokus step by step. Kami harus lebih pintar lagi mainnya dan inisiati-inisiatif di lapangan harus ditingkatkan lagi,” tutur Apriyani.(OL-5)
Pelatih tim nasional futsal Indonesia Hector Souto menyebut Korea Selatan sebagai salah satu lawan yang menunjukkan konsistensi pertahanan tinggi.
Ajang Business Matching Indonesia–Korea sukses digelar pada 21 Januari 2026 di Marina Bay Seoul Hotel & Resort, Korea Selatan.
Jika Indonesia berada di Grup A bersama Korea Selatan, Irak, dan Kirgiztan, maka Tajikistan dan Jepang menghuni Grup C bersama Uzbekistan dan Australia.
YOON Suk-hwa, tokoh besar dalam kancah teater modern Korea, meninggal dunia pada Selasa pagi di usia 69 tahun setelah berjuang melawan tumor otak. Ia mengembuskan napas terakhir di Seoul
Lebih dari sekadar makanan vegetarian, sajian kuliner wihara mencerminkan filosofi yang menghormati seluruh kehidupan, kesahajaan, dan rasa syukur.
Festival ini digelar beriringan dengan Korean Day ke-20 yang diselenggarakan Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Korea, Fakultas Ilmu Budaya UGM.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved