Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
DANIIL Medvedev mengatakan dia tengah bekerja keras memperbaiki diri setelah menunjukkan jari tengahnya ke arah para penonton di laga putaran ketiga Amerika Serikat (AS) Terbuka, Sabtu (31/8).
Aksi itu dilakukan setelah petenis Rusia itu dihukum wasit karena merebut handuk dari ballperson dan melempar raketnya ke lapangan. Setelah itu, sembari berjalan, dia mengangkat jari tengahnya di dekat kepala.
Aksi itu tidak dilihat oleh wasit namun tertangkap kamera dan diulang di layar di Stadion Louis Arstrong.
"Saya tengah dalam keseruan pertandingan dan kehilangan momentum. Saya tidak ingat insiden itu namun saya telah membayar mahal sepanjang pertandingan," ujar Medvedev yang terus dicemooh penonton saat wawancara selepas pertandingan.
Baca juga: Terbebas dari Sakit, Djokovic ke 16 Besar AS Terbuka
"Saya ingin kalian tahu, ketika Anda tidur malam ini, saya menang karena kalian semua. Kalian memberi saya energi. Semakin Anda mencemooh saya, semakin saya bernafsu untuk menang," ujar Medevedev setelah meraih kemenangan 7-6 (7/1), 6-4, 7-6 (9/7), dan 6-4 atas Feliciano Lopez.
Medvedev juga mengaku telah meminta maaf kepada lawannya dan pelatihnya sembari menegaskan kemarahannya di lapangan tidak dialamatkan kepada mereka.
Ketika ditanya apakah para penggemar tenis di New York akan memaafkannya dan mendukungnya di laga 16 besar kala Medvedev berhadapan dengan petenis kualifikasi asal Jerman Dominik Koepfer, Medvedev mengaku tidak yakin.
"Yang bisa saya katakan adalah saya tengah berusaha memperbaiki diri dan berharap bisa bersikap lebih baik di lain waktu," ujarnya. (AFP/OL-2)
Aldila Sutjiadi akan kembali berpasangan dengan petenis tuan rumah Giuliana Olmos setelah mereka berduet di Cincinnati Masters, bulan lalu.
Dalam laga final AS Terbuka di Stadion Arthur Ashe, itu, Carlos Alcaraz menang atas Jannik Sinner lewat pertarungan empat set 6-2, 3-6, 6-1, dan 6-4.
Alcaraz kini telah mengoleksi enam gelar grand slam.
Carlos Alcaraz, menilai kehadiran Presiden Donald Trump di final tunggal putra AS Terbuka akan menjadi hal positif bagi dunia tenis.
Carlos Alcaraz tampil gemilang dengan mengalahkan Novak Djokovic untuk menuju final AS Terbuka.
Petenis peringkat satu dunia, Aryna Sabalenka, mencapai 12 semifinal dari 13 Grand Slam terakhir. Meski konsisten, hanya tiga yang berujung gelar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved